Menerimamu apa adanya, anakku tercinta

Tantangan Hari Ketiga Kampus Fiksi

 

                       KIRA-KIRA bagaimana perasaanmu jika kamu mempunyai anak, sementara anak tersebut tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan?

11072230_10204160191189294_300274279_n

            Hati orang tua mana yang tidak hancur ketika anak yang diharapkan kelahirannya ternyata tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Memiliki anak yang lucu dan menggemaskan, cantik, tampan, rupawan, serta sehat menjadi harapan setiap orangtua. Namun, situasi menjadi sulit ketika orangtua mendapati bahwa anak mereka menderita cacat.

            Begitu pun denganku. Sebenarnya aku tidak ingin berandai-andai -jika anakku seperti itu, karena perasaan sedih tentu tidak bisa dihindari, rasa malu pun tidak bisa ditampik dan mungkin aku akan bertanya-tanya bagaimana pandangan orang lain tentang anakku nanti. Atau mungkin aku akan menyalahkan diriku sendiri seperti dosa apa yang telah aku perbuat?. Sejujur-jujurnya mungkin itulah yang terjadi padaku ‘seandainya’ hal itu terjadi karena aku manusia biasa.

            Namun rupanya Tuhan barangkali ingin aku menjadi manusia yang tak biasa sehingga Ia memberikan ujian sekaligus amanah ini, sehingga aku akan kembali merenungi bahwa tidak ada alasan untuk malu dan menganggap anak cacat itu sebagai kutukan atau aib bagi keluarga.

            Aku akan segera menepis kekhawatiran-kekhawatiran tersebut dan lebih memikirkan kebutuhan anakku tercinta bagaimana pun keadaanya serta hal-hal yang dapat aku lakukan untuknya. Aku akan memohon kepada Tuhan agar memberikanku keberanian untuk menghadapi ini semua, kekuatan untuk bertahan dari segala aral rintangan kedepan, serta harapan-harapan yang tak pernah henti ku gantungkan pada-Nya untuk kebahagiaan dan kesejahteraan bagi anakku tercinta.

            Anak adalah hak prerogatif Allah. Ada dan tidak adanya adalah kuasa Allah, pun bila kehadirnya ke dunia ini menjadi hal yang tidak diharapkan. Dan tidak sepatutnya kita menyia-nyiakan pemberian-Nya. “Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki,” “Atau Dia menganugrahkan jenis laki-laki dan perempuan, Dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa .” (QS. Asy-Syuura [42] : 49, 50).

***

-Ditulis dalam rangka #7HariTantanganMenulis dari @kampusfiksi dan @basabasi_store

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Menerimamu apa adanya, anakku tercinta

  1. “Anak adalah hak prerogatif Allah” Saya suka dengan sebutan ini, bahkan mungkin bukan hanya anak tapi kehidupan, rezeki, cinta, dan semua yang kita yakini nyata di dunia ini adalah hak Tuhan apa pun bentuknya yang tidak bisa kita sesali. Terimakasih tulisannya Mbak 🙂

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s