Ukuran Kebahagiaan

07c1966dfb4d58d86e6f641759d46041

“Enak ya jadi Ibu Siska, punya anak gadis cantik, banyak yang naksir lagi. Kemarin saya liat loh anak ibu dianter sama laki – laki bermobil mewah” ucap seorang wanita kepada tetangga sebelah rumahnya.

“Hehe… iya Ibu Siti, beruntung banget saya. Oh, yang nganter itu bos anak saya. Dia baik loh orangnya. Anak saya sering dianter pulang, ”  Ibu Siska tersenyum bangga

“Kelihatannya si begitu bu, bos nya ganteng pula. Cocok sama anak ibu. Ngomong – ngomong ibu beli motor baru ya ? “

“Itu motor anak saya, di kasih sama bosnya juga. Tadinya mau dibeliin mobil tapi anak saya nolak, soalnya sebelum dibeliin motor Mirna sudah dikasih ini dan itu. Pokoknya banyak deh bu, ini perhiasan yang saya pakai juga dari bos nya Mirna.” Tutur Ibu Siska sambil menunjukan perhiasan gelang dan kalung yang ia pakai.

“Oh, wah enak dunk punya calon mantu ‘bos besar’ ?”

“Belum calon mantu Bu Siti. Baru penjajakan, yang ngedeketin Mirna itu banyak dan rata – rata orang kaya semuanya baik – baik juga lagi. Jadi Mirna masih bingung pilih yang mana ?” Ibu Siska semakin tersenyum lebar dengan membusungkan dada dengan bangganya. Anaknya, Mirna memang terkenal sangat cantik bahkan kecantikannya disejajarkan dengan artis cantik Nia Ramadhani.

“Bener – bener beruntung ya Bu Siska. Lain deh dengan saya, si Dinda anak saya disuruh cari laki yang bener aja susah, bahkan katanya gak mau pacar – pacaran dulu. Alesannya mau kerja dulu lah, mau kuliah lagi lah, gak mau pacaran dan langsung nikah gitu kayanya.”

“Loh kok gitu si bu ? dibilangin atuh ke Dinda, cari laki  itu yang bener, yang udah mapan biar nanti hidupnya gak susah. Suruh kaya Mirna gitu biar bisa buat orang tuanya bangga dan bahagia.”

“Mau nya saya juga gitu bu Siska, tapi si Dinda mah susah dikasih tau nya. “

 

***

Percaya atau enggak ? itu adalah obrolan singkat yang pernah saya dengar tentunya nama – nama tersebut disamarkan hanya kisahnya yang benar benar terjadi. Miris ? melihat orang tua yang merasa bangga anaknya menjadi pujaan banyak laki – laki dan begitu mudah didekati sehingga membuat orang tuanya merasakan pula keuntungan dari apa yang telah diperbuat oleh anak – anak mereka. Saya rasa itu menjadi contoh nyata tentang pandangan matrealistis orang tua yang secara tidak langsung telah mengobral harga diri anaknya dengan sangat murah.

Lantas apakah salah bila orang tua ingin anak gadisnya kelak mendapatkan pasangan yang mampan secara perekonomian ? tentu tidak wajar – wajar saja, setiap orang tua ingin anak – anaknya hidup berkecukupan dan mendapatkan pendamping hidup yang bibit – bobot – bebet nya jelas. Tetapi bila hal – hal seperti itu dijadikan landasan kebahagiaan seseorang, akan bertahan berapa lama kan arti ‘kebahagiaan’ yang mereka inginkan tersebut ? Kebahagiaan tidak melulu tentang persoalan materi bukan ? bergelimangnya harta tidak akan menjamin seseorang hidup bahagia.

Yang patut kita renungi bersama adalah ukuran – ukuran material berupa harta, tahta maupun wanita atau pun perjaka, kesemuanya itu merupakan pandangan manusia yang bisa saja keliru, jika ukuran kebahagiaan hanya dinilai dari itu sungguh celakalah hidup kita yang bukan hanya di dunia tapi juga kekal di neraka. Nau’udzubillah

Kasus Siska dan anaknya Mirna (ets, bukan kasus sianida ini ya!)  membuka mata kita lebar – lebar dan melihat realita yang ada betapa saat ini kebanyakan orang tua dengan mudahnya memberikan izin bagi anaknya untuk bebas memilih laki – laki manapun yang dia inginkan dengan sebuah catatan ‘Kaya’ sekedar cukuplah dinilai baik orangnya, dinilai baik dari sikapnya yang santun terhadap orangtua dari pacarnya sedangkan masalah agama dan akhlaknya itu nyusu maka tunggulah hasil akhirnya akankah pernikahan itu menjadi surga ?

Iklan

Satu pemikiran pada “Ukuran Kebahagiaan

  1. Bagus mes, begitulah fenomena dewasa ini, tdk bs dipungkiri
    Manusia smakin individualis dan matrealistis

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s