Halalkan Atau Tinggalkan ?

Jumat berkah hari yang cerah dengan kehangatan sinar sang mentari pagi ini. Jadi teringat perkataan seorang teman ‘perempuan yang diam dirumah itu adalah pengangguran’ aku kembali melihat langit lewat jendela dapur sambil bergumam dalam hati bahwa apa yang dikatakannya itu tidak benar, banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan perempuan di dalam rumah,  Tidak perlu disebutkan satu persatu atau jangan disamakan dengan pekerjaan seorang PRT, pekerjaan seorang perempuan di rumah lebih dari semua itu.

Akad nikah mestifarah

Akad nikah mestifarah

Hpku berbunyi berkali-kali sebuah pesan masuk lewat BBM seperti memanggil-manggil untuk segera direspon. Dari seorang teman yang sudah lama tak ku temui ia meminta waktuku barang sebentar katanya untuk membantunya keluar dari benang kusut kehidupannya. Setelah saling berkabar berita aku bertanya padanya ‘bagaimana hubungannya dengan Mr. R’ tak perlu menunggu jawaban lama dia pun bercerita bahwa saat ini dia tengah dihadapkan pada delima yang berkepanjangan karena sudah bertahun-tahun lamanya dia digantung oleh seorang pria yang ia yakini sebagai jodohnya. Dia kembali mengirimiku pesan bbm yang cukup panjang menjelaskan bahwa status mereka masih tetap sama ‘pacaran’ belum ada lamaran apalagi kepastian akan menikah nantinya dan entahlah sampai kapan ?. Bukan hanya sekedar keinginan untuk menikah, usia mereka pun sudah dikatakan matang untuk menikah tetapi dengan alasan UUD (Ujung-unjungnya duit) mereka kembali harus berfikir ulang untuk segera menghalalkan hubungan mereka itu.

Pembicaraan ini berjalan alot, yang jelas saran akhir dariku adalah Tinggalkan atau halalkan!. Aku bukan hanya sembarang berkata demikian tanpa berempati pada perasaannya, kepada temanku yang aku sayangi karena Allah tugas kita hanya berusaha sebaik mungkin dengan mengarahkan segala daya dan upaya kita untuk mejalani kehidupan ini sebagai persiapan bekal kita untuk akhirat kelak. Aturan Allah sudah jelas! sangat jelas mana yang haram dan mana yang halal. Menikah adalah sebuah perjanjian yang agung antara makhluk Allah dengan Al-Khaliq jadi untuk mewujudkan semua itu terjadi seharusnya jangan dikotori dengan tindakan-tindakan haram. Yakinlah dengan Allah dan jika niat kita lurus insyaallah selalu ada jalan dan kemudahan, itu dulu yang dibangun jangan malah dipusingkan dengan kekhawatiran-kekhawatiran yang mungkin malah datangnya dari syaitan.

Kasus seperti ini sering sekali terjadi dan kita dapat mendapati itu semua dari orang-orang sekitar kita bahwa ada yang sudah bertahun-tahun pacaran namun tak kunjung merubah statusnya menjadi pasangan halal terlepas dari berbagai macam alasan. Berbagai tuntutan terkadang muncul ketika ada pasangan yang ingin berniat melegitimasi hubungannya entah dari masing-masing pasangan yang mempunyai keinginan ini dan itu sampai pada keinginan kedua belah pihak keluarga, apapun itu seharusnya adalah menjaga niatnya, niat menikah itu bukan sekedar tuntutan, tuntutan umurlah, tuntutan statuslah, dan bermacam-macam tuntutan lainnya akan tetapi jagalah niat bahwa menikah itu adalah ibadah. Setelah niat adalah keyakinan bahwa Allah akan memberikan jalan beserta kemudahan bagi hambaNya yang mempunyai niat Lillah karena Allah Ta’alla.

Suatu kali aku mendapat sebuah nasihat bijak dari seoranag teman ‘yang pertama jika kita sungguh-sungguh berniat ingin menikah maka berusahalah untuk semakin menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sekarang ini karena diri kita adalah gambaran dari siapa jodoh kita nantinya. Kedua dalam doa-doa panjangmu ketika meminta padaNya sertakan pula nama-nama saudaramu yang juga mempunyai niat yang sama denganmu agar kita sama-sama berikan kemudahan oleh Allah, agar bukan hanya kita yang mendapatkan kebahagiaan tapi juga teman-teman kita, saudara-saudara kita yang mungkin saat ini tengah jauh lebih merindukan kehadiran seseorang yang diharapkan dapat menjadi imam yang baik bagi mereka kelak. Dan yang ketiga jangan pernah putus asa untuk terus melakukan kedua hal tadi bahkan usaha-usaha yang lainnya selama sesuai syariat karena bila jodoh yang kita harapkan itu tidak kita jumpai di dunia, yakinlah Allah telah mempersiapkan jodoh akhirat untuk kita.”

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s