Menjadi Istri Teladan (mencontoh Khadijah binti Khuwalid)

Namanya Khadijah binti khuwailid, tentu kita semua mengenalnya sebagai istri pertama dari baginda nabi Muhammad saw.  Selain itu apa yang kita kenal dari dirinya ? selain ia seorang janda kaya raya yang telah berusia 40 tahun. ? ah, mungkin memang tak banyak. Tapi seperti itulah sebagian dari kita mengenalnya ?

DSC_0080

Bila kita hanya ‘sekedar’ mengenal beliau Khadijah binti khawalid tanpa mengetahui sejarah hidup beliau, keutamaan akhlak dan perangainya nan indah. Bagaimana kita bisa meneladani beliau ? mengikuti jalan hidup beliau yang senantiasa penuh ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya, Sedangkan pada zaman ini ? kita telah dibutakan oleh figure – figure yang telah banyak menyesatkan jalan hidup kita. Tak perlu kita menyebutkan nama – nama artis papan atas Indonesia yang sejarah hidupnya lebih kita ketahui dari gosip – gosip TV yang kita ikuti dari pagi sampai sore hari. Ah, lagi – lagi kita terlena,

Untuk itu langsung saja, kita mulai ‘mencoba’ mengkaji kehidupan beliau agar kita bisa meneladai Khadiah binti Khawailid yang akan membuat diri dan kehidupan kita menjadi lebih baik dan semoga Allah meridhoi setiap usaha kita untuk menjadi hamba-Nya yang taat dan patuh pada perintah dan larangan – larangan-Nya. (aamiin)

Imam Ibnu Katsir menyebutkan keutamaan Khadijah dengan bertutur,

“Wanita pertama yang dinikahi rasulullah saw adalah Khadijah,

Orang pertama yang beriman kepada Nabi berdasarkan hadits yang shahih,

Orang pertama yang mengerjakan shalat berjamaah bersama beliau,

Wanita pertama yang melahirkan anak untuk beliau,

Yang pertama kali diberitahu berita gembira dengan jannah di antara istri – istri beliau,

Wanita pertama yang diberi ucapan salam oleh Rabb-nya,

Mukminah yang pertama kali membennarkan Nabi Muhammad

Istri Nabi Muhammad yang paling awal wafatnya,

Jenazah pertama yang Nabi turun ke liang kuburnya di Mekkah.”

Kelebihan yang dimiliki oleh wanita mulia ini (Khadijah binti Khuwailid) sangatlah banyak, secara sederhana dan umum kita bisa mengetahuinya sebagai seorang wanita yang bercita – cita tinggi, berperangai halus, berwawasan luas, suci dalam menjalankan keyakinan agamanya, jernih dan bersih sampai dia dikenal di kalangan teman sebayanya dan komunitas wanita Quraisy dengan julukan Ath-Thahirah (wanita yang suci). {Wanita – wanita mulia di sekitar Nabi : Abu salsabil Muhammad Abdul Hadi }. Maka pantaslah beliau dihormati sebagai wanita terkemuka ditengah kaumnya, bahkan disegani karena kebijaksanaanya yang walaupun kaya tidak seperti kebanyakan orang kaya lainnya yang sombong bahkan angkuh, sedangkan Khadijah sekali lagi adalah seorang wanita yang halus budinya, luas pengetahuannya. Kehidupannya yang nyaman dalam gelimang harta dan tingginya kedudukan sebagai putri seorang hartawan dan bernasab mulia tak melenakannya dalam kehidupan dunia, ia tetaplah sebagai wanita, namun wanita yang luar biasa yang memiliki cita – cita tinggi nan mulia. Khadijah wanita yang suci dalam menjalankan keyakinan agamanya, murni tanpa menduakan Tuhan dengan berhala – berhala atau apapun jua. Sedangkan pada masa itu dimana kemusrikan merajalela.

Khadijah hidup menjanda. Sebagai pemuka wanita Quraisy yang tak bersuami, betapa banyak lelaki mulia dari kalangan pemuka Quraisy yang berdatangan ingin meminangnya, akan tetapi Khadijah berpegang teguh pada harapannya dan cita – citanya yang tinggi bahwa ia berkeyakinan suatu hari nanti ketetapan takdir telah menyimpan untuknya sesuatu yang lebih agung dari semua itu.

Sedangkan pada saat ini lihatlah betapa banyak wanita yang menjajahkan kecantikannya dan kehormatan hanya untuk menarik laki – laki impian, akibat termakan oleh dongeng cinderella atau cinta yang telah termanipulasi oleh kepentingan tertentu. Jangan tunjuk siapa orangnya ? akan jauh lebih baik kita berkaca, jangan – jangan itu adalah kita? Oleh karena itu amat penting bagi kita untuk meneladani dan menghayati serta mencontoh salah satu wanita terbaik dalam Islam yaitu : Khadiah binti Khwailid.

Sebagai seorang istri dari manusia terbaik Khadijah menghiasi dirinya dengan iman yang kuat, cerdas dan perangai yang begitu indah, beliau memperlihatkan kepada kita agungnya kedudukan suami dalam islam. Sudah seharusnyalah setiap istri menempatkan diri di samping suaminya sebagaimana Khadijah menempatkan diri di samping suaminya. Akan tetapi  pada saat ini, mengapa banyak terjadi sebaliknya ? seorang istri meninggalkan suaminya ? dengan mudahnya seorang wanita meminta atau mengucapkan kata – kata cerai pada suaminya ? sangat memprihatinkan bahwa angka gugat cerai terus meningkat setiap tahunnya. Terlebih, sebagian besar perkara gugat cerai tersebut dilatarbelakangi oleh motif ekonomi (Data tahun 2010 – 2015 menurut berbagai sumber) Tentu perceraian ini tidak hanya terjadi oleh talak yang diajukan pihak suami, namun juga diimbangi gugat cerai yang diajukan pihak istri. Rasulullah saw bersabda tidak ada suatu yang mubah yang lebih dicintai oleh Allah selain nikah dan tidak ada sesuatu yang mubah yang lebih dibenci Allah selain talak. Pada hakikatnya penyebab kandasnya sebuah pernikahan banyak pasangan suami – istri itu mereka telah melupakan tujuan pernikahan yaitu untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawadah dan warrahmah dan juga merupakan salah satu bentuk ketaatan terhadap perintah Allah SWT dan sunnah Rasulullah saw.

Sebagai seorang muslimah seharusnya kita mencontoh Khadijah binti Khwailid, meneladani beliau, menghayati kisah hidup beliau agar jika kita sebagai seorang istri kita dapat setia dan taat kepada suami sebagaimana Khadijah binti Khwalid memuliakan suaminya, dan bila kita adalah seorang muslimah yang tengah memantaskan diri untuk kelak bertemu dengan jodoh kita maka wajib bagi kita menjaga izzah dan iffah kita sebagaimana Khadijah binti Khawalid memegang teguh harapan dan cita-citanya

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s