Keguguran Tidak Menggugurkan Keimanan

mestkristiaANAK adalah hak prerogative Allah SWT. Bagaimana pun kita mendamba kehadirannya, terlebih bagi mereka yang telah menanti bertahun-tahun lamanya, bahkan  mereka yang masih pengatin baru, ia tidak akan lahir di dunia tanpa kehendakNya, “Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki,” “Atau Dia menganugrahkan jenis laki-laki dan perempuan, Dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa .”(QS. Asy-Syuura ayat 49-50)

Ketika keinginan untuk memiliki buah hati terwujud, sungguh tiada tara bahagianya bagi sepasang suami-istri itu. Mereka baru menikah sebulan lalu, tapi sudah mendapat berita kehamilan. Tentu saja, kabar baik itu menambah cinta dan kasih keduanya. Dielusnya perut sang istri dan didoakannya dengan doa nabi Ibrahim Rabbi hab lii minash shaalihiina “Ya, Tuhanku anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh.” (QS. Ash-Shaaffaat:100)

Tiada henti sang suami memandangi istrinya dengan sinar kebahagiaan yang terpancar dari bola matanya, sampai-sampai istrinya bergumam ‘Rasanya sudah tak sabar menanti kelahiran buah hati kita ke dunia.” Dijawab dengan penuh kelembutan oleh suaminya, ‘Sabar sayang,”. Akan tetapi, belum genap 2 bulan usia kehamilannya, sang istri mengalami keguguran. Hati orang tua mana yang tak merasakan kesedihan? Rasulullah SAW pun menangis saat kematian putranya Ibrahim; Nabi Ya’qub AS pun menangis ketika Yusuf AS dikabarkan meninggal dimakan srigala.

Kejadian seperti ini banyak dialami oleh orang-orang di sekitar kita atau bahkan kita sendiri mengalami hal ini. Tidak perlu kita pertanyakan kembali, “Bagaimana rasanya?” Terkadang, untuk sekadar mengenangnya pun sungguh tak mampu. Hanya sabar dan keyakinan pada Allah SWT lah yang dapat menguatkan pasangan mana pun di dunia ini atas kesedihannya saat buah hati kembali kepada pemilikNya. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu.” (QS. Ali-imron:100).

Bukan hanya kita saja yang pernah mengalami perasaan teramat sedih bahkan tak tergambarkan sakitnya ketika seorang anak yang kehadirannya sungguh dinanti-nantikan, namun pada akhirnya anak itu kembali ke sisiNya. Lebih dari itu, ada juga yang sampai berkali-kali istrinya keguguran bahkan ada pula yang untuk menerima kabar baik pun tidak pernah ia dapatkan. Ia hanya mampu memendam harap, hal ini tentu saja sama-sama menyakitkan.

Melihat anak-anak tetangga yang lucu dan menggemaskan, bermain dengan keponakan, dan memandangi foto-foto babby, maka air mata itu akan tumpah, bila tak di pipi maka sudah menggenang di dalam hati. Oleh karena itu, bagi kita yang telah dikaruniai buah hati, jagalah hati-hati mereka dengan tidak sesuka hati mem-posting atau mengumbar kebahagiaan bersama anak-anaknya di Medsos. Ingatlah dalam setiap langkah dan tutur kita, selalu ada hati yang wajib kita jaga karena setiap hal yang mungkin sangat membahagiaan kita namun di sisi lain menjadi duka bagi saudara kita.

Dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : “Allah SWT berfirman (yang artinya): “Tidak ada balasan bagi seseorang hambaKu yang mukmin apabila Aku mengambil kekasihnya dari penduduk dunia, kemudian ia mengharapkan pahala, melainkan surga”(HR. al-Bukhori). Keguguran atau pun kematian saat anak itu tengah tumbuh dan berkembang hakikatnya bukanlah kehilangan, sebab anak bukanlah milik kita tapi milik Allah SWT. Kita hanya dititipi anak sebagai amanah yang akan kita pertanggungjawabkannya kelak di akhirat.

Itulah kita yang sering merasa memiliki apa yang bukan milik kita, ketika diambil Sang Pencipta. Cinta kepada sesuatu hal ada batasan-batasannya yang tidak melebihi kadarnya. Demikian pula dengan seorang anak, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali-Imran:14).  Bagi orang yang beriman makna kehilangan adalah ridho dan ampunan Allah SWT serta SurgaNya. Wallahu A’lam Bishawab

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s