Perhatian ! Hati – Hati sama Istri

fc8d83ef6546ee86412b0354b33232c7

Seberapa sering anda digombalin suami ? kalau jawabanya anda sering berarti lebih mending daripada gak pernah digombalin ? wanita itu butuh perhatian dan terkadang ‘gombalan’ suami akan membuat istri menjadi GIDIK ( Girang dikit ) minimal membuat istri tersipu malu. Tentu rayuan suami kepada istrnya bukan hanya sebatas gombal – gambil biasa tapi wujud dari perasaan cinta yang sesungguhnya. Karena betapapun kata – kata sang suami mungkin terlalu berlebihan tapi itu lah bentuk perhatiannya kepada istri. “Suami saya mah cuek bebek, boro – boro ngegombal muji aja jarang” ada seorang istri yang curhat begitu sama tetangganya. Kebayang kan rumah tangganya ? hambar! Lah, buktinya si istri bisa ampe ngeluh begitu ?.  Istri yang tidak mendapatkan perhatian dari suaminya cendrung mencari hiburan lain contoh kecilnya bergosip dengan tetangga, mempergunjingkan kehidupan orang lain. Jadi kalau ada ibu – ibu yang ngumpul terus ngerumpi itu berati ibu – ibu yang haus akan kasih sayang.

Kalau kita jalan – jalan ke mall atau ke tempat – tempat umum lainnya dan melihat ada seorang pria membawa tas atau bawaan lainnya milik si pasangannya. Wanita manapun akan merasa iri, terlebih lagi bagi seorang istri yang merasa tak pernah atau sampai ‘segitunya’ diperlakukan oleh suami mereka. Memang banyak suami yang hampir tak peka pada hal – hal seperti itu, mengatasnamakan rasa ‘malu’ / gensi atau memang benar – benar tak punya perasaan cinta kepada istrinya, dan sebagian kecil lainnya laki – laki dingin seperti bebek, cuek!. Laki – laki terbaik diantara laki – laki di luar sana adalah para suami yang tak membiarkan istri memikul beban berat ditangannya, seperti barang belanjaan. Paling tidak itu wujud dari perhatian suami kepada istrinya.

Perhatian yang diberikan seorang suami kepada istrinya ibarat embun pagi yang menetes dari pucuk daun, menebarkan perasaan nyaman dan semerbak kebahagiaan bagi si istri. Tidak ada yang sulit bila seorang suami memuji masakan yang dimasak istri walaupun keasinan, memuji kecantikan istri walaupun sudah banyak yang berubah seperti berat badan yang semakin bertambah atau wajah yang terlihat kusam seharian. Tau kah para suami betapa menjadi seorang istri sekaligus koki itu tak semudah perkiraan mereka, istri memasak dengan segenap perasaan cinta dan berharap sang suami suka masakannya sekaligus memperhitungkan nilai gizi dan cita rasa yang menggugah selera. Kelihatannya mungkin mudah hanya diam seharian di rumah, padahal membersihkan dan memelihara kesehatan dan kenyamanan rumah merupakan pekerjaan yang cukup melelahkan dan menguras tenaga.

Sebagai istri  juga jangan melulu terlalu ‘baper’ bawa perasaan. Dikit – dikit ngambek, dikit – dikit judes, dikit – dikit cemberut. Ngeliat istri orang diperlakukan sedemikian rupa ‘romatis’ sama suaminya, eh menuntut hal yang sama kepada suami di rumah. Setiap suami punya cara berbeda – beda dalam memperlakukan istrinya. Ada seorang suami yang secara diam – diam menunjukan rasa cinta kepada istrinya. Walaupun suami kita mungkin tak seromantis yang diharapkan tapi suami kita mungkin hampir tak pernah menyakiti perasaan kita dengan perbuatan atau pun perkataanya, ia seorang suami yang setia menjaga hati istrinya.

Kita tentu telah menganal baik dengan siapa kita menikah, bukan dengan seorang yang sempurna. Tapi dengan seseorang yang mau menerima kita apa adanya, dan akan setia menemani kita baik dalam keadaan suka maupun duka. Mungkin ada baiknya kita sering bernostalgia dengan sang suami mengenang masa – masa indah saat menjadi pengantin baru, saat – saat terindah dalam masa kehidupan berumah tangga dengannya, agar kita tak melulu mengeluh dan merasakan bahwa rumah tangga ini hanya sebatas ‘hidup bersama’. Berlalunya waktu seharusnya tidak mengikis habis perasaan cinta dalam hati kita. Karena cinta adalah anugrah sang Kuasa, maka cinta yang didasari oleh-Nya akan terus terpelihara, tumbuh tanpa berkurang rasa maupun nilainya. Menikah dengannya adalah kebahagiaan, walaupun kadang tak sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka tidak ada penyesalan dalam pernikahan kita, karena kehidupan dalam sebuah pernikahan tak melulu soal kebahagiaan tapi juga perjuangan untuk saling melengkapi bagian dari diri kita yang tak lengkap sehingga menikah dengannya akan sempurnalah kehidupan kita, biarpun kadang kalanya ada setetes luka, yang akan selalu termafaakan untuk orang yang kita cintai karena Allah azza wajalla.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s