Merenovasi Rumah Tangga

mestifarahSeorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak yang masih balita & batita mengeluhkan keadaan rumah tangganya dengan mengatakan suaminya sudah sangat disibukkan oleh tugasnya mencari nafkah dan dengan kata lain tidak ingin direpotkan oleh keadaan rumah yang berantakan ataupun aktivitas putra – putrinya yang seringkali merengeknya saat dia ada di rumah. Ditambah lagi suaminya mengatakan seharusnya banyak hal yang bisa dilakukan oleh si istri yang seharian  berada di rumah. ‘Suamiku’ lanjutnya, ‘merasa bahwa banyak waktu lebih yang seharusnya aku gunakan untuk ini dan itu, padahal aku telah berusaha mengatur sedemikian rupa sehingga semua pekerjaan rumahku selesai sehingga suamiku bisa istirahat dengan tenang sesampainya ia di rumah dan melepas lelah karena seharian telah bekerja keras di kantornya. Bahkan tidak ada waktu untukku me time menikmati hidupku sendiri bila aku merasa sangat kelelahan dengan keadaanku. Aku sadar diri bahwa aku tak punya daya dan upaya apapun karena dari tangan suamikulah aku dapat makan, membeli pakaian dan apapun yang aku gunakan saat ini’   

Mungkin masih banyak lagi ibu rumah tangga yang merasa demikian, tak ada tuntutan sebenarnya dari mereka hanya sesekali mereka mengeluh karena ingin didengar, diperhatikan dan kembali merasakan cinta dari seorang suami, yang sebagian waktunya telah habis seharian di tempat kerja. Pernikahan itu bukanlah sebuah pekerjaan yang tugas –tugasnya telah ada pada masing – masing bagian, suami menjadi kepala rumah tangga yang bertugas mencari nafkah dan istri sebagai ibu rumah tangga yang kerjaannya sibuk mengatur rumah, seperti masak, mencuci pakaian, merapikan rumah dan sebagai macamnya (Ini istri bukan pembantu) sekali lagi bukanlah itu.

Dan kehidupan sebagian besar rumah tangga kita adalah seperti itu, keduanya telah mempunyai kerjaan masing – masing sehingga tak ingin direpotkan oleh yang lain, bukan seperti itu sebuah  pernikahan, seharusnya ada kerjasama diantara keduanya, atau paling tidak saling pengertian. Karena seorang suami juga telah berusaha sepenuhnya untuk dapat melindungi keluarganya dari segala kekurangan, seperti makan yang cukup, pakaian yang layak dan kondisi rumah yang mampan, tentu dengan segala kekurangannya.

Bilamana seorang suami dapat mendengar suara hati istri di rumah adakah suami masih berkeberatan hanya sekedar menaruh piring bekas makannya lalu mencucinya ?, ini bukan persoalan sepele tapi dari hal kecil itu ada cinta yang akan terus tumbuh dan kian mekar menebar kasih dan sayang. Dan jika ada istri yang terus saja mengeluhkan keadaan suaminya, ingatkan ia kembali bahwa tak mudah bekerja di luar rumah mencari kebaikan dan menjaga cinta hanya untuk istrinya yang setia menunggunya di rumah. Inilah rumah tangga dimana istri dan suami dapat selalu membaca hati masing-masing lewat cinta dan kepercayaan yang telah mereka bangun. Jadikanlah rumahmu surga dimana di dalamnya ada banyak kebaikan dan keberkahan sehingga akan mendapatkan banyak kebaikan di dalamnya. Jangan hanya sibuk merenovasi bentuk rumah dan sebagainya tetapi perbaikilah hubungan-hubungan yang ada di dalamnya seperti; mempererat ikatan cinta antar penghuninya.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s