Peran Utama

Terlalu sering kita terpaku terlalu lama pada kisah – kisah drama atau hanyut dalam cerita sebuah novel romance. Kadang malah jadi salah tingkah dan bikin senyam – senyum sendiri, seolah kita lah peran utamanya.  Membayangkan, betapa bahagianya bila seperti ini dan seperti itu. Mirip dongeng cinderella.  Semoga bukan kita ? yang walaupun tak seindah di dalam drama. Inilah kehidupan yang sebenarnya. Walau terkadang lebih dramatis, tapi kita lah peran utama dalam drama kehidupan kita masing – masing.

Slide5

“Bahagia sekali memiliki pasangan yang romantic, cute, selalu memberikan kejutan manis, wajah rupawan, kebetulan juga dia seorang jutawan dan menerima aku apa adanya, ditambah sholeh dan ahli ibadah”. Ketika membuka mata, itu hanyalah mimpi. Kenyataannya yang berada disebelah kita adalah seorang pria biasa bahkan serba biasa dari penampilan sampai kelakuan. Kita sudah dikontrak seumur hidup untuk menjadi istrinya. Dia bukan suami yang romantis, bahkan terkadang sinis. Dilihat dari sisi manapun dia bukan suami yang cute, dia suami yang memang sering kasih kejutan tapi gak ada tuh manis – manis nya, kelakuannya sama aja, seringnya bikin sensi, sering marah – marah jadi suami.  Mau bagaimana lagi ?

Di awal – awal pernikahan memang serasa dunia milik berdua, orang lain dianggap pelangkap. Perasaan cinta begitu menggebu – gebu ibarat api yang membakar kayu, bergelora membara. Segala hal tentangnya menjadi indah, sampai kebiasaan buruk pun dimaklumi awalnya. Tapi hari berganti hari, bulan berganti tahun dan seterusnya, kita semakin biasa tanpa getar – getar cinta seperti yang dulu, lalu sekarang menjadi hanya sepasang suami – istri tidak seperti sepasang kekasih. Pernikahan hanya menjadi pembagian tugas masing – masing, suami menjadi kepala rumah tangga yang kerja menafkahi keluarga dan istri sebagai ibu rumah tangga yang sibuk mengatur rumah. Inilah drama sebagian besar kita dari kehidupan rumah tangga.

Drama kehidupan rumah tangga memiliki banyak sisi yang tak melulu episode percintaan tapi juga sebuah kisah panjang yang penuh lika – liku, kita harus mengerahkan seluruh daya dan upaya untuk terus memerankan peran kita masing – masing, rasa bosan, lelah, dan kadang merasa tak berdaya itu wajar, ini adalah rumah untuk kita terus tumbuh menjadi pribadi yang semakin baik, untuk diri sendiri, untuk pasangan dan untuk anak – anak kita nantinya.

Ini kehidupan kita tapi jangan sampai kita hanya menjadi penonton dalam drama kehidupan kita dan memberi tepuk tangan pada kebahagiaan orang lain ?. Terlalu sibuk melihat panggung kehidupan orang lain dan membuat perbandingan bahwa ternyata banyak yang kurang pada kehidupan kita hanya akan membuat kita sepi dan sendiri, banyak yang kurang dari rumah tangga kita hanya akan menimbulkan ketidakbahagiaan di dalam hati kita maupun pasangan kita. Terkadang kita memang ahli dalam mendramatisir kehidupan. Melihat orang lain serba luar biasa dan melihat pada diri sendiri sebagai manusia yang paling menderita.

Kita adalah apa yang kita pikirkan, maka untuk apa memusingkan kehidupan orang lain, kehidupan glamor artis – artis atau kehidupan tetangga yang ‘kelihatannya’ lebih harmonis daripada kehidupan rumah tangga kita ?. Kita tak tahu kebahgiaan yang dipertunjukkan oleh orang lain itu apakah asli atau palsu ? tapi apa untuknya bagi kita ? bila hanya membuat kita semakin nelangsa karena merasa tak sebahagia mereka ?. Itu adalah drama kehidupan mereka. sedangkan kita adalah peran utama dalam kehidupan kita yang harus kita jalani dengan perjuangan dan kebahagiaan. Maka mulai sekarang berkomitmenlah pada kehidupan kita masing – masing bahwa kita sendirlah yang akan membuat kebahagiaan menurut diri kita, kebahagiaan menurut versi kita, bukan hanya sebatas kebahgiaan yang digelar oleh orang lain dengan kemewahan, keromantisan atau apapun yang terlihat didepan mata kita.

 

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s