Belajar Dari Anak-Anak Kita

Anak adalah anugerah yang harus disyukuri, bagaimanapun keadaannya. Betulkah begitu wahai ibu dan ayah sekalian? tentu bagi anda yang telah memiliki buah hati hal ini benar adanya. Sedangkan bagi para pasangan yang masih menantikan kehadiran anak tetaplah menggantungkan harapan hanya kepada Allah semata. Dan untuk anda yang belum menikah ? anggaplah keponakan – keponakan anda adalah juga anak anda pun anak – anak tetangga.

11072230_10204160191189294_300274279_n

Anak – anak kita yang bukan hanya terlahir dari hubungan biologis saja tapi juga anak – anak tetangga dan seluruh anak bangsa adalah tanggung jawab kita bersama untuk turut serta mengawasi pertumbuhan mereka dan memastikan anak – anak itu mendapatkan kehidupan yang layak sebagai anak – anak tentunya. Jangan hanya karena mereka anak – anak tetangga yang berada dalam lingkungan luar rumah kita lalu kita tak peduli terhadap perkembangan mereka ? paling tidak coba lah untuk memastikan bahwa mereka aman tanpa gangguan orang lain yang mempunyai niat buruk terhadap mereka selama kita masih memperhatikan anak – anak itu bermain secara aman sejauh dari pandangan kita. Misalnya, ketika kita mengetahui anak – anak itu mengalami tindakan buruk seperti tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekat mereka atau bahkan orang tua mereka sendiri lalu kita berdiam diri karena menganggap itu bukan urusan kita, dan anak – anak itu bukan anak – anak kita, tidak sepantasnyalah kita bersikap demikian, banyak hal yang dapat kita lakukan paling tidak kita bisa melaporkan hal tersebut kepada pihak terkait. Ingatlah mereka juga anak – anak kita walaupun bukan terlahir dari rahim kita.

Saat anak – anak itu semakin tumbuh bukan suatu hal yang mudah, banyak ragam polah yang membentuk karakter mereka sesuai dengan tingkat perkembangan emosionalnya, memasuki masa balita / masa GOLDEN EGE  atau masa keemasan, pada masa itu anak – anak begitu mudah menyerap apa yang tertangkap oleh mata dan apa yang didengar oleh telinganya hingga dapat berpengaruh besar bagi perkembangan mental dan spiritualnya. Dan ternyata, kita pun bisa belajar dari karakter anak bukan hanya anak melulu yang harus belajar banyak dari orang tuanya. Hampir setiap hari kita menyaksikan anak – anak kecil bermain di lingkungan rumah atau di dalam rumah kita sendiri?!. Dari interaksi sesama balita itu mari coba kita perhatikan,  sungguh mereka adalah “pekerja” professional, tak pernah lelah bermain tapi itulah yang namanya belajar bagi mereka. Sedangkan pada kalangan dewasa, rasanya nyaris sulit mencari pekerja yang professional, sering kali kita beralasan cepat lelah lah, terlalu sulit lah, pekerjaan belum selesai sudah ingin istirahat lah, dan parahnya, sebagian dari kita hanya bekerja tanpa semangat dan tanpa dedikasi yang jelas. Malah tak jarang hanya mengharap materi. Sekali lagi perhatikanlah baik – baik kemudian renungkan! lihatlah anak- anak yang bertengkar, perhatikan mereka dalam menyelesaikan masalahnya. Misalnya, sewaktu berebut mainan, mereka bertengkar, tapi mereka tidak perlu waktu lama untuk saling menyapa dan melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Tak tampak dendam diantara mereka, seakan – akan ingin menunjukan  bahwa mereka adalah mitra yang baik dan kompak dalam bekerja. Subhanallah, sungguh luar biasa. Meski kita menganggap mereka anak kecil, namun nyatanya mereka berjiwa besar dan terlihat matang dibanding orang dewasa-yang kadang berjiwa kerdil. Jika berbicara soal akal, orang dewasa memang lebih berakal daripada anak – anak. Tapi sudahkah kita intropeksi dan memperbaiki kekeliruan yang ada? Bekerja sama dengan profesioanal, tidak ada dendam , selalu berfikir positif dan saling memaafkan ?

Karena itu, jangan sepelekan anak kecil. Karakter anak – anak yang murni dan jauh dari manipulasi justru bisa menjadi guru bagi kita, orang dewasa, untuk banyak belajar bagaimana sesungguhnya karakter kita. Belajar dari anak – anak tak akan membuat jatuh harga diri kita dihadapan mereka, karena telah banyak yang mereka berikan kepada kita yaitu cinta dan kebahagiaan atas kehadiran mereka dalam kehidupan kita.

 

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s