‘da aku mah apa atuh’ hanya Hamba Allah

“Da Aku mah apa atuh”

1af178c1e677388cb6cfd6b7287ead3ePasti udah pada dengerkan kalimat singkat itu ? atau sering mengucapkannya ? entah itu dalam keadaan serius atau memang situasi bercandaan ? kalimat sunda yang lagi nge-hits banget tuh, yang entah karena adanya lagu dengan judul yang sama atau karena memang kalimat itu mampu merepresentatifkan diri kita ?, namun disisi lain kalimat tersebut menunjukan tentang keadaan merendahkan diri. Kata – kata itu memang bukan seriusan, ya seperti sesuatu yang dianggap lucu – lucuan karena biasanya diiringi kata konyol setelahnya.

Berhubung saya orang yang seriusan, jadi ya saya seriusin deh kata itu :p so, yang saya tahu dari ‘sikap’ rendah diri adalah ketidak mampuan memandang dirinya dan orang lain dengan benar. Seperti salah menilai dirinya sebagai (manusia) tidak mampu, tidak cantik atau tampan, atau TIDAK PANTAS dan penilaian sebaliknya pada orang lain, seperti orang lain yang lebih pantas. Dan dari hal ini mari kita merenungi sebuah ayat,
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat:13)

Jadi sebenarnya seluruh manusia yang tinggal di atas muka bumi ini adalah satu keturunan dan mempunyai derajat yang sama. Lalu, mengapa kita harus merasa rendah diri di hadapan orang lain? “da aku mah apa atuh’. Bukankah orang lain juga sama-sama memiliki kekurangan dan kelemahan? Lagi pula apalah artinya ‘kita’ dihadapan manusia dibandingkan dihadapan Allah, merendah diri dihadapan manusia hanya akan hina, namun menghamba pada Allah Allah azza wa jalla adalah sebenar – benarnya Takwa.

Dan kenapa kita harus minder atau merasa rendah diri terhadap diri kita ? setiap kita punya kelibahan masing – masing begitupula orang lain yang juga tidak sepenuhnya sempurna. Selain itu sikap rendah diri dapat mengurangi rasa syukur dalam diri kita atas segala nikmat yang telah Allah SWT anugrahkan kepada kita. Rasa syukur itu sepenuhnya harus disadari dari segala hal, nikmat yang kita peroleh, baik besar, kecil, banyak maupun sedikit semata-mata karena anugerah dan kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Segala nikmat yang ada pada kamu (berasal) dari Allah,” (QS. An-Nahl: 53)

So, hati hati dengan kata “Da Aku mah apa atuh” karena menurut saya ada semacam penyakit menular yang berbahaya.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s