(Mencoba) Merenungi Al – hikam karya Ibn ‘Atha’illah

“Menggebunya semangat tak akan mampu menerobos benteng takdir”

7ea8d277f42f1766fa09a05171325dfcSaya terenyuh membaca kalimat tersebut, mengingatkan saya akan besarnya tekad dan keinginan saya akan sesuatu hal. Dan seringkali karena itu, saya pribadi lupa bahwa sejatinya segala sesuatu telah digariskan oleh Allah SWT, tentu Allah tahu mana yang terbaik untuk setiap umatnya, bukan semata apa yang menurut kita baik. “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

 

Membaca Kedalaman kitab Al – hikam karya Ibn ‘Atha’illah yang memiliki kedalaman makna dengan struktur kalimatnya yang cukup sulit dimengerti membuat saya lama termenung hanya untuk membaca beberapa bagian kecilnya saja. Inilah menariknya, setiap kalimat mengisyaratkan hikmah dan keluasan ilmu yang luar biasa. Bahkan terkadang menusuk jiwa, membuat diri ini kembali merenungi berbagai hal dalam kehidupan yang dijalani setiap menitnya. Bahwasanya kehidupan ini harus benar – benar dijalani dengan niat beribadah kepadaNya.

Coba simak munajat Ibn ‘Atha’illah berikut ini ;

“Tertundanya pemberian setelah engkau mengulang – ngulang permintaan, janganlah membuatmu berpatah harapan. Allah menjamin pengabulan doa sesuai dengan apa yang Dia pilih buatmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau ingin.

Berulang – ulang saya membaca dan menghayati munajat ini, sungguh betapa seringnya banyak diantara kita lelah pada doa – doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT, bahkan mengeluh dan kecewa akan doa yang belum terkabul juga. Apa yang salah dari doa kita ? mungkin kitalah yang salah dalam menyikapinya, saya jadi teringat apa yang telah disampaikan ust. Salim A. Fillah dalam bukunya dalam dekapan ukhuwah bahwasannya berbaik sangkalah kepada Allah atas setiap doa – doa kita.

Sebagai manusia janganlah semata – mata mengandalkan usaha, akan tetapi iringilah dengan doa, lalu bergantung, dan percayalah kepada Sang Pencipta yang memiliki cara –cara sempurna dalam menjawab setiap doa – doa kita. Allah yang Maha Tahu apa yang kita butuh, jangan lelah untuk terus berdoa atau mengulang – ngulangi doa kita, tetap bersabar dan berprasangka baik padaNya. ”Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku Perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang -orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Ghafir, 60)

 

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s