Sudahkah kita mencintai Rasulullah ?

7b66a66f80a41bf11f64c266cec95c30Siapa yang sedang dilanda cinta kepada kekasihnya ? pasti indah bukan ?! saya ingin bertanya kepada engkau yang tengah mabuk asmara, bukankah bila engkau mencintai seseorang, dengan berbagai cara engkau akan mencari tahu tentang seluk beluk orang tersebut bahkan dari hal – hal terkecil sekalipun seperti warna favorite, makanan favorite dan kegemaran lainnya. Bukankah seperti itu ? karena semakin banyak tahu tentang orang yang kita cintai maka akan semakin membahagiakan.

 

Baik, berbicara mengenai orang yang kita cintai, selain orangtua, keluarga, sanak saudara, atau bahkan kekasih. Siapa manusia di dunia ini yang paling engkau cintai ? yang paling pantas engkau cintai lebih dari engkau mencintai dirimu sendiri ? tentu, ia adalah Rasulullah saw ? pasti engkau pernah mengaku bahwa engkau mencintainya ? sungguh – sungguh pengakuan yang keluar dari hatimu terdalam. Lalu dari mana cinta itu tumbuh ? tidak tiba – tiba muncul begitu saja bukan ? atau itu hanya sebuah pengakuan yang keluar dari mulutmu begitu saja hanya karena berupa bentuk rasa hormat ? dan tidak lebih daripada engkau menghormati dirimu sendiri dengan rasa cinta yang berlebihan ?

Cinta itu seperti tanaman yang akan kita tanam didalam hati, tentu kita harus mengenal dan mencari informasi sebanyak – banyaknya tentang tanaman yang akan kita tanam itu bukan ? agar kita tak salah memeliharanya ? harus diberi pupuk, dirawat dan setelah melewati proses tanam yang tidak sebentar barulah terlihat, entah buah ataupun bunga yang kita harapkan. Begitu pula cinta yang akan kita berikan kepada manusia terbaik, Habiburrahman (kekasih Allah) yaitu nabi Allah, Muhammad saw. Karena cinta tidak tumbuh begitu saja.

Apa yang telah engkau ketahui tentang Rasulullah ? manusia yang harus engkau cintai lebih daripada engkau mencintai dirimu sendiri ?, sebagaimana yang telah dikatakan umar kepada kekasihnya Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Tidak, demi Allah, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Maka berkatalah Umar, “Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri!” (HR. Al-Bukhari).

Sejauh mana engkau mengenal Rasulullah ? atau adakah usaha yang engkau lakukan untuk lebih mengenalnya ? seperti mengetahui kisah dan perjalanan hidupnya dan tentu mengamalkan apa yang beliau saw, ajarkan kepada kita sebagai panduan menjalani kehidupan ini. Tahukah engkau bahwa manusia terbaik yaitu Nabi Muhammad saw begitu berhak mendapatkan cinta sempurna yang akan semakin mendekatkan kita pada Rabb-nya. Beliau saw, sangat pantas untuk kita cintai tanpa ragu dan tergugu sedikit pun. Cinta yang harus kita persembahkan kepadanya agar semakin bertambah keimanan kita. Sebagiaman hadis diatas “demi Allah, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.”. Oleh karena itu bila jawaban dari pertanyaan siapa yang engkau cintai lebih dari dirimu sendiri belum mampu memberikan jawaban! Yaitu Muhammad saw, maka mulailah untuk lebih mengenalnya, salah satu caranya bisa dengan membaca Sirah Nabawiyah, renungi dan resapi setiap episode panjang kehidupananya. Maka jika engkau benar – benar ingin mencintai atau semakin mencintai tanpa cacat sedikitpun yang artinya engkau tidak akan terhalangi oleh cinta kepada dirimu sendiri, maka cobalah untuk sesegera mungkin mengenalnya lebih dalam.

“Demi Allah, salah seorang dari kalian tidak akan dianggap beriman hingga diriku lebih dia cintai dari pada orang tua, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari)

Engkau mungkin bertanya kenapa kita tidak dikatakan beriman sebelum mencintai Nabi Muhammad saw lebih dari diri kita ? dan untuk mendapatkan jawaban itu maka cobalah sesegera mungkin tanpa banyak alasan engkau mencari tahu sebanyak – banyaknya tentang Nabi Allah, Muhammad saw.

 

Kisah berikut ini mungkin dapat menjadi salah satu alasan kuat agar engkau dapat mencintai Rasulullah saw. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, suatu saat beberapa orang sahabat menunggu kedatangan Rasulullah saw. Tanpa sepengetahuan mereka, beliau keluar dan mendekati kerumunan mereka untuk mendengar pembicaraan yang sedang mereka perbincangkan. Salah saeorang dari mereka berkata, “Sungguh hebat, Allah Ta’ala telah mengangkat Nabi Ibrahim sebagai kekasih-Nya.” “Tidak ada yang lebih mengherankan daripada Nabi Musa yang telah berbincang – bincang langsung dengan Allah,” ujar yang lainnya. “Nabi Isa adalah Kalimatullah dan Ruhullah,” kata teman yang lain tidak mau kalah.

 

Mendengar itu, akhirnya beliau menampakkan diri seraya mengucapkan salam kepada mereka. Kemudian beliau bersabda, “Aku tadi telah mendengar semua yang diperbincangkan oleh kalian. Kalian merasa kagum bahwa Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah (Khalilullah), Nabi Musa adalah orang yang bercakap langsung dengan Allah (Najiyyullah), begitu pula Nabi Isa adalah Ruhullah dan kalimatullah. Ingatlah, bukan bermaksud sombong aku ungkapkan bahwa aku adalah kekasih Allah yang paling dekat (Habibullah), aku nanti akan membawa bendera keselamatan di Hari Kiamat. Selain itu, bukan sombong, aku adalah orang yang pertama kali menggerakkan pintu surga, kemudian Allah membukakan dan memasukkan aku ke dalam beserta kaum mukminin yang fakir. Aku juga merupakan orang yang paling mulia di antara manusia yang pertama sampai yang terakhir. Semuanya itu aku ungkapkan tidak bermasud sombong.” (HR. At-Tirmidzi dan Ad-Darimi) –

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s