“SPEAK” untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Belakangan ini saya lebih sering menonton dibandingkan membaca, walaupun membaca merupakan bagian yang tidak akan terlepas dari kegiatan harian saya. Sebelum menonton biasanya saya cari info tentang film – film apa saja yang ceritanya bagus, mengandung banyak pesan, inspiratif, tidak terlalu vulgar (soalnya rata – rata film luar), film yang pastinya mencerdaskan (memberikan info tentang banyak hal) dan yang terpenting film yang dapat membuat saya memahami setiap hal seperti ; pemikiran orang lain, atau dasar – dasar pemikiran orang lain akan sikap tertentu yang ia ambil. dll.

Nah, ada beberapa film yang saya tonton mengajarkan saya tentang bagaimana menjadi pribadi yang kuat, berani dalam bertindak yang benar, menjadi diri sendiri, penuh percaya diri dan bagaimana membuat sebanyak – banyaknya kenangan indah hingga dapat menghapus kenangan – kenangan buruk yang pernah terjadi dalam kehidupan. Dan salah satu film yang cukup berhasil membuat saya menjadi lebih baik dalam menyikapi setiap hal adalah film “SPEAK” film tahun 2004 yang diangkat dari sebuah novel karya Laurie Halse Anderson (maunya sih baca). Film ini berkisah tentang seorang remaja, yang memutuskan untuk tidak berbicara setelah mengalami tindak kekerasan seksual bahkan dengan orang tuanya sendiri setiap kali ditanya, jawaban yang diberikan hanya mengangguk atau menggeleng.

Dalam film ini Melinda Sordino busted yang dimainkan oleh Kristen Stewart sebagai peran utama, mengalami fase tersulit dalam kehidupannya sebagai seorang remaja yang mengalami traumatis yang harus ia rasakan sendiri tanpa mampu menceritakan keadaannya tersebut kepada orang lain. Seperti menelan semua permasalahannya sendiri. Menjadi sangat hancur dan tersesat, namun pada akhirnya ia memberontak pada keadaan dan berusaha dengan usaha yang besar untuk kembali pada kehidupannya. Ia berusaha mencari jalan terang untuk keluar dari kegelapan yang mencengkamnya. Saya ingat ketika Melinda merasa tertekan (dalam film tersebut) ia masuk kedalam lemari dan menyumpal mulutnya dengan kain lalu berteriak sekuat yang ia bisa. Anda bisa membanyangkan atau tertarik menontonnya sendiri ? dan mengetahui cerita lengkapnya.

Film ini mengajarkan kepada banyak remaja khususnya untuk berani berbicara tentang hal buruk yang mereka alami, paling tidak kepada orang tua mereka. Dan tidak menyembunyikannya sendiri yang pada akhirnya hanya membuat masalah yang tidak akan pernah terpecahkan, dan untuk orang tua bahwa lebih seringlah berbicara pada anak kalian tentang apapun yang mereka alami, beri mereka perhatian dan rasa nyaman.

Terlepas dari film tersebut, saya meyakini setiap kita mempunyai masa terberat dalam kehidupan, apalagi mungkin masa itu berada dititik dimana kita masih sangat belia, bahkan mungkin hingga kini saat itu menjadi bagian terburuk dalam ingatan kita dan kehidupan kita, dan tidak mungkin menghapusnya seperti membersihkan papan tulis. Tapi apapun yang pernah terjadi dimasa lalu, saat ini, detik ini, hari ini adalah masa yang sangat berharga untuk kita. Kita yang selalu dapat menjadi human better!

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s