Kriteria Utama

7eb3a92890aff49596677defeb95ed4bSalah satu dongeng Disney yang inspiratif (menurut saya pribadi ) adalah kisah Belle dalam cerita ‘Beauty and The Beast’ tentu Anda sudah tidak asing lagi bukan ? ya, kisah si cantik dan si buruk rupa yang mencari cinta sejatinya. Saya tidak akan mengulangi kisah itu secara merinci disini hanya ingin mengingat kembali hikmah dari cerita tersebut, dan kembali mengambil pelajaran untuk kehidupan kita yang lebih baik, yaitu kita tidak bisa mengetahui hakikat seseorang hanya lewat penampilannya, tetapi melalui pendekatan dan interaksi yang intensif dengan orang tersebut (contoh; dalam masa taaruf, Anda perlu mengkomunikasikannya kepada orang ketiga sebagai perantara yang dapat Anda percaya untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang calon Anda).

Para gadis yang tengah dalam masa penantian dan perjuangan dalam menemukan imam dunia dan akhiratnya, cobalah melihat kembali catatan Anda dalam daftar criteria pria idaman, jangan sampai keliru memilih ukuran dan standar yang sesuai seperti halnya menilai seseorang dari penampilannya semata. Adakah diantara kita yang hanya mengedepankan penampilan luar baik hal material maupun non material (mungkin ya ada, dan semoga bukan kita), dan membuat criteria paling belakang untuk moral agama, tabiat, cara bergaul, dan keteladanannya dalam hidup. Terlebih lagi ukuran pertama yang ditaruh banyak orang dan menurut mereka amat sangat penting yaitu cinta yang dalam. (semoga sekali lagi, bukan kita,) cinta pada manusia yang hakikatnya tak akan abadi karena yang kekal hanya Allah Azza WaJalla.

Banyak gadis saat ini yang tidak banyak berfikir ketika ada seorang pria datang melamarnya kecuali hanya sejauh mana kecocokannya, kesetaraan materi, penampilan, jiwa, harapan serta mimpi – mimpi dan faktor lainnya, tanpa pernah menggaris bawahi komitmen pria dalam memahami dan menjalankan Al – Qur’an, Al – Hadist, akhlak maupun etikanya. Dan liatlah, seperti yang sering kita saksikan bahwa banyak sekali tragedi perceraian dikalangan pasangan muda khususnya. Maka, sebelum kita bertindak gegabah dalam meraih kebahagiaan, niatkanlah karena Allah SWT alasan kita menikah dan memilih pendamping hidup yang baik dimata Allah,

“Dan nikahilah orang – orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang – orang yang layak (menikah) dari hamba – hamba sahayamu yang laki – laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (Q.S. An – Nur ayat 32)

Dan ingatkanlah wali kalian tentang pesan nabi kita tercinta, Muhammad saw,

“Apabila ada pria yang engkau ridhoi agama dan akhlaknya datang kepadamu, maka nikahkanlah ia. Karena kalau tidak, akan terjadi fitnah dan kerusakan yang dahsyat di muka bumi.” (H.R. Tirmidzi no. 1084)

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s