Tentang

Aku menitipkan rindu – rinduku pada nyanyian angin,

yang akan kau dengar bagai lagu kematian

Musim berganti kering

Kita hanya bisa diam dalam hening

 

Kau yang tahu hatiku

Dan berlalu bagai debu

Sedangkan aku

Bagai sepotong bara

Yang cinta nya tetap nyala

 

Kau begitu dalam untuk aku salami

Membuatku jengah mengucap kata cinta bercampur benci

 

Seperti mimpi,

Saat aku membuka mata,

Aku sendirian di dalam kamar yang dingin membeku

Aku akan terseyum dan pura – pura baik

 

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s