Ketika Tuhan Memberimu Kehidupan

205780_1794091984921_1618322137_1769145_6550647_n_largeHidup bukanlah pilihan, walaupun dalam kehidupan ini kita selalu dihadapkan dengan banyak pilihan. Orang yang menganggap hidup adalah pilihan, terkadang memilih untuk mati, mengakhiri hidup dengan cara – cara yang tragis seperti gantung diri, minum racun, menabrakan diri ke kereta dan seribu cara lainnya. Alasan pasti seseorang melakukan perbuatan itu memang begitu pribadi tapi sebagian besar bisa disebabkan karena persoalan – persoalan kehidupan yang memicu stress diantaranya; keinginan yang tidak kesampaian, diuber – uber utang, tekanan financial atau karena putus cinta dan masih banyak lagi faktor pemicu lainnya. Rasa keputusasaan menjadi penyebab utama dari tindakan bunuh diri yang dilakukan seseorang,walaupun sering pula dikaitkan dengan penyakit kejiwaan seperti ganguan bipolar (contoh kasus terkini, Robin Williams ) dan gangguan kejiwaan lainnya yang dapat dijelaskan secara medis atau dunia kedokteran.

Sebagaian dari kita berpendapat “nggak habis pikir kok senekat itu ya ?kok sampe segitunya ya ? kok b..d.h banged ya ?dan pertanyaan – pertanyaan lainnya yang membuat kita tak pernah habis memikirkannya. Kita hanyalah seseorang diluar dari mereka yang mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya, kita bisa saja menganggapnya sesuatu yang diluar pikiran kita (kita tak terpikirkan melakukan tindakan senekat itu, paling hanya sebatas yang pernah terucap karena faktor emosi sesaat) tapi kok mereka sedemikian nekad ? bahkan hanya karena alasan – alasan yang sekali lagi menurut kita tidak masuk akal, alasan yang sepele seperti beberapa kasus yang pernah terjadi di Indonesia dimana seorang anak sd melakukan aksi bunuh diri karena sering diejek atau karena dilarang pergi bermain seorang anak sd bunuh diri dan masih banyak kasus lainnya yang bisa Anda temukan info selengkapnya di media cetak maupun media elektronik.

Banyaknya kasus – kasus seperti itu terlebih lagi di kota – kota besar yang tekanan kehidupan semakin besar seharusnya menjadi bahan perenungan kita bersama agar kita secara pribadi dapat membentengi diri kita dari pemikiran – pemikiran singkat semacam itu dengan pelbagai cara yang bisa kita lakukan diantaranya berfikir positive, menanamkan sikap optimisme dalam kehidupan, memotivasi diri sendiri, bersikap penyayang terhadap diri sendiri maupun orang lain bahkan makhluk hidup lainnya, dsb. Akantetapi yang paling mendasar yang harus kita tanamkan dalam diri kita adalah bahwa kehidupan ini hanyalah barang titipan yang diberikan Tuhan, kita telah diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menjalani misi dalam kehidupan ini, yaitu agar kita taat padaNya, Allah Swt menjelaskan dalam firman-Nya, bahwa tujuan hidup manusia adalah semata-mata untuk mengabdi (beribadah) kepada-Nya, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah kepadaku.” QS. Adz-Dzariyat ayat 56 “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”QS. Al-Bayyinah ayat 5.

Manusia akan selalu dicoba dan diuji oleh segala macam problema kehidupan, Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambaNya, Ia pun tak akan membebani seseorang diluar kesanggupan sang hamba, Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya……”. (QS. Al-Baqarah (2): 286). setiap orang punya porsinya masing – masing. Maka bila kita tengah dihadapkan pada persoalan dunia, hal pertama untuk menyelesaikan masalah itu adalah mengadu kepadaNya, memohon dan berdoa dengan sebaik – baiknya doa, bukan malah lari kemakhluk yang tidak ada jaminannya masalah kita akan benar – benar selesai, siapa tahu malah memperburuk keadaan dan menjerumuskan kita pada rasa keputusasaan.

Keputusasaan terjadi karena manusia menggantungkan segala harapan dan keinginan selain kepada Allah. Maka ketika harapan manusia tidak sesuai keinginanya, syatan datang menggoda dan melancarkan aksinya kepada setiap hamba yang tengah dalam kesulitan yang menghempit, hingga menjadi gelap mata dan melakukan tindakan nekad seperti bunuh diri. Sungguh perbuatan mengakhiri hidup adalah perbuatan yang terlaknat dan amat dibenci Tuhan. Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang bunuh diri dengan benda tajam, maka benda tajam itu akan dipegangnya untuk menikam perutnya di neraka Jahanam. Hal itu akan berlangsung terus selamanya. Barang siapa yang minum racun sampai mati, maka ia akan meminumnya pelan-pelan di neraka Jahanam selama-lamanya. Barang siapa yang menjatuhkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka ia akan jatuh di neraka Jahanam selama-lamanya. (Shahih Muslim No.158).

Selalu ada jalan yang bisa kita tempuh, berikhtiar maksimal dan diiringi doa terbaik dalam mencapai apa yang diinginkan, dan ketika ternyata tidak atau belum terwujud apa yang diharapkan dan dimimpikan lantas putus asa, sekali – sekali tidak! Allah masih menyuruh kita untuk tawakal “…Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan (keperluan)nya …. (QS. Ath-Thalaq:3). Yakinlah pada Allah, karena keyakinanmu itu akan membuatmu menjadi pribadi yang kuat. Keputusaasaan akan menyeretmu pada tindakan menghakimi diri sendiri dan membuatmu sulit mencari jalan keluar dalam setiap permasalahan, ingatlah hidup ini hanyalah titipan dan sebagaimana jika kita memberikan seseorang hadiah tapi yang diberi malah membuang dan tak menghargainya, bagaiman perasaan kita ? itu hanya gambaran kecil. Jalani hidup dengan selalu berpegang teguh pada keyakinan kepada Allah, bahwa setiap permasalahan dalam kehidupan ini akan cepat selesai dengan izinNya. Bertawakallah…..

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s