Agar Taaruf Berakhir Happy Ending Full Barakah

“Ya allah, Engkau tahu segala yang tersembunyi dalam hatiku. Aku ingin menikah, maka aku menjalani proses taaruf yang merupakan bagian dari bentuk ikhtiar dan kepasrahanku atas kuasaMu. Aku melakukannya dengan sangat hati – hati, menjaga adab dan memurnikan segala niat, aku ingin jalan yang aku tumpuh ini mendapatkan ridho dari-Mu. Jodohkanlah aku kepada seseorang yang menjatuhkan hatiNya kepadaMu, yang tunduk dan taat pada segala perintah-Mu dan Rasul-Mu. Maka jika dia jodohku, mudahkan dan lancarkanlah ”

8eec89438916f687cc13d1042a21c5be

Bagaimana doa taaruf kamu? yang telah atau saat ini sedang proses taaruf atau yang baru mau mulai taaruf dan tengah mempersiapkan doa terbaiknya?. Selama proses taaruf tak akan henti doa dipanjatkan, tak akan lelah untuk meminta yang terbaik dari sisiNya, shalat istiqoroh selalu dijalani untuk menambah setiap keyakinannya atau memohon jalan terbaik, menata hati dan pikiran disetiap waktu agar yang dipikirkan dan rasakan tak pernah lepas dari kuasa-Nya.

Keinginan untuk menikah adalah keinginan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah bukan hanya karena semata melihat usia yang sebentar lagi berkepala 3 atau karena perasaan iri melihat tetangga baru nikah atau hanya sebatas keinginan, bosan hidup sendirian. Tidak dipungkiri memang semakin hari semakin besar godaan dan bisikan syetan terhadap manusia khususnya untuk para bujangan dan para perawan, ada hal – hal yang semakin sulit untuk ditangani bila seorang diri disetiap menitnya, seseorang butuh orang lain untuk dapat membantu saling menjaga khususnya ditengah zaman yang semakin penuh kerawanan, agar menjadi hamba yang selalu istiqomah, oleh karena itu seseorang ‘butuh’ orang lain untuk saling melengkapi agar sempurnalah keimanan mereka. Kecintaan yang dapat membuat mereka semakin Taat kepadaNya.

Proses taaruf adalah salah satu bentuk ikhtiar sekaligus bentuk keyakinan akan janji Allah sebagaimana yang tertulis dalam kitabNya “… perempuan – perempuan yang baik untuk laki – laki yang baik, dan laki – laki yang baik untuk perempuan – permpuan yang baik pula… “ (Q.S. An-Nur ayat 26). Didalam proses taaruf terdapat kepasrahan bahwa kesungguhan untuk menyempurnakan agamaNya bukanlah sebatas niat suci menuju pernikahan, tapi juga menjalani proses yang suci pula, agar berakhir happy Ending full barakah. Lanjut atau tidaknya tergantung Allah, akhir seperti apa nantinya pun tergantung Allah, bila berjodoh ataupun tidak, jawabannya adalah ini merupakan jalan terbaik dari Allah. Hal menarik lainnya dalam proses ini bahwa pernikahan adalah sebuah penerimaan yang baik. Memposisikan diri sebagai seseorang yang dapat menerima orang lain dengan apa adanya selama agama dan akhlaknya baik terlepas dari pengharapan masing – masing bahwa aku ingin jodoh yang secara fisik begini atau secara karakter begitu. Sebelum mempertimbangkan banyak hal akan dirinya yang akan kau persilakan masuk kedalam kehidupanmu, terlebih dahulu pikirkanlah dirinya yang mungkin harus lebih banyak menerima apa adanya dirimu. Itu pasti, ada waktu untuk memikirkan masak – masak setiap tahapan dalam prosesnya; Tukar biodata-Ketemuan I kali, 2 kali atau lebih (dalam batasan)– Khitbah – dan Akad. Ada saat – saat mungkin goyah, yakin untuk tetap lanjut atau tidak. Jikalau tidak berlanjutpun harus didasari hal – hal yang syar’i bukan hanya karena hawa nafsu bahwa ternyata ia bukan typeku, terkadang memang hal demikian akan muncul tapi jika terjadi ingatlah kembali, telisiklah kembali niat awal dalam menjalani proses ini, kuatkanlah hati dengan berdoa, memohon petunjuknya “Jika dia jodohku, mudahkan dan lancarkanlah, dan mantapkan diriku dengan terus melakukan proses ini, jika mungkin dia bukan jodohku, aku memohon yang terbaik dariMu” shalatlah istiqoroh, memohon petunjuk dan pilihan terbaik dalam proses ini. Tahap demi tahap harus dilalui dengan penuh kesabaran, bagaimana tidak? cukup sulit menyatukan 2 orang dengan latar belakang yang berbeda terlebih lagi sebagaian besar orang yang melakukan proses ini belum pernah saling mengenal sebelumnya, tapi sekali lagi bukankah karena Allah menjalani semua ini, jadi harus dijalani dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, “Ya Allah, bimbing aku selalu”

Sebelumnya telah dikatakan bahwa taaruf adalah bentuk keyakinan akan janji Allah, tapi janji Allah untuk siapa ? tentunya untuk perempuan atau laki – laki yang baik, Allah berfirman “Katakanlah kepada laki – laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Q.S.An-Nur ayat 31) disambung kemudian dengan permulaan ayat ke 32 dari surat yang sama (Q.S.An-Nur) “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya,….” Dan melalui proses taaruf seseorang akan terjaga dari fitnah, terjaga hatinya. Apapun hasil dari proses taaruf yang dijalani seseorang, ia akan redho bila dari awal hingga akhir dijalani dengan penuh kesungguhan dan ketaatan pada Allah SWT. Taaruf akan berakhir dengan indah bukan hanya dipelaminan, tapi juga yang dapat menerima setiap keputusan dengan ketulusan.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s