Saat Perempuan Menentukan Pilihan

503aa1058e56be0396d98f4095b0bb1aUsia berapa sekiranya seorang perempuan mulai memikirkan sebuah pernikahan ? sebuah ikatan suci antara 2 orang manusia yang telah ditakdirkan (jodoh) dengan segala kondisi baik susah maupun senang, bukan sebatas impian sang cinderella yang berharap pangeran tampan rupawan dan gagah perkasa datang menjemputnya, meminangnya, menjadikannya permaisuri hatinya atau seperti kisah klasik lainnya dimana seorang perempuan mengharapkan sang punjangga hati membawakannya setangkai mawar tanpa duri dan mengajaknya menimati keindahan dunia hanya berdua. Sungguh itu semua adalah impian hampir sebagaian besar perempuan, makhluk Tuhan yang satu ini memang memiliki keluasan perasaan bahwa impian – impiaan seperti itu didasari oleh hatinya, mereka akan jauh lebih awal memikirkan tentang pernikahan dibandingkan laki – laki, bukan berarti kaum adam tidak memikirkannya akantetapi mereka lebih berfikir sistimatis dan tekhnis seperti lebih baik mempersiapkan segalanya baik material maunpun non material bukan sebatas angan – angan. Ah, terlebih lagi di zaman saat ini dimana terlalu banyak tuntuan bagi kita semua, baik karena adat ataupun tingkat sosial seseorang seperti masih lekat dalam kehidupan kita anggapan bahwa wanita yang telah dikatakan cukup umur untuk menikah antara 23 – 38 tahun sudah dikatakan perawan tua, bahkan di belahan daerah terdalam ‘perawan tua’ berkisaran antara usia 17 tahun lebih. Atau tuntuan bagi kaum laki – laki yang harus menyediakan mahar atau modal menikah dengan dana yang cukup besar bahkan fantastik sedangkan disisi lain mereka masih harus menanggung beban kehidupan keluarganya; kuliah adik – adiknya, ibu, saudara – saudaranya dan lain sebagainya.

 

Perempuan selain dihadapkan pada realitas tersebut yang terkadang bertolak belakang dengan segala harapan dan impian yang ia miliki, ia tetap dapat mengembang senyum dengan seribu makna yang tersimpan dalam hatinya (cukup hanya ia dan Tuhan yang tahu). Ketika dihadapkan pada jalan takdirnya, perempuan akan mandiri dalam menentukan sikap walaupun tak terlepas dari soal perasaan. Seperti ketika dihadapkan pada pilihan calon pendampingnya, yang seperti apa ? tentu ketika pemikiran untuk sebuah pernikahan telah matang, perempuan akan berkali – kali meyakinkan hatinya bahwa laki – laki yang dipilihnya akan mampu menuntutnya menjadi seorang istri yang sempurna dalam ketidaksempurnaan. Laki – laki yang seperti apa ? tentu tidak ada manusia yang sempurna seperti impian kebanyakan perempuan yaitu tampan rupawan – mapan – dan taat pada Tuhan. Seseorang mengatakan “Mencari seorang laki – laki yang akan kau jadikan seorang suami pilihlah dari 3 pilihan ini ; yang pertama baik agamanya tapi tidak punya cukup uang, yang kedua punya kecukupan materi tapi secara fisik tidak menarik, yang ketiga tampilan menarik bahkan mempesona tapi bre..s.k ! tentukan pilihanmu sekarang!. Terlepas ‘mau’ pilih yang mana ? tapi dari ke 3 pilihan tersebut adalah sedikit gambaran bahkan sebuah realitas yang harus dihadapi kaum perempuan dalam menjawab siapa jodohnya nanti.

Perempuan manapun pasti berharap mendapatkan suami terbaik, laki – laki yang mampu menerima dirinya apa adanya. Hal itu bisa menjadi landasan dasar bahwa disisi lain terimalah laki – laki dengan apa adanya dirinya, terlepas dari persoalan (agamanya yang baik, berpenghasilan cukup, bertanggung jawab dan lain sebagainya tentu ini merupakan hal penting yang akan menjadi pertimbangan). Maksudnya bersikaplah bukan sebagai perempuan pemilih, ketika ada yang datang dengan kebaikan agamanya tapi karena misal; fisiknya biasa dan bukan termasuk tipemu maka ditolak, dan ketika datang laki – laki kedua yang membuatmu terpesona dengan parasnya langsung diterima walaupun ternyata ada sifatnya yang tidak baik tapi kau malah berfikir bisa berubah (siapa yang akan menjamin hal itu).

Perempuan memang lebih banyak menggunakan hatinya oleh karena itu perempuan harus mulai menata hatinya terlebih dahulu sebelum ia sungguh – sungguh berkeinginan menikah. Karena pernikahan adalah ikatan seumur hidup bahkan hingga ke surgaNya.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s