Bahasa Amarah

b77b524935fd0a341236bc4d6f01e1d3Geram! saya melihat di jejaring sosial seperti facebook, twitter, blog yang saling menjelekan dan membuka aib, saling mengumpat, sindir – menyindir, merasa yang lain salah, seolah kebenaran hanya ada pada pihaknya. Sekalipun memang apa yang disampaikannya memang benar adanya, tidak bisakan tersampaikan dengan tutur dan kata yang lebih baik, apa perlu 1 semester lagi dan focus hanya pada mata pelajaran bahasa Indonesia ? lho.. agar setiap kita tidak hanya melulu menggunakan bahasa amarah, bukankah bangsa ini, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang berpenduduk ramah ? tapi mengapa sekarang ini berubah menjadi bangsa pemarah ? lihatlah bagaimana para ‘komentator’ di jejerang sosial menyuarakan ‘kebenaran’ dengan suara kekasaran dan kemarahan ?. Dumay (dunia maya) merupakan repesentatif masyarakat saat ini, contoh; facebook masuk dalam jajaran jejaring sosial terpopuler dunia dan di Indonesia facebook merupakan jejaring sosial paling popular. Its ok! bila hal itu kurang tepat, tapi setidaknya banyak hal yang kita dapat temui di dumay yang pada akhirnya berlanjut pada realita, contoh kasus terhangat adalah kasus Florence yang terjerat hukum karena postingannya di jejerang sosial path. Tidak perlu membahas kasus itu lebih dalam, cukup dijadikan pelajaran berharga yang akan menuntut kita untuk lebih berhati – hati bersikap di jejaring sosial.

Setiap orang yang memiliki ecount di jejaring sosial dengan nama asli atau nama embel – embel contoh; C’AndespaCluber’zz, chayankcamucawntiq, dll (yang agak lebay dan gak jelas gitu deh) menurut saya pribadi merupakan cerminan dari orangnya termasuk status – statusnya, terlebih lagi yang isinya tidak lebih dari ratapan kehidupan dan cinta seperti ti pat kay “dari dulu begitulah cinta, deritanya tiada akhir” ya, 11 – 12 lah,,,, berandanya hanya isinya berisi tautan dari funpage berita ini lah, website itulah, padahal ternyata isi nya tidak lebih dari fitnah atau hoax, syukur – syukur sih memang benar, itu pun kita harus lebih pandai memilih sumber berita, bukan hanya sekedar judul atau headlinenya menarik terus di share deh. Jejaring sosial merupan cermin diri kita jadi buat lah itu menjadi lebih bersih dengan back to manfaat bukan ajang saling adu domba atau tumpahan amarah. Anggaplah kita memang tidak butuh image baik dari acount jejaring sosial yang kita memiliki tapi paling tidak jujurlah dan hargai diri sendiri agar dengan begitu kita dihargai banyak orang. Jadi jangan kebanyakan menggunakan bahasa lebay di jejaring sosial, beranda facebook juga bukan tembok untuk meratapi nasib atau keadaan.

Itulah mengapa diawal saya sempat mengatakan sepertinya banyak diantara kita yang harus kembali mengulang pelajaran bahasa indonesia karena bahasa indonesia selain bahasa persatuan juga bahasa yang memiliki keindahan nilai baik dengan kata, kalimat atau tutur yang baik sekalipun menyindir atau menegur cobalah menggunakan majas (hehe tapi jangan sarkasme juga ya!) sewaktu sekolah kita diajarkan bagaimana berbahasa indonesia yang baik dan benar atau bahasa daerah ? maka berbahasalah yang baik tanpa menggunakan bahasa amarah atau bahasa geram.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s