Ada yang kurang,

317996_461452213910473_2065125273_nAku bertanya pada kehidupan yang saat ini aku jalani ? bukan tentang seberapa berhasil karir yang sudah aku capai, bukan tentang seberapa besar hasil yang telah kumpulkan dari bekerja, bukan tentang seberapa banyak pengalaman yang telah aku lalui, bukan tentang sebanyak – banyak hal yang sudah aku dapatkan, bukan dari kesemuanya itu. Disemakin bertambahnya bilangan usiaku, aku semakin merasa ada yang kurang pada diri ini ? apa itu ? aku menebaknya ‘cinta’ tapi ternyata itu pun masih kurang tepat. Aku kembali membuka memori lama kehidupanku ibarat melihat kumpulan album dalam foto, kudapati diriku yang terus tumbuh, menjadi lebih baik kah ? aku sangat berharap ya ? baik seperti apa ? baik yang bukan hanya dinilai oleh diriku saja, atau tentang penilaian orang lain terhadapku, terus ? aku jadi teringat

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Baik dimata Allah, bagaimana menilainya ? bukan hanya sekedar mata yang melihat atau telinga yang mendengar dari bisik – bisik manusia atau ucapan manusia terhadap diriku tapi iman yang menjelaskan, karena ukuran terpenting di dunia ini adalah keimanan seseorang.

Aku sadar satu hal bahwa ketika dewasa ini aku dihadapkan pada banyak persoalan, yang amat sangat aku perlukan bukanlah sekedar solusi bagaimana menyelesaikan satu persatu persoalan kehidupan tapi bagaimana membuat diriku semakin mendekat padaNya, karena aku pernah mengalami, ketika suatu ketika aku dihadapkan pada kekecewaan aku malah lari dariNya, tapi yang aku temukan adalah jalan buntu yang membuat aku terpuruk dan semakin memperburuk keadaan. Aku sadar saat ini yang masih kurang dari diriku adalah keimanan, keimananku yang masih harus aku kukuhkan, keimanan yang harus terus kusiram, keimanan yang harus terus tumbuh, keimanan yang harus ku yakinkan segala yang terbaik dariNya teruntukku.

Sekarang ini banyak orang mati yang sepertinya hidup, menjalani kehidupan ini tanpa tahu untuk apa ia hidup ? atau na’udzubillah ia tidak berfikir bahwa kehidupan ini hanya sekejab mata ? mungkin banyak hal yang sudah ia dapatkan dari kehidupannya selama ini, tapi disisi lain ternyata ia harus membayar mahal kehidupannya dengan sesuatu yang tak lebih dari sehelai sayap nyamuk, terlalu mencintai dunia dan keimanan yang hilang. Tuhan telah memberikan kehidupan, aku tidak boleh dan tidak akan seperti itu! Yang tidak boleh hilang dari kehidupanku adalah keimanan, aku harus yakin bahwa Allah SWT selalu memberikaan kehidupan terbaik untukku walau terkadang membungkusnya dengan luka dan air mata. Tentang banyak kekurangananku, semoga aku mampu mengisinya dengan ketaatan pada Allah. Aamiin

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s