Pengalaman Belanja di Tanah Abang

d0b9b33eac49a85a2abeeb167006cd0eUntuk pertama kalinya aku pergi ke tanah abang di saat bulan Ramadhan, kebetulan ini hari 10 terakhir Ramadhan. Aku diminta mengantarkan seorang teman untuk belanja kebutuhan pesta pernikahan yang akan berlangsung seminggu setelah idul fitri. Karena kondisiku yang tengah datang bulan, aku pun bersedia menemaninya dan sangat kebetulan pula ternyata kami – aku dan temanku tengah absen shalat, dia juga tengah haid.   Bila sedang tidak halangan rasa – rasanya aku enggan pergi ke tempat ramai seperti pasar tanah abang ini, walaupun aku senang belanja (General: perempuan mana yang gak suka belanja. Salah satu naluri perempuan) atau sekedar meilihat – melihat, jika kondisinya tengah puasa di 10 hari terakhir bulan ramdahan khususnya kan lebih baik menghabiskan waktu itikaf di masjid.

Kami sampai di tanah abang blok A sekitar jam 9, lebih cepat dari perkiraan pasalnya hanya 40 menit perjalanan dari terminal senen dengan menggunakan bajai, awalnya kami berniat naik bus P14 akan tetapi setelah kami menunggu lama bus tak kunjung datang dan sekalinya datang bus selalu penuh, tak disangka ada seorang ibu dengan 2 anaknya menegur kami dan berniat berangkat bareng ke tanah abang (ibu itu memang sudah memperhatikan kami sedari tadi), karena dirasa ide yang cukup bagus aku dan temanku pun menyetujuinya, kami dan ibu itu pun patungan naik bajai biru dengan ongkos 25.000 dibagi dua.

Memasuki tanah abang, suasana sudah sangat ramai. Kami pun sudah punya tempat tujuan yang jelas dengan daftar belanjaan di tangan sehingga kami tidak akan ngalur ngidul gak jelas! Salah satu tips belanja untuk perempuan adalah membuat daftar belanja! agar kegiatan belanja menjadi lebih efektive dan efisien, yang tak kalah bermanfaat dari daftar belanja tersebut adalah mengikat segala keinginan yang secara tiba – tiba menyerang bila tak sengaja mata kita mengkap sesuatu yang membuat kita tertarik, seperti; ada baju yang lucu, bangus, limited edition dan dibandrol dengan harga miring pula yang membuat kita akan benar – benar tergiur. Nah, hal tersebut bisa sedikit diantisipasi dengan adanya daftar berlanja yang terlebih dahulu kita utamakan.

Alhamdulillah, kegiatan belanja ini cukup lancar walaupun suasana tanah abang sangat ramai. Aku pernah ke tanah abang dihari biasa dimana tidak ada moment khusus seperti moment menjelang idul fitri seperti sekarang, dan memang berbeda!. Aku jadi teringat bahwasannya memang sudah jadi kebiasaan umum masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta dimana menjelang idul fitri membeli pakaian adalah persiapan yang sangat dimaksimalkan bahkan dibandingkan memaksimalkan ibadah pada bulan suci ini, terlebih lagi menjelang akhir ramdhan.

Setelah dari blok A ternyata aku dan temanku harus ke blok F untuk membeli sesuatu yang hampir saja terlupakan, setelah mencari dari toko yang satu ke toko yang lain, barang yang kami inginkan tidak tersedia, cukup melelahkan memang, semakin lama pun semakin bertambah ramai dan desak – desakan, aku berfikir dalam situasi tidak berpuasa saat ini saja aku merasa lelah, haus dan lapar, pasti berat untuk mereka yang tetap istiqomah menjaga puasanya di tengah pasar dan kerumunan banyak orang seperti ini!. Karena aku dan temanku tidak berpuasa, dan secara kebetulan kami melewati sebuah restaurant yang tertutup namun harumnya ayam bakar sudah menyebar seolah memanggil – manggil setiap orang yang lewat di depan restaurant, kami pun tergoda untuk mampir. Di dalam restoran, masya Allah banyak juga ya, yang tengah menikmati santap siang! Aku pun heran, apa di zaman ini bukan hanya perempuan saja yang mengalami mesntruasi ? tapi lelaki juga ? maunya si husnodzon mungkin saja mereka berbeda agama ? tapi tetap saja masih bisa dibedakan, yasudahlah!. Aku dan temanku duduk disebuah meja yang cukup besar,tidak begitu lama ada 3 orang perempuan sepertinya ibu dan anak – anaknya, mereka meminta izin kepada kami untuk duduk bersama karena sudah tidak ada bangku yang tersedia, semuanya penuh. Dalam hati aku bicara ‘kompak ya 3 perempuan berjilbab ini, secara bersamaan berhalangan!; hehe… entahlan, husnudzon saja!

Selesai belanja walaupun lelah, melihat barang – barang belanjaan rasanya terbayarkan. Walaupun belanjaan teman, kan aku hanya mengantarkan! Awalnya aku memang berniat membeli sepotong, dua potong pakaian sehari – hari yang bisa aku pakai ke kantor tapi berhubung yang lebih utama adalah belanjaan temanku, Insya Allah masih ada waktu untukku nanti, santai saja! Sebenarnya bukan tidak ada yang aku inginkan bila melihat jejeran pakaian yang di pajang di hamparan etalase pertokoan atau manikin – manikin toko, hanya saja apabila melihat harga yang dibandrol cukup membuatku memikirkan belasan kali untuk membeli, nah kalau sudah sampai rumah sampai kepikiran baru mungkin aku pertimbangkan kembali untuk membelinya, tetapi bila tidak kepikiran yasudah tidak jadi kubeli. hehehe

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s