Busway di dalam Cerita

C360_2014-07-13-13-24-11-200Di hari yang sama saat perjalanan menuju Bundaran Hotel Indonesaia dalam rangka aksi solidaritas Palestina ada kejadian yang menarik. Sewaktu aku transit di Harmoni dan menunggu busway di pintu blok M, Masya Allah antriannya! Sambil terus beristigfar aku pun berfikir ‘kok, teganya ya! dana busway dikorupsi ?”. O..oo… yang aku katakan menarik bukan itu lho.? Ketika aku di dalam busway aku memperhatikan supir busway menyetir bus dengan keadaan ngantuk! Masa sih ? aku pun hampir gak percaya, aku perhatikan itu supir, benar – benar memperhatikan sampai mendelik! jarak antara aku dan supir itu cukup dekat posisinya, aku duduk di bangku kedua di kiri supir. Dan benar! supir itu mengantuk, dari matanya yang terlihat sayu dan hampir setengah terpejam. Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku lihat ! supir itu tengah mengemudi loh, memang sih laju mobil bus berjalan tidak cepat, lancar! hanya ketika aku rasa – rasa ada beberapa kali tersendat! Ah, mungkin itu hanya perasaanku saja! Aku masih memperhatikan supir itu ? ah, kaya gak ada kerjaan aja! Aku masih melihat supir itu! Suasana di luar bus yang tengah hujan, lagu yang teramat mellow, disiang hari pula (ya, sebagian orang mengatakan bahwa waktu yang pas untuk bobo siang!) dan dalam keadaan puasa! Sesekali supir itu menghentakkan kakinya dan menggerakan jari jemari mengikuti alunan lagu, padahal lagunya juga gak ngebitt!

            Tiba – tiba tanganku disentuh oleh penumpang lain disebelahku,

            “Mba, supirnya itu ngantuk!” katanya setengah berbisik

Aku hanya tersenyum, mengiyakan! Betulkan ? ternyata bukan hanya aku yang memperhatikan

            “Saya jadi was – was mba!” sambungnya lagi

            “Insya Allah, gak apa – apa mba. Supirnya professional. Hehe “

            “Supirnya butuh kopi mba, tapi puasa!” Mba disebelah kananku bergurau,

Aku dan mba disebelahku masih terus saling memperhatikan! Memperhatikan mata supir busway itu yang setengah terpejam. Dan disaat yang sama, mba disebelah kiriku pun ikut berkometar, berkata kepadaku!

            “Supirnya butuh tidur mba! Ngantuk banget kayanya!” Aku hanya menimpalinya dengan senyuman. Dalam hati aku berkata,

            “Subhanallah, sungguh hebat supir busway itu! Kalau aku diposisinya pasti sudah terjadi sesuatu. Bagaimana aku tidak mengatakan beliau, bapak supir busway sungguh hebat! Dalam keadaan seperti itu, beliau mampu terus berkosentrasi untuk tetap stabil menyetir, keselamatan banyak nyawa menjadi tanggung jawabnya untuk mengantarkan para penumpang selamat sampai tujuan! Aku tahu dan sangat paham, betapa mengantuknya beliau dalam situasi seperti ini! Tapi beliau tetap professional, memang sih hal seperti ini agak berbahaya, tapi aku pun melihat dan memperhatikan beliau berjuang melawan ngantuknya! Beliau tidak memberikan kesempatan kelopak matanya menutup, seperti yang aku katakan sebelumnya; setengah terpejam! Belum terpejam. Aku jadi kembali berfikir betapa kejamnya oknum yang melakukan korupsi pengadaan bus gandeng transjakarta dan bus kota terintegrasi busway (BKTB) padahal banyak kepentingan masyarakat yang dikorbankan, pun loyalitas para pekerjaan lainnya seperti salah satunya bapak supir yang mengantuk itu yang penuh professional menjalankan tugasnya yang dizolimi, aku sampai tak bisa mengira hukuman apa yang pantas untuk pelaku korupsi atau pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut untuk menebus dosa – dosa mereka ?! Biarlah hukum Allah yang maha adil yang membalasnya, karena jika hanya hukuman penjara sekian tahun atau denda sekian rupiah, tentu tak sebanding dengan banyak pihak yang teraniyaya serta dihianati. Masyarakat Jakarta telah dihiyanati oleh koruptor! Aku jadi teringat akan harapan besar sebagian besar masyarakat ibu kota ketika adanya angkutan masal baru berupa trans Jakarta yang diharapkan mampu menjadi solusi pasti keseremautan angkotan kota di ibu kota tapi nyatanya seperti yang aku katakan bahwa masyarakat telah dihiyanati, kepercayaan yang telah terkoyak oleh para tikus setangah manusia! Jujur aku pribadi sedih dan teramat sangat prihatin! Fasiltas basway lainnya seperti tangga penyeberang, atap loket busway masih banyak perlu perawatan tapi sebagian malah kotor dan berantakan, armada yang kurang menyebabkan antrian panjang serta harus desak – desakan, bukan hanya aku saja kan yang merasakan ?

antrean-di-terminal

            Semoga dibulan suci penuh berkah ini, kita bisa sama – sama lebih meningkatkan keimanan kita, ketakwaan kita agar kita terhindar dari perbuatan keji seperti koruptor. Ingat koruptor itu sama saja membuka lahan luas ditengah nereka jahannam dan para koruptor akan kekal di dalamnya, karena telah banyak manusia dizholimi! Apapun yang terjadi koruptor harus diperangi, pun memerangi rasa mengantuk di tengah melaksanakan tugas dan kewajiban kita saat bekerja! Oya, jangan lupa juga mendoakan negeri ini, agar khususnya terbebas dari jerat koruptor!

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s