Awas Ikhwan Genit !

Pagi – pagi saya mendapati sebuah pesan di BBM dari seorang teman yang katanya mau ‘curhat’. Dia bilang minta waktunya sebentar, saya sempet heran pasalnya teman saya yang satu ini jarang banget cerita – cerita. Setiap kali ada sinyal – sinyal curhat dari teman – teman, saya selalu ingat pesan Rasulullah saw, “Bila salah seorang dari kamu meminta nasihat kepada saudaranya maka hendaknya (yang diminta) memberi nasihat.” (HR Bukhari). Secara jelas sih memang gak minta dinasehati mungkin lebih tepatnya minta didenger atau bahkan dibantu kasih saran untuk membantu memecahkan masalahnya, apapun itu saya selalu senang bila bisa saling membantu, saling bercerita agar bisa saling menginspirasi dan berbagi.

akhwatMelanjutkan tentang curhatan teman saya tadi dia nanya ‘Gimana ya caranya bedain orang yang mau serius dengan kita ?’ tanpa banyak mikir saya langsung bilang ‘Dirimu juga tahu lah, kita kan satu aliran MTP (Menikah Tanpa Pacaran) jadi, kalau dia serius ya, datang ke wali kita, atau bisa juga melalui MR kita terlebih dahulu!’ Terus saya tambahin lagi deh, ‘Berani tentuin tanggal’. Sepertinya temen saya ini lagi galau, kemudian dia balas bbm saya lagi, ‘Kalo ujung – ujungnya cuma baru berani temenan dulu ? terima gak ? aku takut kalau gak diterima malah mutusin tali silahturahmi lagi Mes,’ saya bertambah yakin bahwa memang temen saya yang satu ini tengah dilanda kegalauan, dan oleh karena itu saya berusaha menguatkan hatinya yang masih polos itu. ‘Lah, temenan dulu ? kenapa ada kata terima atau enggak ? Rasulullah saw mengajarkan kita bahwa kita harus lebih selektive milih temen {Dari Abu Musa Asy-Asy’ari, Dia mengatakan bahwa, Rasulullah saw. Bersabda :”Sesungguhnya, Perumpamaan Teman yang Baik dan Teman yang Buruk, adalah Seperti Penjual Minyak Wangi dan Tukang Pandai Besi. Seorang Penjual Minyak Wangi akan memberi kamu Minyak, atau kamu Membelinya, atau kamu mendapati Bau yang Harum darinya. Sedangkan Pandai Besi, maka bisa jadi akan Membakar bajumu dan bisa pula engkau mendapati darinya Bau yang Busuk”.(HR. Muttafaq ‘Alaih)} , temen yang mane dulu yang bisa mengajak kita meniti jalan surga bukan malah menyebrang ke jalan neraka. Kalau boleh mendikteksi gelagatnya kayanya sih kamu lagi diajak TTM-an (Teman Tapi Mesra) semisal ajang kalau cocok lanjut kalau gak cocok nyanyi lagi Krisdayanti, I’M Sorry Godbye. Hehe,,, aku yakin kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan, yang ingin aku bilang hanya sebagai perempuan kita kudu tegas sama sikap – sikap kebanyakan pria sekarang yang suka PHP (Pemberi Harapan Palsu) macam itu. Bertemen boleh – boleh aje sih tapi kalau lama – lama jadi demen itu yang jadi berabe! Kita mungkin bisa menjamin hati kita (ya, paling tidak sekian persen. Namanya juga hati perempuan kadang gelap kadang terang) tapi kita gak akan pernah bisa menjamin hati seorang lelaki kepada kita, jadi ya kita kudu hati – hati sebelum makan hati nanti jadinya malah sakit hati’ Wiih, panjang bener yaaa, penjelasannya ? (saking semangatnya ngebalaes BBM, sepertinya pesan BBM terpanjang ini) dan temen saya cuma ngebales, ‘Oke dhe. Lain kali minta saran lagi boleh kan Mes ?’ terakhir saya kirim emosion 🙂 .

Dan beberapa jam kemudian seorang temen yang lainnya kembali mengirimi saya pesan dengan hanya mengatakan ‘AKU GALAU’ buru – buru deh saya bales, ‘ada apa gerangan ?’ tanpa basa – basi temen saya ini langsung mengatakan panjang x lebar (3X message) ‘Kemarin aku dapat kabar dari MR ku Mes, kalau dia telah memperkenalkan diri dan mengajukan diri untuk melamarku. Aku enggak nyangka akan secepat ini, 2 minggu yang lalu dia meminta no. dan alamat MR langsung padaku dan kamu juga tahu kan! Dia memang hanya temennya temenku dan aku hanya kenal dia di facebook, pernah sih ketemu beberapa kali sewaktu menemani temanku yang bertemen sama dia (satu kampus) ke beberapa acara kampusnya. Aku tahu ilmu dan keagamaannya amat baik secara dia kuliah di salah satu universitas islam terkemuka di jakarta dan pernah pesantren pula (kata temenku) dan yang aku liat di facebook juga begitu (status – statusnya menunjukan bahwa dia amat paham agamanya), tetapi aku juga melihat muamalahnya dia di facebook yang menurutku kok kecentilan gitu ya ? masa dia komen – komen di foto – foto akhwat yang selfie ? aku kan jadi ilfill. Gimana dunk menurut kamu tentang ikhwan yang baik pemahaman agamanya tapi centil ?’
saya bengong ngebaca pesan temen saya yang satu ini, pertanyaan yang dibaris terakhirnya itu loh ? kayanya nie orang salah alamat deh kalau nanya kaya gitu ke saya. Tapi saya pun mengerti ini bentuk dari kepercayaannya kepada saya. Dan sekarang ini saya yang bertambah bingung bagaimana menjawabnya ? saya yang galau jadinya ? (Ini bukan persoalan main – main loh!) untuk sementara saya diamin dulu deh pesan itu sambil memutar otak bagaimana menjawab pertanyaannya dengan baik.

Kebetulan saya lagi OL di Facebook, dan melihat seorang ustadz yang saya kenal OL juga, wah ini kebetulan banget! akhirnya saya chat beliau.
“Assalamualaikum, maaf ustadz boleh ana tanya? memilih seseorang untuk menjadi pendamping kan yang utama adalah baik agama dan akhlaknya. Nah, jika agamanya baik ( pemahaman agamanya cukup mempuni) akan tetapi akhlaknya tidak semempuni pemahaman agamanya? apakah termasuk pilihan yang memang baik ? terimakasih sebelumnya.”
“Wa’alaikumussalam. Akhlak yang tidak baiknya seperti apa ya?” jawabnya
“Genit”kataku
“Mau punya suami genit?” Ustad itu tanya lagi
“ya enggaklah. Kalau sering komen di fb ke akhwat akhwat itu kategori genit kan? apalagi kalau komennya di foto – toto akhwat yang selfie ?!” Tanyaku kembali
“Ada akhlak yang bisa ditoleransi, ada yang harus diperbaiki. Akhwat harus paham mana yang bisa dimaafkan, mana yang harus jadi pegangan” Jawabnya
“Itu dia Ustadz, kategori yang bisa ditolerensi/ diperbaiki yang terkadang terlihat samar,
mungkin karena sudah khawatir duluan ?”
“Menurut ane, genit itu warning keras Tidak pantas muslim pecicilan sama muslimah yang bukan mahramnya!” Jawaban Terakhir sang ustadz.
“Setuju. Ok. Terimakasih Ustad. membantu sekali insyaallah.”

Dan saat itu juga saya buat status FB yang isinya pembicaraan antara saya dan ustadz, tentunya dengan harapan bisa dimengerti dan menjadi ilmu untuk semua termasuk teman saya itu- yang lagi galau, jadi biar tambah galau! Hehehe. Saya suruh dia liat status saya itu.
Alhamdulillah, semoga ilmu yang baru saja saya dapat ini bisa diterima baik pula oleh teman saya dan kita semua. Aamiin.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s