Playboy Supermarket

Supermarket. Diawal bulan, karyawan pada gajian, waktunya belanja kebutuhan bulanan, mulai dari sabun mandi sampai sabun cuci, beli cemilan sampai makanan awetan, minuman aneka rasa dan warna, semua dibeli berdasarkan budget yang dimiliki, walaupun keseringan kalau perempuan, belanja diluar list yang diperlukan.

images

King Market ramai dengan para pengunjung, bahkan teroli serta keranjang belanjaan habis tak tersisa, membuat sebagian pengunjung tertegun di depan Supermarket menunggu giliran belanja, oh sampai segitunya?. Parkiran King Market penuh tanpa celah oleh mobil serta motor para pengunjung. Di Supermrket ini, Belanja bisa sambil peduli dengan sesama yang tertimpa musibah atau orang tak punya, King Market hadir memberikan kemudahan berderma.

            “Sumpah mati gue benci!”Sumpah serapah terlontar penuh amarah dari seorang wanita di dalam sebuah etalase restorant mini siap saji di dalam King Market. Mereka sambil bebenah. Menu yang tersedia sudah habis tak tersisa, seseorang disampingnya melengkungkan alis lebih tinggi dan berkata dengan sepenuh hati,

            “Jangan benci berlebihan,”

            “Gue benci sama kelakuannya,”

            “Jadi sama orangnya cinta?”

            “Yaenggalah.”Jawabnya ketus.

            “Catur, gue bilangin yah! Disini lo musti hati – hati!”

            “Hati – hati jaga hati! Jangan sampai main hati atau berhati – hati supaya gak makan hati!” Catur memandang wajah Andar penuh delik, wanita ini bikin Catur ketar – keti.

            “Maksud lo apa?” Tanya Catur,

            “Di King Market ini banyak buaya!”

            “Ini supermarket apa kebun bintang?”

Andar mulai sebal, Catur seperti tidak menghiraukan.

            “Lo tahu gak sih? Kalau buaya itu hidup di 3 alam. Di laut, di darat dan yang ketiga di King Market. Gue serius!” Suara Andar naik satu oktaf, sampai – sampai Catur celengak celinguk. Untunglah, costumer lagi sibuk belanja, lebih banyak matanya yang bekerja.

            “Awalnya karyawan – karyawan sini simpati sama dia. Diawal pertama masuk tuh cowok klimis banget deh bahkan terlihat alim dan kalem, tapi sekarang tuh cowok malah buat orang – orang di sini jadi geleng – geleng kepala.”

            “Termasuk lo kan?”

Andar mengangguk mantap, lalu menggeleng – gelengkan kepala, Catur dibuatya tertawa.

            “hehehe,, lucuya.”

            “Loh?Apa yang lucu. Gue lagi gak ngelawak.”

            “Lucu aja. Kayanya lo sebel banget sama tuh cowok. Apa urusannya sama lo? Atau lo pernah jadi salah satu mangsa buaya?hahaha”

Andar mendadak membeku, wajahnya dingin.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s