Pakaian Iman

pakaian iman

Berapa kali dalam sehari kita berganti pakaian ? mungkin minimalnya 1 – 2 kali sehari atau bisa lebih sesuai dengan banyaknya aktivitas yang kita lakukan seperti olahraga dan pekerjaan luar ruangan lainnya yang menuntut kita untuk berganti pakaian lebih sering lagi karena kotor dan berkeringat berlebih. Secara pribadi kita selalu ingin tampil rapih dan bersih termasuk dalam hal pakaian yang dikenakan, jika pakaian yang digunakan terasa tidak nyaman karena sempit, kotor atau bahkan usang tentunya akan mempengaruhi kenyamanan diri kita, dan bahkan penilaian orang lain terhadap kita menjadi tidak cukup baik. Itulah mengapa penampilan tak kalah penting dengan kepribadian diri kita. Dan itu pun yang membuat kita selalu berganti pakaian setiap harinya dengan model atau gaya yang berbeda setiap waktu.

Jika telah sepenuhnya kita memperhatikan penampilan kita dicermin, lantas bagaimana dengan iman kita ? masih selalu baru kah ? bersih tanpa noda ? Iman itu layaknya pakaian dapat menjadi usang bila lama digunakan, maka harus selalu diperbaharui, agar hati tak lantas mati. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. ; “ Sesungguhnya iman itu dijadikan dalam diri seseorang di antara kamu sebagaimana pakaian, maka mohonlah kepada Allah agar dapat memperbaharuinya” (HR. Ath Thabrani).

Sering atau teramat sering rasa malas menempel pada diri kita ? malas itu ibarat noda dalam pakaian iman, lakukan lah berbagai macam ibadah yang dapat menghilangkan rasa malas dalam diri kita, selalu perbaharuilah diri kita dengan perbanyak dzikir mengingat Allah ”Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.”. (Q,S. 33 : 41) karena setiap amalan itu ada masa semangat dan ada masa lemahnya, rasa malas terselip diantara keduanya,

Rasa malas bila tidak segera dibersihkan akan membuat iman kita semakin lusuh, seperti pakaian akan tidak sangat nyaman untuk digunakan. Siapa yang bisa menebak usia kita? Kalau kita tidak segera mencuci rasa malas, apakah kita telah merasa aman dari pantauan malaikan izroil yang sewaktu – waktu atas perintah Allah mencabut nyawa hambaNya. Kita harus selalu mawaspada diri dan rajin bersih – bersih. Selalu memperbaharui iman, jika iman masih seperti lusuhnya pakaian, bagaimana bila pada waktu iman kita lemah pada waktu itulah ajal kita tiba ? akhirnya mati dalam keadaan su’ul khatimah. Nauzubillah…

Rasulullah tak pernah berhenti mengingatkan kita dan menyuruh kita agar selalu meperbaharui iman, : “ Setiap amal itu ada masa semangat dan ada masa lemahnya. Barang siapa yang masa lemahnya ia tetap dalam sunnah (petunjuk) ku, maka ia akan beruntung. Namun barang siapa yang beralih kepada selain itu, berarti ia telah celaka. “ (Musnad Imam Ahmad dan Hadits yang sejalan maknanya dari Abu Huraurah).

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s