“Que Sera-sera”

d70cf345ad69645cccfe4228fac583a2Pertama kali mendengar lagu “Que Sera-sera” entah kenapa sangat sedih, pasti karena liriknya. Dan karena gadis kecil itu bertanya pada ibunya,  akan menjadi apa?. Pertanyaan seperti itu tak pernah sekalipun aku tanyakan kepada ibuku, Ya, lagu ini mengingatkanku pada ‘ibu’. Ya, lagu ini bukan gambaranku sewaktu kecil. Walaupun aku atau mungkin kebanyakan anak di dunia ini pun memiliki pertanyaan itu dalam hatinya.

When I was just a little girl, (Saat aku menjadi gadis kecil)
I asked my mother, “What will I be? (Aku bertanya pada ibuku, aku akan menjadi apa?)
Will I be pretty? (Akankah aku menjadi cantik?)
Will I be rich?” (Akankah aku menjadi kaya?)
Here’s what she said to me: (Inilah yang dia katakan padaku)
“Que sera, sera
,

Aku berfikir kemudian, apakah lagu ini mengutarakan sebuah kekhawatiran ? ternyata tidak! Justru sebaliknya, mengajarkan keberanian. Berani untuk menghadapi masa depan dan tidak perlu mengkhawatirkannya. Hadapi !!! Masalah nanti gagal maupun berhasil, tidak perlu kecewa dengan hasil yang tidak sesuai harapan maupun terlalu senang dengan keberhasilan yang ada di depan mata. Itulah masa depan, masa yang tidak untuk dilihat.

Whatever will be, will be; (Apapun yang terjadi nanti)
The future’s not ours to see. (Masa depan tidak untuk kita lihat)
Que sera, sera,
What will be, will be.” (Apa yang terjadi, terjadilah)

Lagu lama yang ditulis Jay Livingston and Ray Evans for Alfred Hitchcock’s 1956 re-make of his 1934. Lagu inipun sering dinyanyikan pada acara – acara sekolah, aku rasa sangat pas.

When I was just a child in school, (Saat aku masih bersekolah)
I asked my teacher, “What will I try? (Aku bertanya pada guruku, apa yang akan kupelajari?)
Should I paint pictures? (Apakah aku akan melukis?)
Should I sing songs?” (Apakah aku akan bernyanyi?)
This was her wise reply: (Inilah jawaban bijaknya)
“Que sera, sera,

Sewaktu sekolah dulu, aku ingat semakin sering menanyakan pertanyaa “akan jadi apa aku dimasa depan?” tentunya pertanyaan ini aku tujukan pada diriku sendiri dan dengan bantuan guru – guru di sekolah, semakin jelas apa yang harus aku lakukan saat ini demi untuk masa depan ku yang akan datang. Tidak ada yang bisa menjanjikan masa depan untuk kita, kecuali diri kita sendiri dengan segala usaha (ikhtiar – doa – tawakal).

Whatever will be, will be; (Apapun yang terjadi nanti)
The future’s not ours to see. (Masa depan tidak untuk kita lihat)
Que sera, sera,
What will be, will be.” (Apa yang terjadi, terjadilah)

Waktu yang berjalan akan mendewasakan kita untuk kehidupan yang lebih baik, semakin hari – semakin tumbuh, bertambah ataupun berkurang, banyak yang akan kita dapatkan dimasa depan tentu ada yang terhilangkan, itulah proses pembelajaran.

Mari kita hayati makna dalam bait – bait lagu “Que sera, sera,”

When I was just a little girl, (Saat aku menjadi gadis kecil)
I asked my mother, “What will I be? (Aku bertanya pada ibuku, aku akan menjadi apa?)
Will I be pretty? (Akankah aku menjadi cantik?)
Will I be rich?” (Akankah aku menjadi kaya?)
Here’s what she said to me: (Inilah yang dia katakan padaku)
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be; (Apapun yang terjadi nanti)
The future’s not ours to see. (Masa depan tidak untuk kita lihat)
Que sera, sera,
What will be, will be.” (Apa yang terjadi, terjadilah)

 

When I was just a little girl, (Saat aku menjadi gadis kecil)
I asked my mother, “What will I be? (Aku bertanya pada ibuku, aku akan menjadi apa?)
Will I be pretty? (Akankah aku menjadi cantik?)
Will I be rich?” (Akankah aku menjadi kaya?)
Here’s what she said to me: (Inilah yang dia katakan padaku)
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be; (Apapun yang terjadi nanti)
The future’s not ours to see. (Masa depan tidak untuk kita lihat)
Que sera, sera,
What will be, will be.” (Apa yang terjadi, terjadilah)

When I was just a child in school, (Saat aku masih bersekolah)
I asked my teacher, “What will I try? (Aku bertanya pada guruku, apa yang akan kupelajari?)
Should I paint pictures? (Apakah aku akan melukis?)
Should I sing songs?” (Apakah aku akan bernyanyi?)
This was her wise reply: (Inilah jawaban bijaknya)
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be; (Apapun yang terjadi nanti)
The future’s not ours to see. (Masa depan tidak untuk kita lihat)
Que sera, sera,
What will be, will be.” (Apa yang terjadi, terjadilah)


When I grew up and fell in love, (Saat aku tumbuh dewasa dan jatuh cinta)
I asked my sweetheart, “What lies ahead? (Aku bertanya pada jantung hatiku, apa yang terbentang di depan?)
Will we have rainbows (Akankah kita memiliki pelangi)
Day after day?” (hari demi hari?)
Here’s what my sweetheart said: (Inilah yang jantung hatiku katakan)
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be; (Apapun yang terjadi nanti)
The future’s not ours to see. (Masa depan tidak untuk kita lihat)
Que sera, sera,
What will be, will be.” (Apa yang terjadi, terjadilah)

Now I have children of my own. (Sekarang aku punya anak sendiri)
They ask their mother, “What will I be? (Mereka bertanya pada ibu, aku akan menjadi apa?)
Will I be handsome? (Akankah aku menjadi tampan?)
Will I be rich?” (Akankah aku menjadi kaya?)
I tell them tenderly: (Aku memberitahu mereka dengan lembut)
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be; (Apapun yang terjadi nanti)
The future’s not ours to see. (Masa depan tidak untuk kita lihat)
Que sera, sera,
What will be, will be. (Apa yang terjadi, terjadilah)
Que sera, sera!”

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s