“TAKDIR CINTA” Zulaikha dan Yusuf

Rindu-menikah

Seperti kisah Zulaikha kepada Yusuf as, yang harapannya kemudian mewujud dalam sebuah ikatan pernkahan yang sah. Konon, Zulaikha yang seorang putri cantik dari sebuah kerajaan di sebelah barat negeri Mesir, suatu malam bermimpi bertemu dengan seorang pemuda rupawan yang memiliki pribadi amanah dan mulia. Zulaikha pun jatuh hati padanya.

Lelaki tersebut memperkenalkan diri sebagai menter kerajaan Mesir, cinta dan sayang Zulaikha kepada pemuda tersebut terus berputih melahirkan rindu dan harapan ingin menyatu dengannya, sehingga ia menolak semua pinangan putra raja yang lain. Setelah ayahnya mengetahui isi hati putrinya, si ayah pun mengatur rencana untuk menikahkannya dengan menteri negeri Mesir. Namun betapa kecewanya Zulaikha ketika tahu bahwa menteri yang dikenal dengan Al Aziz, bukanlah lelaki yang ada dalam mimpinya. Ia resah. Dan hatinya hampa. Tapi kemudian ia ditenangkan oleh sebuah bisikan “Benar, ia bukanlah pujaan hatimu. Tapi hasratmu kepada kekasihmu yang sebenarnya akan tercapai melaluinya. Maka janganlah kamu takut padanya,, sebab kehormatanmu akan tetap terjaga saat bersama – sama dengannya.”

Waktu terus berlalu, hingga suatu hari Al Aziz membawa pulang Yusuf kecil yang dibelinya di pasar. Zulaikha terkejut, sebab itulah lelaki yang dikenalnya di dama mimpi. Tampan, menarik dan menawan. Diriwayatkan dari Tsabit bin Anas, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Yusuf dan ibunya telah dikaruniai oleh Allah separuh kecantikan dunia.”

Kisah Zulaikha dan Yusuf direkam salam Al – Qur’an pada surat Yusuf, ayat 21- 36 dan ayat 51.

Namun setelah ayat tersebut Al Qur’an tidak lagi menceritakan kelanjutan hubungan Zulaikha dengan yusuf as. Ibn katsr di dalam tafsirnya lalu mengutip pendapat Muhammad bin ishak yang berkata, bahwa jabatan yang diberikan kepada yusuf oleh raja mesir adalah jabatan yang dulu dijabat oleh suami Zulaikha yang telah dipecat. Juga disebutkan bahwa Yusuf menikahi Zulaikha sesudah suaminya meninggal. Stelah itu, Yusuf berkata kepada Zulaikha, “Tidakkah keadaan dan hubungan kita sekarang ini lebih baik dari apa yang pernah kau harapkan?” Zulaikha menjawab, “Janganlah engkau menyalahkanku, hai kekasihku. Aku sebagai wanita yang cantik bersuamikan seorang pemuda yang dingin, menemukan seorang pemuda yang tampan, gagah perkasa, bertubuh indah, apakah salah jika aku jatuh cinta kepadamu dan lupa akan kedudukanku sebagai perempuan yang bersuami?”

Harapan Zulaikha untuk memiliki Yusuf, yang lahir dari rasa rindu yang dipendamnya selama bertahun – tahun, akhirnya menjelma selama bertahun – tahun, akhirnya menjelama menjadi sebuah kenyataan. Dari pernikahan itu, mereka lalu dikaruniai dua orang putra: Ifraitsim dan Misya. Dan kisah itu, adalah sebagian dari kisah yang kemudian disebut oleh Al-qur’an sebagai ahsanul qashash.

 Ya Allah, ridhakan aku dengan ketentuan-Mu, dan tuntunlah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu….

7de6ed7aada611e28a0c22000a9d0ded_6

***

Raja’bin Amr An Nakha’ mengisahkan, bahwa dahulu di Kufah, ada seorang pemuda tampan yang sangat rajin dan taat. Satu waktu dia berkunjung ke kampung Bani An- Nakha’. Di sana ia melihat seorang perempuan cantik dari suku itu dan jatuh cinta padanya. Tanpa dia duga ternyata si perempuan juga merasakan hal yang sama.

Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang untuk melamar gadis tersebut. Tetapi ayahnya si perempuan mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam, bahkan semakin berkobar. Si perempuan akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, yang bunyinya, “Aku telah tahu betapa besar cintamu padaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku.”

Dijawab oleh pemuda tersebut melalui orang suruhannya, “Aku tidak setuju dengan kedua pilihan itu. Sungguh aku takut bila harus bermaksiat dengan Rabbku dan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarnya.”

Ketika pesan itu sampai kepada si perempuan, dia berkata, Walau demikian rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertakwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama – sama berhak untuk itu.”

Perempuan itu kemudian berusaha meninggalkan jebakan – jeabakan rindunya dan menyingkirkan potensi – potensi buruknya serta mulai memperbanyak ibadah kepada Allah, dengan tetap menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Akibat menahan rindu, tubuhnya mulai kurus. Sampai akhirnya dia meninggal dunia karena hal itu.

Setelah kepergiannya,, si pemuda seringkali berziarah ke makamnya. Disana, ia menangis dan mendoakannya. Suatu waktu dia tertidur di atas makam itu. Dalam tidurnya ia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Ia bertanya, “Bagaimana kabarmu?” Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?”

Perempuan itu menjawab, “Sebaik – baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat menggiring menuju kebaikan.”  Pemuda itu bertanya, “Jika demikian, kemanakah kau menuju?” Dia jawab, “Aku sekarang menuju pada kenikamatan dan kehidupan yang tak berakhir. Disurga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak.”

Pemuda itu berkata,  “Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku disini juga tidak melupakanmu.” Dia jawab, “Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah swt) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah.”

Si pemuda bertanya, “kapan aku bisa melihatmu?” Jawab si perempuan, “Tak lama lagi kau akan datang melihat kami.”

Tujuh hari setalah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadirat-Nya, meninggal dunia.

Biarlah cinta dan cinta menuntun jalanku untuk menuju keridhaan-Mu Tuhanku,

Yang dekat terasa jauh, dan yang jauh membuat rindu menderu. Kita belum saling memiliki, hati kita belum halal untuk bertaut dan biarlah rasa ini larut. Dan rindu adalah sebelum semua itu terjadi. Inikah pertautan diantara kita? Saat ini? Sebuah kisah penantian? Sadar hatiku bahwa kita belum saling memiliki? Tiada daya untuk mengubah keadaan ini. Dan yang selalu terkenang, rindu bukanlah tetesan air mata yang tiada henti,

Rindu ini tidak memiliki ujung, mungkin kita hanya dapat bertemu dalam rasa harap dan haru, meredam rindu ini begitu indah, tak kunampakan rasa sakit. Rindu ini akan berbuah kesabaran, percayalah teruntuk belahan jiwaku disana

download (1)

Rindu ini tak terlarang,

Rindu ini karunia

Rindu ini bukan tanpa makna

Rindu ini energy

Rindu ini kesabaran

Jakarta 15/09/2013

With Love

Mesti Farah

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s