Zira

Mitromini jurusan senin – bekasi, akhirnya datang juga. Setelah 1 jam menunggu, Zira buru – buru berlari. Melompat ke pintu mobil yang berjalan lambat. Menghela nafas panjang lalu sesak karena tidak bisa menghembuskannya. Ternyata di dalam mitromini  berjubel, berdesakkan, senggol sana – senggol sini. Tambah peluh tapi daripada harus menunggu untuk mitromini berikutnya, tidak berharap banyak mendapatkan situasi yang berbeda. Beginilah transportasi Jakarta!

Zira merasa beruntung, tidak lama kemudian beberapa penumpang yang duduk  tepat disebelah kirinya memberi aba – aba pada kondektur untuk berhenti, bisa duduk juga Zira!. Seseorang melirik Zira berisyarat untuk memberikan bangku untuknya, lalu Zira bergeser ke pojok. Perjalanan ini akan memakan waktu berjam – jam karena macet. Padahal antara senin dan bekasi tidak sejauh Jakarta – Bandung yang bisa ditempuh dalam jangka waktu hanya 2 jam. Zira mengeluarkan headset, memasang dikedua telinganya. Membuka Galerry music lalu mem-play lagu favorite-nya, “a thousand years”

Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall

Zira begitu menghayati, mendalami syair lagu ini, seperti menyelam dilautan terdalam, Terbawa hanyut sampai ke dalam hati, Zira mengartikannya untuk seseorang. Yang hanya mampu terbayang.

Jantung berdetak cepat
Warna dan janji-janji
Bagaimana menjadi berani
Bagaimana aku bisa mencintai jika aku takut jatuh

Pikirannya terbang, membayangkan ada Edward Culen yang mencintainya tapi bukan vampire diganti artis korea juga gak apa – apa.Oppa! Oooohhh, so sweet! volume suara ditambah, sepanjang perjalanan ini full music. Zira sampai tidak bisa menahan diri untuk melantunkannya dalam bait terakhir

I’ll love you for a thousand more ….(Aku akan mencintaimu selama ribuan (tahun) lagi).

Satu  lagu sudah diputar tidak membuat mobil angkutan ini berjalan mulus. Masih saja terperangkap dalam kemacetan. Musik berganti,

Haboo…haya..llo….

Hakhikoso cehehra mera….

Koi mil gaya…….Koi mil gaya….

Zira amat menikmati, lagu India. Membayangkan sharukh khan dihadapannya, menguasai mitromini dan bernyanyi sambil bergoyang ria. Haaaaaa……

Zira kembali ke play list, dicarinya lagu yang pas mewakili hatinya saat ini,

Sendiri… sendiriku diam

Diam dan merenung

Merenungkan jalan yang kan membawaku pergi…

Pergi tuk menjauh….

Cakra khan, suaranya gimana gitu, membuat Zira galau melulu, selalu kalau denger nie lagu.

Sampai – sampai lagu ‘harus berpisah’ ini diputar ulang sampai 3X.

“Mba diganti lagunya dung. Itu melulu, yang lain..” Ziza terhentak, seseorang dibelakangnya berteriak,

“Lagu dangdut mba, buaya buntung atau cinta satu malam,” seorang lagi menimpali,

Zira bingung, kenapa semua orang di dalam bus ini melihat ke arahnya. Jadi melongo. Seseorang di sebelah Zira melirik, Ziza mendelik, laki – laki itu berisyarat lewat gerakkan tangannya ke arah telingan. Zira tidak mengerti?

Headset!” ucapnya berbisik

Zira buru – buru melepas headset di kedua telinganya!

“Mati!”

Jadi dari setadi musiknya ndak nyambung ke headset. Lah Kok bisa? Malu! Sumpah, semua mata melihat ke arahnya, menyungging senyum bahkan tawa yang tak mampu tertahan. Zira mematung. Buang malu-nya jauh – jauh ke luar jendela mobil.

“Gak dari stadi juga mba,”

Zira menoleh ke arah laki – laki disebelahnya, hanya sekedar memandang. Rasa malu-nya belum hilang, Zira khawatir wajahnya masih merah kaya  kulit bawang. Tapi, zira penasaran, laki – laki ini kok ngomong begitu? Seperti yang ia pikirkan.

“Pas lagu India itu, langsung loudspeaker musiknya. Sepertinya kabel headset nya bermasalah Memang gak kerasa mba?”

“Kerasa?” tanya Zira

“Kerasa? janggal banget sih!eeh,”

“mmh. kalau diliat – liat nie cowok ganteng juga! ” Zira membatin. Lalu kembali memandang laki – laki disebelahnya ini,

Memandangmu….

Walau selalu….

            “Tuh, Hp mba bunyi…!”

Jiaaaaahhhh! “Kepencet, maklum mas Hp-nya touch screan….! Sensitive” klaim Zira senyum paling lebar.

Iklan

4 pemikiran pada “Zira

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s