Manicure, Pedicure dan Haticure

Dari sekian buku yang saya suka, salah satunya adalah buku karya Mosha Alloy yang berjudul “Manicure, Pedicure dan Haticure ( Sumpah tuh buku keren banget 😀 ). Saking sukanya, saya penasaran sama penulisnya Mosha Alloy, sayang tidak banyak data yang saya dapatkan. Buku-nya tuh gokil abis, syair-nya cerdas dan cadas yang terdiri dari pantun, puisi, essai yang menghibur, menyegarkan, dan mencerahkan.

Dan salah satu bagian dari cerita yang disajikan di dalam buku saya suka sekali dengan cerita yang berjudul “GET RICH!!”. Sebuah cerita, tentang Nabi Sulaiman. Begini ceritanya;
Nabi Sulaiman biasa memberi hidangan untuk masyarakatnya sebanyak 7 kali dalam sehari dan rata – rata bisa makan dengan sepuasanya. Sudah barang tentu beliau merasa senang dan bangga karena dianugrahkan kemampuan untuk menjamu tamu dan masyarakat setiap hari dan kapan saja. Siapapun juga wajar merasakan senang jika bisa bermurah hati dan berbagi.
Konon Nabi Sulaiman memohon kepada Allah agar diperkenankan untuk mengundang makan semua hewan. Namun Allah firmankan bahwa itu tidaklah mungkin. Sang Nabi dan sekaligus raja itu pun tetap memaksa. Maka,..
Datanglah seekor ikan yang sangat amat buesaarrrrrr. Ikan itu memberi salam hormat dan berkata kepada Sulaiman as,
“Wahai (Raja), jamulah daku untuk hari ini.”
Karena sang Nabi dengan jelas melihat ukuran besar ikan itu. nabi Sulaiman tahu bahwa hidangan tu haruslah bisa memuaskannya. Maka beliau memerintahkan agar dihidangkan untuk ikan tersebut makanan yang biasanya untuk sebulan penuh. Dikumpulkanlah makanan itu di tepi pantai sisi laut sampai sebesar gunung.
Ketika sudah selesai dan orang – orang pun menjauh ikan itu pun mengeluarka kepalanya dan air lalu menyantap makanan tersebut sampai habis dalam sekejab.
“Wahai Sulaiman, apakah itu semua..? (bagaimana dengan makanan untuk nanti. Siang, sore, dan malam) lagi pula biasanya porsi satu kali makanku jauh lebih banyak dari yang kau hidangkan)…?
Nabi Sulaiman bagitu terkejut dan terponga melihat fenomena luar biasa yang disaksikan langsung olehnya maka beliau bertanya
“Adakah binatang lain yang semacam kamu dalam lautan?”
“Ya, ada seribuan lain yang seperti diriku dalam laut.”

Subhanallahi al-Malikil ‘Azhiim (Mahasuci Allah Raja Yang Maha besar), Ada seribuan lain yang seperti ikan itu di lautan. Membayangkannya saja sungguh luar biasa, tapi memang begitulah adanya Allah SWT Maha Kuasa. Dari banyaknya ikan, luasnya lautan makhluk Allah tidak pernah kelaparan, setiap makhluk hari demi hari rezekinya selalu datang tentunya dengan ikhtiar. Soal rezeki Allah sudah mengaturnya, masalah rezeki itu lari menjauh semakin menjauh atau terhalang atau bersembunyi lama, atau belok dari kita adalah karena kita memang masih jauh lebih percaya pada rezeki yang ada di tangan orang ketimbang yang dipersiapkan Allah.

Memang di situasi jaman yang semakin kelam ini, kekhawatiran selalu datang, hari demi hari yang dirasa semakin sulit untuk hanya sekedar makan. Tapi bukan berarti Allah itu diam. Mungkin kita lah yang acapkali mengacuhkan, sehingga yang sering kali kita hampiri adalah kekecewaan. Allah Maha Kaya, kepada siapapun yang Ia kehendaki bahkan begitu mudah mengatakan “kun” maka jadilah, apa yang kita ingini. Hanya saja mungkin ikhtiar kita belum maksimal, doa kita kurang dalam rintihan sepanjang malam. Kisah Nabi Sulaiman mengajarkan kita bahwa Allah Maha Besar, bahkan lebih besar dari pikiran kita tentangNya, setiap kita telah ada rezekinya masing – masing, sekali lagi mari kita tetap berikhtiar dan berdoa tanpa prasangka buruk tentangNya.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s