Kematian Seorang Hartawan

“Kasian dia,”

“Iya, selama hidupnya dia hanya sebatang kara di dunia ini, saya tidak menyangka secepat ini usianya, “

Wafatnya milyader itu mengagetkan semua orang. Laki – laki berusia 40 tahun, pemilik kerajaan bisnis batu bara dan perusahaan pengolahan minyak ditemukan tewas karena penyakit jantung. Rumahnya yang megah di tengah perkotaan tidak seperti biasanya yang selalu sepi, keramaian kini tercipta justru dengan banyaknya pelawat- dari pejabat dan para sahabat. Ia seorang hartawan, lajang dan terpandang, namun ia tidak memilki ahli waris. Mungkin karena itu, sebelum meninggal dia meninggalkan pesan kepada pengacaranya, ia meninggalkan dua buah surat yang disegel. Yang sebuah berisi permintaan agar ketika ia meninggal, jenazahnya dikuburkan pada pukul empat dini hari. Surat yang kedua belum diketahui isinya karena di sampulnya tertulis pesan agar dibuka seusai pemakaman jenazah.

Malam semakin larut, bulan sebagian dipertengahan musim dingin. Satu per satu pelawat meninggalkan rumah duka. Itulah masalahnya, 1 jam setelah kematian itu seseorang yang telah diamanatkan oleh orang yang telah meninggal jauh lebih sibuk dari sekedar penggali lubang kubur yang harus mempersiapkan proses penguburan di tengah malam dengan rintikan gerimis!. Pengacara itu berusaha meyakinkan banyak orang yang tazkia untuk bisa hadir dalam proses pemakaman, akan tetapi nampaknya tugas ini tidak begitu ringan bagi pengacara, hampir seluruh kolega bisnis, karyawan sampai tetangga merasa sulit untuk memenuhi keinginan mendiang. Mungkin karena waktu yang tidak memungkinkan, mungkin!

Sesuai dengan wasiat, jenazah itu dikebumikan pada pukul empat dini hari. Apa boleh buat karena tidak lazimnya waktu pemakaman pada jam tersebut, yang mengantar jenazahnya hanyalah empat orang kawannya yang paling setia, bahkan pengacara tidak sempat meminta secara langsung untuk ke empat orang tersebut agar mau membantunya menyelesaikan tugasnya, pengacara pun terlalu sibuk membujuk semua orang yang pernah kenal dengan mendiang untuk mau mengantarkan almarhum ke tempat terakhir akan tetapi hanya itulah hasil dari usaha pengacara. Dan seusai pemakaman, surat yang kedua dibuka di depan pusara yang basah dan becek karena hujan tak kunjung reda. Betapa terkejutnya pengacara ketika membaca isinya. Ialah wasiat bahwa seluruh harta warisan (yang bernilai lebih dari 1 terliun dibagi rata kepada orang – orang yang mengantarkan jenazahnya ke pemakaman. Dengan demikian, yang berhak memperoleh harta yang banyak itu hanya empat orang, sebagai imbalan bagi kesetiaan mereka.

Iklan

5 pemikiran pada “Kematian Seorang Hartawan

  1. Z sempat dapat pesan via Facebook dimana saya dipilih sbg ahli waris oleh sebuah keluarga yg meninggal krn kecelakaan.
    Apakah pesan sprt itu benar adanya…?
    Mohon pencerahannya.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s