Buanglah Mantan pada Tempatnya

“IKHLAS” May berujar mantap di depan kaca. Mematut dirinya , bergaya se-kece mungkin! dan berdandan ala kadarnya. Sore ini, Lili mengajaknya hang out ke mall Ambasador. Setelah mengurung diri sepekan ini, rasanya May benar – benar membutuhkan hiburan, sekedar belanja atau cuci mata. Maklum anak Jakarta, tempat andalannya Mall aja.

Lili, sahabat terbaik yang May miliki, selalu membersamainya dalam kebahagiaan maupun kegalauan. Sampai detik ini, tak pernah Lili mengeluh lelah menghadapi sikap cengeng May di saat kepediahannya patah hati. Lili selalu memotivasi. ‘Ikhlas’ kata Lili, sungguh mengena di hati May, seperti mantra yang menyulap kegelapan menjadi cahaya. Namun, Ikhlas itu memang tidak mudah, tapi akan jauh lebih sulit bila melupakan.

“Tidak akan bisa lupa! Kecuali lo amnesia.”

“Gue juga ngerasa semakin gue berusaha melupakan dia, semakin membuat gue tersiksa karena gak bisa!” sadar May.

Nah tuh tau!”

“Gue sebenernya males ke sini Li, lo tahu sendiri gue bukan anak gaul Jakarta! Kalau gak butek – butek banget, gue ogah ke sini. Apaligi…” May menggantung kalimatnya

“Apalagi apa?”

May terdiam. Matanya kembali mulai berkaca. Emang susah ngadapin orang putus cinta.

“Yaudah gak usah dibahas. Makan yukh! Laper sama pegel nih!” Lili menggandeng May masuk ke restoran siap saji. Lili sibuk melihat daftar menu yang terpampang di dinding restoran.

“Gue, mau yang ini. Elo May?” Tanya Lili.

“Lo mau makan apa?” Lili mengulangi, namun tak ada jawaban dari May. Lili melemparkan padangannya dari menu makan ke wajah seseorang yang amat dia kenal. GIO? Begitupun May, tak berkedip sedikitpun melihat mantannya yang baru memutusinya seminggu lewat sehari itu bersama dengan seorang wanita, terlihat sangat mesra.

May serasa kembali digulung ombak kesedihan, bongkahan air mata meleleh di wajahnya. May berlari keluar restoran. Lili mengejarnya. Inilah alasan Lili mengajak May keliling Mall. Gio, sering banget nongkrong di sini. Lili ingin menunjukan kepada May, kelakuan mantannya itu! dan, SEE…!!!

“Mantan itu gak penting buat ditangisin!!!”

“Sampai kapanpun lo emang gak mungkin bisa ngelupain mantan, karena dia pernah menorehkan kenangan yang akan terus berbekas, baik kebahagiaan atau kesedihan. Berusaha melupakannya sama saja menanam kebencian yang akan berbuah busuk di hati, lo sendiri yang akan rugi!”

“Lebih baik ikhlas, apalagi sudah terbukti bahwa dia bukan cowok yang pantes buat ngedapetin cewek cantik, baik, dan smart kaya lo!”

“Kalau kita ikhlas. Pasti lo akan dapetin pasangan yang jauh lebih baik daripada cowok playboy macam dia!”

May hanya dapat terdiam, namun mencerna kata – kata Lili yang benar adanya. May teringat pertanyaan Lili kemarin “Terus lo mau apa sekarang?”

May, menghapus air matanya! Lalu berkata

“ Gue mau Buang mantan pada tempatnya!”

Iklan

4 pemikiran pada “Buanglah Mantan pada Tempatnya

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s