Ayo bangun

dreamAku males bangun? Berat kali aku membuka mata ini. Mata yang masih menguncup macam bunga yang enggan mekar. Rasanya aku ingin menutup telinga ku dengan bantal  guling yang sudah tak montok lagi tapi tanganku enggan bergerak. Aku kira setan berhasil mengikatku dengan rasa malas. Ayo bangun! Bukanlah ritual ajaran nabi Muhammad saw sebelum tidur telah kau jalankan; Dari al- Bara’ bin Azib radhiyallahu’anhuma, dia berkata: Rasulullah saw bersabda kepadaku: “ Jika hendak tidur, berwudhu’lah dulu sebagaimana wudhu’mu untuk shalat, kemudian berbaringlah pada sebelah kanan tubuhmu dan ucapkan  “Ya allah, aku serahkan jiwaku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu dan aku baringkan punggungku kepada-Mu. Itu semua karena kecintaan serta ketakutanku kepada-Mu. Tiada tempat kembali dan tiada pula tempat menyelamatkan diri dari-Mu, melainkan kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan serta nabi yang Engkau utus” (HR. Al-Bukhori dengan lafazh ini dalam kitab: al-adab dari kitab Shahihnya).

Tapi aku masih berharap bisa menyambung mimpiku berada dalam sebuah istana besar mirip istana negara yang warna temboknya seraba putih bersih, apakah ini istana? tanyaku dalam mimpiku. Pasalnya aku mendapati lukisan presiden awal negeri ini sampai presiden sekarang yang hampr hambis masa jabatannya, dan sebuah lukisan tanda tanya besar di urutan paling ujung di deretan gambar presiden, yang jika boleh kutaksir adalah presiden selanjutnya yang akan membawa negeri kita tercinta ini pada sebuah tanda tanya lebih besar lagi?. Kemudian aku aku mendapati diriku asik menikmati segelas susu sapi sambil menikmati pagi di depan halaman yang luasnya seluas mata memandang. Bunga – bunga bermandikan cahaya mentari pagi yang meyilau – nyilau membersihkan dedeaunannya dari embun – embun. Ada bunga yang tak pernah lelah menatap matahari. Ada bunga berkepala besar dengan warna kuning menyala ditengahnya seperti ada biji – bijian, ada bunga dengan kelopak yang besar dan merekah,  dan satu – satunya bunga yang ku tahu adalah bunga mawar, mawar dengan berbagai warna, ada merah darah, merah saga dan merah jambu, ada putih tulang, putih susu dan putih kelabu dan ada ungu violet juga ungu janda?.Aku masih ingin memanjakan mata ku untuk terus memandanginya. Seakan dapat ku hirup wangi segar setiap kuncupnya.  Dari Abu Said al-Kudri bahwasanya ia mendengar Rasulullah bersabda: “Jika seorang dari kalian bermimpi melihat sesuatu yang disukainya, seseungguhnya itu adalah dari Allah Ta’ala. Oleh karena itu, hendaklah ia bersyukur kepada Allah atas mimpi tadi dan menceritakaan mimpinya itu kepada orang lain.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Maka, janganlah memberitahukan mimpinya tersebut, kecuali kepada yang ia sukai. Tetapi jika bermimpi sesuatu yang tidak ia sukai, maka sesungguhnya mimpi tersebut adalah dari syatan. Oleh karena itu hendaklah  ia memohon perlindungan kepada Allah dari keburukannya dan janganlah menceritakannya kepada orang lain. Sebab, sesungguhnya itu tidak akan membahayakan dirinya.” (Muttafaq ‘alaih) HR. al- Bukhori (6985) dan hadits ini tidak dikeluarkan oleh muslim.

Mimpi memang terkadang tidak sesuai dengan kenyataan tapi sering kali mimpi menjadi topic pembicaraan, baiknya bila mengikuti apa yang diajarkan oleh nabi tercinta Muhammad sallahu’alaihi wassalam, menceritakan mimpi baik yang membahagiakan agar yang mendengarkan juga meng-aamiin-kan. Namun tidak sedikit ada orang ramai membicarakan mimpi buruknya, bahkan saling mengutarakan kekhawatiran mimpi tersebut kepada orang yang mendengarkannya dan apabila comunican tidak mengerti atau tidak mengetahui hadits Rasulullah tentang mimpi maka ia dengan sok tahu atauparahnya lagi malah mentafsirkan buruk mimpi tersebut dan menyambungkannya pada kenyataan yang akan terjadi nanti. Contoh; tafsir yang seringkali disalah artikan, mimpi gigi patah. Ada orang yang mengartikan, jika patah/ copot bagian atas maka ada salah satu anggota keluarga yang akan mengalami musibah dan jika gigi bawah yang copot/ patah akan ada keluarga yang meninggal. Astagfirullah, dugaan seperti itu dapat menyesatkan. Banyak orang mengatakan mimpi adalah bunga tidur atau mimpi itu permainan tidur. Mimpi terkadang berasal dari khayalan, bisa juga hasil imaginasi manusia tentang sesuatu hal. Biasanya berawal dari kejadian sebelum tidur sampai terbawa kedalam alam bawah sadar akibat sesuatu hal yang amat diinginkan atau bahkan hal yang selalu ditakuti. Mimpi juga bisa mainan syaitan yang ingin menyesatkan manusia melalui mimpi atau manusia yang menyalahartikan mimpi. Jadi kita musti hati – hati, jangan sampai mimpi buruk jadi kenyataan malah akibat dari kekhawatiran yang berlebihan terhadap mimpi itu, patutnya berdoa momohon petunjuk Sang Kuasa.

Ku lihat jam yang bertengger di dinding. Tepat pukul 3 pagi. Badanku masih menepel di kasur bersprai bunga – bunga mawar. Suasana kamar yang remang – remang terasa hangat. Pun sepi sunyi dari suara – suara bising musik dangdut tetangga. Maklum daerah padat penduduk bukan daerah per komplekan. Ya allah, bantu aku buka mata ini. “…..Maka apabila (ternyata) ia bangun dan menyebut nama Allah Ta’ala (berdoa), maka terurailah (terlepas) satu simpul….”. Aku mengambil posisi duduk. Dengan kondisi lemas dan kantuk yang memaksa. Harus bangun! Membunuh kantuk ini dengan melawan sekuat tenaga sampai tetes terakhir doa! Terus saja ku meminta kekuatan dari –Nya. Langkah lunglai namun penuh keyakinan bahwa tubuh ini mungkin perlu sentuhan air wudhu. “….Kemudian apabila ia berwudhu, terurailah satu simpul lagi….” Benar saja. Mata melek, ku usab mata ada belek. Masih tergambar jelas mimpi indah tadi, mimpi dari Allah yang membuat aku bahagia sampai saat ini. Cepat – cepat, ku tepis semua lamun itu, masih ada kenyataan yang harus aku hadapi yang akan jauh lebih indah dari sekedar mimpi. Ku gelar sajadah panjang, waktunya mengadu dan menumpahkan rindu. “…..Dan kemudian apabila ia sholat, terurailah simpul yang terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak (yakni tidak bangun sholat dan ibadah di malam hari), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shalih).”  (Muttafaqun ‘alaih).

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s