Senandung Delya

Satu…satu… aku sayang ibu…

Dua….dua… aku sayang ibu…

Tiga…Tiga…aku sayang ibu…

Lho, dek. Mana sayang ayahnya?” Tanya Ayah Delya bernada protes

“Ayah! Aku kan belum selesai nyanyi.” Eluh Delya. Wajahnya nampak gusar

“Oh, maafin ayah ya Delya sayang,” Kata Ayah menyesal.

Delya diam. Bibirnya menguncup. Ayah baru pulang kantor, memasuki ruang tengah keluarga. Dan tiba – tiba menyela senandung Delya.

“Nyanyinya dilanjutin dong dek,” pinta ayah.  Delya masih cemberut. Ayah mendekati Delya. Mengelus rambut Delya yang lembut dengan belayan hangat. Delya tetap mematung seperti menahan kesal. Ayah mendekatkan wajahnya ke wajah Delya, lalu ayah tersenyum lebar memamerkan gigi putih bersihnya pada Delya. Berisyarat pada putri tercintanya Delya Medya, tersenyumlah seperti ayah!.  Mana mungkin Delya tidak merasakan kasih sayang yang teramat besar sang ayah? Delya pun memeluk ayah, “Aku sayang ayah…”

“Benarkah?” gumam ayah, meledek Delya. Ayah menyipitkan mata. Delya bersandar mesra lalu berkata,

“Benar ayah!” Delya memeluk ayah. Ayah pun membalas pelukan Delya. Mereka berpelukan, saling mengungkapkan kecintaan.

“Sayang, tadi katanya nyanyinya belum selesai? Masih mau berlanjut kah?” Delya mengangguk. Ekhm..ekhmm Delya berdehem, mempersembahkan suara terbaiknya kepada ayah.

Satu…satu… aku sayang ibu…

Dua….dua… aku sayang ibu…

Tiga….tiga…aku sayang ibu…

Satu.. dua..tiga..aku sayang ibu…

Ayah kelu. Matanya memerah. Ayah tetap tersenyum pada Delya. Hatinya berucap getir  ‘Tidak adakah tempat untukku dihati Delya?’ . Namun, tidak mengurangi sedikitpun rasa bangga serta bahagia melihat anak satu – satunya yang belum genap berusia 5 tahun, Delya bernyayi di depannya.

“Ayah, tahukan lagu itu judulnya. aku sayang ibu.” Ujar Delya. Senyum Delya manis. Ayah mengangguk. Tak kalah merekah sumeringah.

“Sekarang aku mau lanjutin lagi ayah. Sepecial untuk ayah. Denger yah ayah. Jangan di potong lagi!”

Satu…satu… aku sayang ayah…

Dua….dua… aku sayang ayah…

Tiga….tiga…aku sayang ayah…

Satu.. dua..tiga..aku sayang ayah…

“Lagu ini judulnya. Aku sayang ayah.” Kecupan kecil mendarat di wajah ayah. Senandung Delya untuk ayah tercinta. Ayah teramat bahagia. Rasa lelah yang mendera seusai bekerja dan mencari nafkah untuk membahagiakan keluarga hilang sektika.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s