Sedikit Review Ranah 3 Warna

Ranah 3 warna. Aku tergugu, bagaimana aku biasa meragu?  mengulas novel ini. Mungkin karena ini adalah novel trilogi, pasalnya aku belum membaca novel pertamanya ‘Negeri 5 Menara’, novel ketiga juga. Aku tetap melaju, mereview,,

INI tentang Alif, seorang anak pesantren yang mengikuti ujian UMPTN.  Bukan hal mudah, dengan usaha dan doa nyatanya Alif bisa. Lalu, bukan sebatas masuk universitas yang didamba bahkan sampai menjelajah negeri Kanada pun terlasana. Mimpi itu indah.

Penuh coba dan uji, kesabaran yang tak bertepi. Alif mengajarkan bagaimana cara menggapai mimpi bukan hanya terbata lewat kata, namun laku nyata dari segala bukti.

Membaca novel ini membuatku terpejam sejenak, menggapai bintang paling terang. Begitulah Alif, ikhtiar serta sabar membuahkan hasil yang manis walaupun wajar bila tidak semua rencana terlaksana contohnya soal cinta…

Hidup adalah perjuangan! Tak ada kata berhenti, begitupun pendidikan harga diri dan harga mati,  belajarlah tiada henti. Alif terus berjuang untuk tetap belajar walaupun daya-nya semakin melemah namun tekatnya tak mudah padam oleh angin cobaan. Semakin gagah, menujukkan segala kemampuan yang ia punya. Sampai Randai pun sadar Alif tak bisa diremehkan, mereka bersahabat dan rival, tidak secara gamblang memang memperebutkan cinta si gadis multitalenta, Raisa.

Dalam novel ini, A. Fuadi memaparkan setiap jengkal kehidupan Alif dengan memikat, gaya bahasanya melekat dihati, setiap kalimat penuh arti. Rasanya tak ingin berhenti membaca novel ini. Ada kisah tentang mimpi, harapan dan keyakinan, bahwa dalam setiap perjuangan pasti ada campur tangan Tuhan.

Dari Sumatra sampai pulau jawa, Alif tetaplah pria santun yang berbudi luhur bahkan saat langkahnya menyetuh tanah Kanada. Ada masa – masa penuh derita, saat cobaa silih berganti, namun Tuhan maha adil, setiap usaha manusia pasti berbalas bahagia asal sabar setia mengiri langkahnya, walaupun tertatih namun setiap jerih jadi berarti. Alif, pribadi tangguh dan kukuh pada setiap yang ia yakini, wajar sesekali terjatuh namun ia tetap maju walaupun dengan langkah tertatih, maka ia bangkit lagi.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s