BUKAN DI NEGERI DONGENG

580300_618781641470223_1416876582_nDi perpustakaan kantor, aku menemukan buku ini, di sela jejeran novel yang amat menggiurkan untuk dibaca. Walaupun koleksi buku lama, namun ilmu tak kan menua untuk selalu bisa kau petik hikmah dan kau perah ilmunya. Setalah beberapa menit memilih, ku jatuhkan pilihanku pada kumpulan kisah nyata para pejuang keadilan  “BUKAN DI NEGERI DONGENG” Karya Helvy Tiana Rosa, Izzatul Jannah, dkk. Buku 180 halaman terbitan Syamil 2003. Sungguh tak sabar untuk ku baca dan kunikmati rasanya.

 

Sebelum kusantap buku ini, seperti biasa aku menerka – nerka isi-nya berdasarkan judul, cover, dan penulisnya. Buku ini, tentang pejuang keadilan dan tentang PARTAI KEADILAN SEJAHTERA.

Aku jadi teringat akan dialog singkat antara diriku si kerudung taplak, begitulah ia memanggilku dengan salah seorang yang antipati terhadap dunia politik.

“Memang kenapa kalau bicara partai?” ingatku waktu itu, aku bertanya demikian karena dia selalu mecibirku kader PKS dengan jilbab lebar dan ikut liqoan

“Ngomongin partai berarti ngomongin kepentingan!”

“Politik itu telah menjadikan manusia berubah jadi tikus, manusia jadi srigala dan manusia jadi iblis!” Aku tidak mengira seburuk itu penilaianya? Sangat jelas ketidaksukaannya pada politik hingga membuatnya jengah.

“Tidak semua yang ada dalam dunia politik itu seperti itu!” hujjahku lugas. Dia meliriku tajam dengan tatapan ‘mustahil’

Buku ini. Yah, buku ini yang akan membuktikan bahwa bagi Para Pejuang Keadilan politik adalah ladang dakwah! “BUKAN DI NEGERI DONGENG”, bukan, ini di negeri kita tercinta INDONESIA, ada manusia – manusia langit yang mendermakan dirinya demi sesama, sosok – sosok yang sering kita anggap mustahil ‘ada’ namun ini nyata adanya, manusia luar biasa ini bukan fiktif tapi realita bahkan tak jauh dari kita.

Ada lebih dari 50-an kisah – kisah nyata didalamnya yang tergores indah dalam rangaian kata penuh makna, penuh kejujuran dan penuh keterkejutan ‘sungguh adakah manusia mulia ini?’. Mereka ada! para pejuang keadilan, sebagian adalah pembesar PK atau PKS sekarang. Sosok DR. Hidayat Nurwahid yang bersahaja dan sederhana salah satu ‘figure pahlawan pilihan’.Ustad Ahmad Heriawan sang Ammar bin Yasir, LC. Ustad Satori Ismail dan keilmuannya. Ustad Syamsi Ali yang pada bulan april 2003 lalu menjabat sebagai imam II pada The Islamic Cultural of Center New York juga pengurus Partai Keadilan Sejahtera perwailan New York. Adzhar Fauzi Said anggota DPRD Kabupaten Karawang yang sungguh kisahnya bergidik dan menarik, bayangkan saja mungkin sebagian dari kita ketika ditawarkan sesuatu yang menggiurkan akan menerima paling tidak ‘manusiawi’nya senang, “Pak Adzhar, kami ingin memberi bapak sesuatu?kira- kira apa yang bapak mau? Rumah? Mobil? Dibangunkan pesantren? Mesjid? Apa saja…, Bapak tinggal sebutkan!” tawaran calon bupati pada saat itu sangat serius, lalu apa sekiranya yang akan kita jawab jika posisi tawaran ditujukan pada kita? Menerima? dengan senyum kejujurannya Pak Adzhar mengatakan keinginannya, yaitu “surga” Intinya, jika calon bupati itu berusaha keras untuk menjadi orang baik dimata Allah dan masyarakat yang kemudian mendapat kans untuk meraih surga-Nya, tentu Pak Adzar akan mendukungnya. Bila tidak, ya tidak. Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera Jakarta Selatan Igo Ilham sosok Fatahillah yang diperankannya dalam sebuah film perjuangan yang disutdarai Chaerul Umam telah menjadikan lakonnya sebagai sarana dakwah. Ibunda Yoyoh Yusroh, perempuan tangguh zaman ini yang tak pernah menaggalkan tilawah Al-Qur’annya. Kemudin ini tentang Nasir Jamil anggota DPRD Naggroe Aceh Darussalam dari Partai PK yang menolak jatah uang 75 juta pada masa itu yang juga diterima oleh anggota DPRD lainnya, sosok rekaan Helvy Tiana Rosa, Mas Gagah dalam cerpen yang akan segera di filmkan tahun ini ‘Ketika Mas Gagah Pergi” cerpen yang membuatku menitikan air mata dalam sekejab, ada di dalam lelaki berhati besar ini yang bergabung dalam partai kecil pada saat itu. Dan bebarapa tokoh serta simpatisan PK Sejahtera lainnya yang tak kalah menginspirasi.

BUKAN DI NEGERI DONGENG, ya, ini negeri kita INDONESIA tercinta. Aku yakin masih banyak di luar sana yang berhati mulia, berjiwa kesatria, baik agamanya dan jujur perkataan dan indah perangainya. Paling tidak buku ini menjadi saksi-nya, bahwa akan kita temui manusia – manusia pejuang sejati, peraih ridho Allah Rabbul ‘Izzati. Mari Para Pejuang Keadilan berdaya dan berkarya untuk dakwah karena Allah semata.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s