Sebatang Bunga Tanpa Warna

memikirkanmu2.jpgDusta! aku bukan menangis karenamu atau semakin lemah tanpamu, aku hanya merasa tak lagi memiliki cinta. Hampa. Bahkan aku kehilangan mimpi – mimpiku.

Masih saja, seberapa kuat aku mencoba hasilnya sama, kau meninggalkan selaksa perih yang tak berujung, menggoreskan luka yang membekas abadi.

Aku merasa terbunuh oleh waktu, kala dirimu selalu menghantu

Adakah musim berganti tanpa bayangmu?

Aku masih terpatri disini, bersama seikat janji

 

Selalu aku coba untuk bangkit, walaupun terasa amat sakit,

Tak sedikitpun kau berbalik kearahku

Kau malah semakin jauh

Tidak ada yang aku miliki dari dirimu bahkan kenangan itu, melupakanmu….

Siksaan yang menyesakkan

 

 

Itu memang dulu,

Aku masa lalumu

Tapi kehilangan hatimu, membuatku tak bisa membayangkan masa depan

Inilah diriku bagai sebatang bunga tanpa warna

 

Melewati hari, bagai ribuan tahun tanpa hujan

Kau, membuatku terjebak dalam fatamorgana

Yang kusadari, kau tak kumiliki

Nan jauh disana, tidak bisakah kau menghapus buliran kesedihan ini, bagai embun membasuh peluh daun,

Kau tak peduli, bahkan saat aku hanya memerlukan satu nafas…

Kau membuat kisah ini bagai jalan buntu,

Membuatku kehilangan arah

 

 

 Aku belajar berani, selakah walau tertatih

Menghapus segala gundah yang menyempitkan dada, sampai rasa – rasanya diriku hampir musnah.

Masih saja, ini kah derita…

Aku menitipkan rindu – rinduku pada nyanyian angin, yang akan kau dengar bagai lagu kematian….

Cinta, tak kusesali dia ada…

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s