Doa Ayat

270420121545“Mba punya doa – doa supaya sukses gak?” Pandangan ku beralih dari deretan kertas kepada sosok Ayat yang tegap. Yang tiba – tiba menyergap.

“Ada!” jawabku, Aya mendelik seakan bertanya dengan matanya ‘apa mba?’ apa?

“Doa kedua orang tua, tau kan? Doa sapu jagat tahu kan? Rabbana atina.. dan doa pake bahasa kamu dengan khusu, bisakan?” Jawab ku sekenanya

“Itu mah tiap hari mba!”

“Kudu tiap habis shalat Yat!” Ayat mengangguk. Tidak berhenti sampai disitu kemudian Ayat kembali bertanya, aku masih tak melepas lembar – lembar laporan hasil stock opname tadi pagi bersamanya.

“Gimana Sich mba, caranya supaya kerja sukses?”  Wajah Ayat berbewok, Laki tapi, tak garang apalagi sangar mendadak jadi polos, sepolos kemeja putih khas karyawan kontrak.

Pertanyaan itu langsung kujawab tanpa berbata, lugas dan tegas.

“Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas!”

“Tapi saya gak cerdas mba?” Sinar matanya yang semula terang perlahan meremang, rasa pesimis jauh lebih tergambar diraut mukanya kini,

“Sama – sama makan nasi kan atau kamu makan dedek (makanan ayam)?’ Ayat terkekeh

“Saya gak pinter itung – itungan mba, computer juga gak jago, bahasa inggris apalagi?” Tuturnya, semakin melesat ke jurang keputusaan.

“Ayat, kerja cerdas yang saya maksud bukan sebatas pandai berhitung, pandai mengoprasikan computer atau pandai bahasa asing. Walaupun itu juga penting! Tapi juga cerdas bertutur kata, setiap yang keluar dari mulut kita hanyalah kejujuran. Banyak orang cerdas sekarang ini, orang jujur langkah. Cerdas bersikap dan cerdas bergaul. Dan,” Aku sengaja menggantung kalimat, biar Ayat semakin ingin tahu sangat. Lihat saja, wajahnya sangat serius seperti seorang mahasiswa yang  tengah menyimak dosen killer sejagat.

“Dan, cerdas dalam mendayagunakan kemampuaannya, Yat.” Ayat tertegun, semenit kemudian Ayat berujar,

“Saya udah kerja keras kok mba, banting tulang tiap malam!” Mungkin maksud Ayat sering lembur. Marfum, karyawan kontrak paling ta’at pada atasan yang mengharuskannya lebur!

“Kerja keras yang saya maksud juga bukan memporsir tenaga secara berlebihan, paling pulang banting pintu kelelahan, gak ampe banting tulang Yat!, Kerja keras itu bekerja secara efisien dan efektif. Efisien waktu, tenaga dan pikiran. Efektif, mengoptimalisasikan segala karya dan daya.!”

“Gitu yah mba?!” Nampaknya Ayat mulai berpikir keras, dahinya berlipat.

“Oya, ingat Yat, Yang terpenting juga kerja ikhlas!”

“Bekerja ikhlas maksudnya tanpa mengharapkan gaji gitu mba?” Kata Ayat.

Aku menyimpul senyum,

“Emangnya kamu ikhlas gak digaji?”

“Ya enggaklah mba..!” katanya tak terima

“Jika kamu sudah bekerja cerdas, bekerja keras kemudian mengoptimalisasikan daya dan doa, bersyukurlah dengan apa yang kamu terima dengan tetap berusaha mendapatkan yang lebih baik. Kita musti selalu menyakini Yat, bahwa rezeki terbaik untuk kita sudah diatur oleh Allah. Ikhas bukan berarti tidak mengharap. Tapi percayalah bahwa balasan yang sempurna dari sebuah usaha adalah rahmatNya,”

“Waah, makasih ya mba, saya merasa tercerahkan sekarang! Sering – sering aja nich sharing sama mba,”

“Keseringan ntar bosen Yat!”

“Gak kok mba, saya gak bosen”

“Maksudnya saya yang bosen Yat,” Dayat tertawa, memamerkan semangat dalam dirinya.

“Doa in saya ya mba! Supaya saya bisa diangkat jadi karyawan tetap mba,!”

“Aamiin”

“Aamiin…aamiin… aamiin, ya rabbal’alamin “ Doa ayat.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s