Mesti Mengajar #Part 2

Subhanallah2729Hari Jum’at tanggal 18 Januari 2013, ini kali kedua aku mengajar di SMP Muhammadiyah 16 Jakarta, Alhamdulillah sudah dapat kuhafal beberapa nama siswa – siswiku dan sedikit karakter mereka seperti; Siti yang memiliki senyum manis dengan kelembutan sehalus sutra walaupun terkesan diam namun menarikku untuk lebih dapat memahaminya. Angelia Syafina ayu tenan parasnya, memiliki cita – cita yang sama denganku yaitu guru. Dwi, siswi perempuan yang cantik, wajahnya mengingatkanku dengan seorang sahabat waktu SMP dulu, précis senyumnya. Revo, berperawakan cukup berisi dan menggemaskan, wajahnya selalu dipenuhi senyum dan antusias terhadap apapun, setiap melihatnya bertambah semangatku. Dia juga siswa yang active di kelas bahkan cukup menonjol dibandingkan yang lainnya dan cita – citanya adalah menjadi musisi. Kemudian ada Adam, yeah dia siswa yang harus mendapatkan perhatian serius aku pun lebih sering memanggil namanya. Mulai dari sikap duduk dan cara dia memperhatikan pelajaran, aku berusaha membenahi dengan mengarahkan sedikit demi sedikit dan tidak membiarkannya duduk menyender ke tembok atau bersikap malas – malasan diatas meja dengan menaruh kepala diatas tangannya. Adam memiliki cita – cita menjadi pemain sepak bola, selalu mengompori siswa lain untuk mengambil bola di ruang guru dan memainkannya. Selanjutnya ada Muhammad Hafidz Fikri, sang ketua kelompok. Aku melihat ada jiwa kepemimpinan dalam dirinya yang cukup menonjol. Dia sendiri yang berinisiatif untuk menjadi ketua dalam kelompok diskusi. Anak yang cerdas dan tangkas. Kemudian ada Fikri Yansah, sikapnya cool walau tidak sedingin es, namun cukup mudah untuk diarahkan, dia anak laki – laki yang manis dengan postur lebih tinggi dibandingkan teman – teman lainya. Dan ada Fadli Atharick, sama seperti hampir semua siwa laki – laki di kelas VIII ini, dia bercita – cita menjadi pemain sepak bola. Aku jadi terbayang persepakbolaan Indonesia yang tengah dilanda krisis berkepanjangan terlebih lagi dalam kelembagaanya, sampai kapan akan seperti itu? Sedangkan masih banyak bibit – bibit muda berbakat yang perlu bimbingan dan perhatian serius. Yasudahlah, anak – anak di sekolah Muhammadiyah 16 ini masih bisa bermain sepak bola.

Subhanallah, anak – anak ini membuatku lebih bersemangat menghadapi tugas mulia yang tengah ku-emban yaitu; “GURU”.

Sama seperti kemarin hujan di pagi ini cukup deras, aku sampai di sekolah tepat jam 7 kurang 15 menit dengan sedikit lepek namun tetap rapi. Tidak banyak siswa yang masuk hari ini, kata penjaga sekolah, ‘Harap marfum, rata – rata siswa – siswi di sini, rumahnya di Keramat Pulo sering kebanjiran!” walhasil, afektifitas belajar baru mulai jam 8.

Dipertemuan kedua ini, aku menjelaskan mengenai kata ganti ku, kau, mu, dan nya-. Kata ganti ku dan kau sebagai bentuk singkatan kata aku dan engkau, ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Contohnya; Kurasa begitu! (aku rasa begitu!) atau Engkau ambil menjadi Kauambil. Sayang, waktu yang tersedia untuk jam pelajaran pertama sampai jam 9.30, padahal baru mulai jam 8 kurang jadi tidak banyak yang bisa aku jelaskan untuk bentuk imbuhan lainnya. Aku memberikan tugas rumah pada mereka yang harus dikumpulkan dipertemuan selanjutnya.

Aku jadi ingat bait – bait yang pernahku posting di account FB beberapa hari yang lalu berjudul;
Guruku terimakasih

Hati selalu bergetar
Berdebar
Setiap ku dengar lagu
“Terimah kasih guru”

(nyanyi..) Guruku tersayang …
guru tercinta tanpamu apa jadinya aku…
tak bisa baca tulis mengerti banyak hal…
guruku terima kasihku…

Guru…
Kau lah cita dan cintaku
Yang selalu ku gugu dan kutiru
Jasamu mengukir abadi
Mengalir sampai akhirat nanti
Kebaikanmu berbudi
Berbelas kasih
Guruku terimakasih…

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s