Kata, Kita Saling Menyapa

05082011593

Malam ini, saat hujan mengguyur Jakarta dengan tumpahan Rahmat yang melimpah, Patutlah kita sebagai manusia mengucap syukur yang tak terkira,
Hujan itu anugrah
Manusia yang membuatnya jadi musibah
Hujan itu rahmat
Menyuruh manusia agar segera taubat
Hujan itu ni’mat
Bukan laknat,..
Ada yang salah dengan diri kita. Yang malah terkadang lebih suka menyalahkan keadaan yang terjadi karena ulah kita sendiri. Memang bukan kita yang suka membuang sampah sembarangan tapi orang lain, salah kita mungkin hanya tak menghimbau yang lain agar tidak serampangan, kalau pun sudah demikian, Alhamdulillah bukan salah kita. Lalu? Sudahlah tak perlu saling menyalahkan!
Detik ini, saya hanya ingin menyapa lewat kata tak berbata, lewat kata – kata yang tersurat, walau hanya sekedar sebuah kalimat. Sekiranya memang ada maksud, hanya sekedar menjalankan sedikit amanat bahwa kita musia wajib saling mengingat kan!.
Dalam sebuah hadits muslim, Abu Hurairah ra. Berkata, “ Rasulullah bersabda: Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Demi Allah. Kamu tidak akan masuk surga sehingga kamu beriman, dan kamu akan beriman sehingga kamu saling cinta kasih. Maukah kamu saya tunjukkan kepada sesuatu yang jika kamu kerjakan maka kamu saling bercinta kasih? tebarkan lah salam diantara kamu. “
Maka izinkan saya, wahai saudaraku untuk mengucap salam ketulusan dari hati terdalam karena mengucapkan salam antar muslim bisa membuat kita merasakan persaudaraan seakidah, “ Selamat, semoga keselamatan dari Allah tetap bagimu” begitu sebagian ulama mengartikan.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…,”

Oya, saudaraku, bolehkah saya bertanya, “ Apa yang anda pikirkan tentang sebuah kebahagiaan?. Saya tidaklah ingin menebak – nebak persyaratan apa saja yang anda ajukan tentang arti sebuah kebahagian, karena sering kali kebahagian masing – masing dari kita berbeda pengartian. Tentang uang kah? Hal – hal yang terkait materi atau sangat sederhana dan murah kebahagian bagi kita? Tanpa perlu segenggam uang untuk membelinya? Dan marilah kita mencari kebahagian untuk dunia dan akhirat kita dimulai dengan menerima dan merasa nyaman dengan apa yang kita miliki dan apa yang ada pada diri kita seutuhnya, nyatanya bersyukur merupakan salah satu kunci kebahagian. Pengendalian keinginan akan mempermudah kita menjadi manusia penuh syukur, tanpa banyak mau kita berusaha menerima hidup yang sederhana namun bahagia dan berkah.

Semoga anda selalu berada dalam kondisi yang lebih baik dari hari – hari kemarin. Karena hidup hanya sekali, buat lah lebih berarti dan akhirat selalu ada di hati. Hidup yang berkualitas adalah hidup yang progresif. Sebagaimana termaktub dalam mahfuzhat masyhur yang begitu menggugah. “Bekerjalah untuk duniamu,” demikian dicetuskan,”Seolah engkau akan hidup abadi. Dan beramallah untuk akhirat-mu seakan engkau mati esok hari.” Beramallah, bekerjalah. Maka Allah, Rasul dan orang – orang beriman akan melihat amal – amal kita dengan senyum dan bahagia, tersirat dalam ayat (Q.S. At-Taubah [9]:105). Kehidupan ini akan jauh lebih berarti dengan meniatkan segala sesuatunya karena Allah Rabbul izzati.

Hati – hati mungkin selama ini atau tanpa sadar kita telah tebakan dalam rutinitas. Apabila ritme berulang tanpa inovasi dan kreasi. Hidup jadi hampa, haus akan makna sia – sia bila kita hanya menghabiskan waktu dan tenaga untuk melakukan hal yang sama tanpa arti. Semoga kita semua dapat menemukan segala hikmah yang berserakan di sekitar kita dan lebih bersyukur agar terhindar dari sifat kufur.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s