Mesti Mengajar #part 1

Subhanallah2728Hari rabu tanggal 16 Januari 2013, ini kali pertama aku mengajar di SMP Muhammadiyah 16 Jakarta Pusat. Tidak gugup karena persiapan sudah matang, insya’allah seperti; Silabus, RPP, Modul dan Power point. Sebelumnya aku sudah survey ke sekolah Muhammadiyah 16. Berada di sana membuatku membayangkan berdiri di depan kelas dan mengajar mereka penuh cinta bahkan dari sudut ke sudut sekolah aku perhatikan setiap detail dengan seksama, aku bahkan mengirup sepuas – puasnya suasana di sana, merasakan atmosfir yang perlahan memberikan kekuatan tersendiri. Aku sungguh antusias, menjadi seorang guru adalah salah satu cita – citaku dan kini aku tengah merintis, menjalankan, mewujudkan cita – cita itu. Dipertemuan pertama hari ini berjalan lancar, bahkan aku ingin selalu mengajar mereka. Aku percaya tidak ada satu pun siswa yang nakal/ bandel yang ada hanya siswa yang lebih memerlukan perhatian dan kasih sayang. Sejenak aku merenung, tanpa terasa sebulir air mata jatuh ke pipi, aku ingin menjadi guru walaupun profesiku sekarang adalah staff di salah satu perusahan ritail di Jakarta sebagai Inventory Control. Tapi bagiku guru bukanlah sebatas profesi, menjadi guru adalah panggilan hati dan ladang dakwah yang akan menumbuhkan beribu kebaikan. Menjadi guru adalah kejujuran, karena seorang guru hakekatnya tidaklah hanya mengajarkan orang lain tetapi diri nya sendiri tentang arti sebuah kehidupan, kehidupan yang berarti.

Aku perhatikan setiap raut wajah mereka satu persatu sebanyak 20 siswa, begitu pun sebaliknya aku meminta mereka berfokus pada satu titik di depan yaitu “aku, sebagai guru mereka” karena keterbatasanku untuk mengingat satu persatu nama mereka, maka aku meminta mereka membuat nemteg dari selembar kertas yang telah dilipat 4 bagian menjadi sebuah papan tulis berbentuk segitiga yang bertuliskan nama dan cita – cita mereka, aku pun ikut memperaktekannya dan menaruh di atas mejaku. Kebanyakan dari siswa laki – laki bercita – cita menjadi pemain sepak bola, lantas aku berujar sebagaimana kutipan salah satu novel yang kini tengah difilmkan, “Jika kalian punya cita – cita maka jangan taruh di dalam kepala kalian, dan membiarkannya hanya tersimpan di sana, tapi taruh di depan mata kalian 5 Cm.”
Selain itu, sebelum aku memasuki materi ‘nilai intrinsik dalam sebuah novel” aku memberikan penawaran menarik untuk mereka yaitu mengikuti perlombaan menulis cerpen yang bertemakan “aku dan cita – citaku” waktu yang aku berikan pada mereka cukup lama yaitu selama aku diamanahkan mereka sebanyak 8 kali pertemuan dalam 1 bulan. Pemenang 2 terbaik dan 2 pemenang hiburan (1 laki – laki dan 1 perempuan) akan mendapatkan hadiah yang telah aku siapkan sebelumnya. Mereka terlihat antusias dan aku bisa menebak mereka mulai memikirkan ide untuk lomba tersbut.

Setelah aku menyampaikan materi, aku lebih senang mengajar mereka dengan metode diskusi, aku pun membentuk 3 kelompok atau ada tiga lingkaran (halaqoh) untuk mereka mendiskusikan sebuah cerita dan menyebutkan nilai intrinsik serta kesimpulan cerita yang telah mereka diskusikan. Alhadulillah, mereka cukup kopratif untuk diajak kerjasama, sama – sama cerdas dan mencerdaskan. Karena tuntutan berbicara lantang di depan kelas aku harus kembali lagi menarik keluar suaraku lebih keras, aku jadi teringat sewaktu SMK dulu, aku yang seorang ketua OSIS sering teriak – teriak di lapangan untuk menenangkan adik – adik kelasku, sebagai salah satu anggota Rohis juga aku sering diminta mengisi kajian di setiap kelas 1 pada hari jum’at. Jadi tidak ada masalah yang berarti insya’allah.

Alhamdulillah. Mendidik itu berbicara soal hati, ini adalah catatan hati seseorang yang tengah belajar menjadi seorang guru dan berusaha menjadi guru kehidupan untuk dirinya sendiri dan orang lain. Semangat selalu, Allah bersama kita….. Melangkah bersama menuju cita – cita…

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s