Kajian IKMT TIP TOP Rawamangun : Menjadi Keluarga Sakinah, Mawaddah dan Waramah

Sabtu, 22 Desember 2012. Mulai Pukul : 16.15 s/d 08.20 WIB

bukuKajian IKMT (Ikatan Keluarga Muslim Tiptop) rawamangun kali ini mengangkat tema “Menjadi Keluarga Sakinah” yang disampaikan oleh ustad. Ade Purnama.

Sebagai mukadimmah Ustad Ade menyampaikan sebuah pemberitaan tentang Mesir, negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Negara asal Fir’aun itu kini dikuasai oleh seorang pemimpin yang sekaligus ulama Muhammad Mursyi. Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat Mesir ini tengah mengeluarkan dekrit, memberikan pilihan ke rakyat untuk mengubah Mesir menjadi lebih baik dengan menanggalkan hukum sekuler yang telah lama mendekap negara Piramid tersebut.  Presiden Indonesia yang kontrovesional yaitu GUS DUR juga pernah melakukan hal yang sama dengan dekrit membubarkan MPR & DPR akan tetapi sayangnya beliau yang tersingkir?

Mendengar ceramah tersebut membuat saya teringat,

“Ia memberikan kekuasaan kepada orang yang Ia hendaki dan mencabut kekuasaan dari orang yang Ia kehendaki; memenangkan orang yang Ia kehendaki dan mengalahkan orang yang Ia kehendaki, Di tangan-Nya lah segal yang baik.”

Pengajian berlangsung dengan kidmat, padahal baru diawal, dan selajutnya Sang Ustad masuk ke-tema. Pembawaannya tenang, senyum selalu mengembang. Bersahaja penuh ceria namun ada gurat – gurat ketegasan nan berwibawa. Sesekali jamaah diajak tertawa tapi tak sedikit pun menghilangkan esensi materi yang disampaikan dengan tertata.  

 “Kebetulan hari ini hari  ibu, semoga yang telah menjadi ibu dapat mendidik anak – anaknya menjadi shaleh dan shaleha, semoga yang belum punya anak cepat mendapat jodoh terbaik. Kenapa terbaik? Karena perempuan – perempuan baik – baik untuk laki – laki yang terbaik.”  Serentak doa ustad Ade Purnama di “Aamiin…kan oleh jamaah

Islam memberikan porsi yang istimewa untuk perempuan, Agama ini memang sempurna tanpa cela apalagi noda karena Allah Yang Menjaga. Al- Qur’an adalah satu – satunya kitab suci manusia yang memberikan perhatian yang sangat besar kepada kaum perempuan, ini jelas tersurat dalam Al-Qur’an seperti Surat An-Nissa, An-Nur , At-Thalaq. Bahkan Allah menyebutnya diawal surat Al- Mujadilah,

“Sungguh,  Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugutan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat”

 

Seorang perempuan yang kemudian melanjutkan jenjang hidupnya ke mahligai pernikahan, menjadi seorang istri yanng patuh dan patut kepada suaminya yang menuntun pada jalan kebenaran.  Oleh karena itu bagi yang belum menikah, pilihlah pasangan yang tidak hanya bermodalkan tampan, harta pun bukan jaminan tapi iman penuh keutamaan. Pernikahan adalah sebuah visi besar bagi sepasang hamba Allah yang telah diperjodohkan yaitu Kehidupan Dunia Akhirat. Lihatlah pasangan kita dari sisi kelebihan yang ia miliki tapi sadarlah bahwa istri kita bukan Siti Khadijah, istri pertama nabi yang penuh setia dan kaya, istri kita bukan pula aisyah yang pandai bertutur dan berilmu mempuni dalam agamanya, istri kita hanya perempuan akhir zaman perindu syurga yang taat pada suami demi mengharap ridho Illah. Begitu pun suami kita bukan lah nabi sekaya nabi Sulaiman, bukan nabi setabah nabi luth yang diterpa banyak coba dan uji, suami kita bukan pula nabi Muhammad dengan segala kesempurnaan sebagai manusia, suami kita hanyalah laki – laki yang telah berusaha sekuat tenaganya membahagiakan istri tercinta di dunia dan di akhirat.

Membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan waramah adalah keinginan setiap insan, memang tak mudah tapi siapapun bisa mewujudkannya.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri (pasangan) dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram (sakinah) kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar-Rum : 21).

 

Merasa tenteram (sakinah) Kata sakinah mengandung makna tenang, tenteram, damai, terhormat, aman, nyaman, dan merasa dilindungi. Keluarga yang sakinah berarti setiap anggota suami, istri, dan anak – anak dapat merasakan ketenangan, kenyamanan dan kedamaian sentosa

Sedangkan rasa kasih (mawaddah) berasal dari bahasa Arab. Mawaddah adalah jenis cinta membara, perasaan cinta dan kasih sayang yang menggebu kepada pasangan. Namun janganlah mengartikan cinta ini sebatas Mahabbah yang sifatnya umum contoh, seorang akhi mengatakan “Ana ukhibbuki fillah..” kepada akhi saudara semuslimnya tapi bukan berarti jika itu dikatakan antar sesama jenis adalah homo/lesbian, itu hanyalah ungkapan yang menggambarkan kasih sayang dari keduanya yang telah dipersaudarakan dalam islam. Ingatkah kita akan sebuah nasihat indah dalam sebuah cerita yang disusun dalam bingkai sunnah;

Suatu ketika seseorang sahabat berada di sisi Nabi SAW lewatlah seorang di hadapannya.

Ketika melihatnya ia berkata, “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mencintainya.” Nabi SAW bertanya kepadanya, “Apakah engkau telah memberitahukannya?” “Belum.” Jawabnya. Beliau bersabda, “Beritahukanlah.” Orang tersebut menyusulnya dan berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” Orang tersebut membalas dengan ungkapan, “Semoga Allah yang menjadikanmu mencintaiku juga mencintaimu sebagaimana engkau mencintaiku.” (HR. Abu Dawud, shahih)

Mawaddah adalah cinta yang lahir setelah akad. Contoh terkini, Jamal dan Mutiara di sinetron Tukang Bubur Naik Haji bukan Rumana dan Robi yang jelas – jelas berpacaran sebelum pernikahan. Begitupula cinta yang muncul karena kecantikan/ ketampanan tidak lah abadi, cinta itu tinggal tunggu tamatnya mungkin hanya bertahan dalam hitungan tahun, bulan atau hari,  3-4 hari seperti salah satu berita yang marak diperbincangakan sekarang ini, kisah pilu seorang gadis yang dinikahi salah satu pejabat dan dicerai karena melihat kekurangannya setalah pernikahan. Na’uzubillah.

Sedangkan Rahmah berasal dari bahasa Arab. yang berarti ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, juga rejeki. Kasih sanyang yang terjalin tidak untuk saling menyakiti, tidak menjadi beban satu sama lain. Cinta adalah anugrah terindah dari Sang Kuasa yang suci namun bisa membuat kita hina dina bila tak memahaminya, cinta yang mendekati zina hanya akan membawa kita pada sumber malapetaka di dunia sengsara tiada akhir sampai membawa kita pada neraka. Na’uzubillah

Wujudkanlah keluarga sakinah, mawaddah dan waramah dambaan kita semua, untuk istiqomah selalu menggapai kasih dan sayang-Nya. Hal yang sekiranya perlu kita lakukan diantaranya;

1. Mewujudkan Visi. Nikah semata ibadah, mengharap ridho-Nya, bukan  sebatas kertas atau ijab dan Kabul untuk menghalakan hubungan intim semata

2. Ada visi, ada pula misi. Langkah – langkah bersama sepasang insan dalam membina keluarga yang bahagia dunia akhirat.

3. Pahami karakter masing – masing. Saling memahami adalah cara terbaik untuk dapat menerima

4. Lihatlah kelebihannya, jangan liat kekurangannya. Karena setiap manusia pasti punya sifat salah.

5. Jadilah istri mitra dalam dakwah, kawan dalam ibadah.

6. Hormati istri sebagai ummi-nya anak – anak dan suami sebagai abi-nya anak – anak. Itu pula bagian dari pendidikan akhlak kepada anak – anak kita. Contoh utama bagi anak – anak adalah kedua orang tuanya.

7. Jadikan rumah tangga sebagai madrasah untuk anak – anak. Terkadang para orang tua lah yang tanpa sadar mengajarkan keburukan pada anak – anaknya contoh mengajarkan pelit. Biasanya orang tua yang baru datang ke rumah dengan membawa makanan dan melihat anaknya tengah bermain di luar rumah kemudian  menyuruh anak makan di dalam supaya tidak ada yang mengganggunya makan. Padahal anak kita, sebenarnya memilki potensi dermawan, bila seorang dewasa menjulurkan tangan pada anak kecil, maka si anak akan memberikan apa yang ia pegang kepada kita bahkan semua.

8. Baiti Jannati, rumah ku syurgaku. Semoga Alla Subhanahu Wata’ala menjadikan rumah dan keluarga kita menjadi “baiti jannati”, rumah yang ibarat surga, dibalut kasih dan sayang, suami-istri dan anak-anak yang sholeh dan sholehah dan senantiasa mengagungkan “asma” Allah.  Serta para penghuninya menjadi ahli surga. Aamiin..

 Sebelum pengajian ditutup seperti biasa masuk ke sessi tanya jawab. Dengan 4-5 pertanyaan dan belum lagi ada beberapa pertanyaan yang belum bisa dibahas, menjadi bukti bahwa pengajian pada bulan ini berlangsung sesuai harapan jemaah, pas! Mengena dihati dan dipahami. Insya’allah.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s