TUTUT….TUTUT….

Photo1456

Ahad  ini Jakarta terasa adem, terlebih lagi setelah hujan disiang harinya turun deras. Cuacanya juga mendukung untuk melaksanakan agenda disore ini, menghadiri kajian rutin di daerah johar baru bertempat di sanggar Al-Qur’an. Jadi teringat salah satu dari 5 obat hati yang dinyanyikan oleh mantan rocker Opik yaitu;  berkumpul dengan orang – orang shaleh, dan itu lah salah satu nikmat yang aku rasakan. Sebagian besar yang hadir adalah ibu – ibu beserta anak – anak yang dibawanya yang juga ikut mengaji. Walaupun acaranya ngaret 30 menit, sedikit menghilangkan rasa kecewa dengan penyampaian tausiyah yang bersahaja dari Ustad Ristanto mengenai Generasi Rabbani.

Semuanya berjalan dengan lancar dan apa yang telah disampaikan sang murabbi insya’allah menjadikan kami insan rabbani, aamiin. Dan setalah acara selesai ukhti orange maksudnya ka Dwi Salamah/ Salamah Dwi Damayanthi yang mengenakan jilbab orange mengahajakku makan TUTUT.

“Yukh..!” aku memang terlihat sangat antusias meng-iya-kan, pasalnya aku belum pernah mencoba makanan tersebut. ka Ungu, ka Reni yang mengenakan jilbab ungu. ka Biru always yang mengenakan jilbab biru juga ikut bersama kami.

Diwaktu lalu, mereka selalu saja membicarakan ke-enak-kan makan TUTUT didepanku yang belum mempunyai kesempatan makan TUTUT atau keong sawah dikarenakan satu dan lain hal yang diantaranya karena aku sendiri ragu makan makanan itu. Kenapa yach? Mungkin karena nama makanan itu terdengar aneh ditelinga TUTUT. Aku malah menyebut nya TUTUT…TUTUT… kaya bunyi kereta.

Perjalanan kami naik bajai tidak memakan waktu lama. Setibanya di warung TUTUT pastinya kita disambut tukang TUTUT, tanpa basa- basi kami pun langsung memesan 4 porsi TUTUT. Aku sempet nanya sama Ka ungu,

“TUTUT gak pake nasi kan?” Ditanya gitu, eh doi malah ketawa sambil menggeleng sich, tanda meng-iya-kan.

            “Eh, kalau mau makan TUTUT dengan enak ada caranya lhoo..!” Kata ka Orange, yang lain menyimak dengan wajah ingin tahu.

            “Gimana ka?” Tanyaku penasaran

            “Caranya; di 3S,  sedoot…sruupuut…seedaaap! Tuh kaya tulisan di banner nya!” katanya sambil menunjuk kearah depan gerobak yang bertulisankan 3S dan beberapa khasiat makan TUTUT . Sepengetahuanku TUTUT memang mengandung zat gizi berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya, juga mengandung kalsium. Tutut mengandung beragam faedah yang mampu mengobati penyakit kuning, kolestrol, liver, maag, diabetes serta berbagai penyakit lainnya, protein hewani yang bermutu dengan harga yang jauh lebih murah daripada daging sapi, kambing atau ayam hanya Rp. 3.000/ porsi.  

Tidak menunggu lama, TUTUT siap disantap!

Rasanya…mmmmhhh…. Gurih! Bumbu jahe dan asam nya mendominasi sama sekali tidak amis, lumayan melegakan tenggorakan dan yang paling pasti makan TUTUT itu bikin penasaran disetiap cangkangnya. Dengan bantuan tusuk gigi jadi lebih mudah sich, mungkin karena baru pertama jadi tidak se-jago Ka Orange, Ka Ungu dan Ka Biru nyeruputnya. Semangkok TUTUT memang tidak membuat perut kenyang tapi unic nya makan TUTUT beserta caranya seedoot dan seeruuuput membuat nikmatnya makan.

TUTUT…TUTUT… sehabis makan dan menghabiskan semangkok TUTUT aku malah bersenandung begitu. Aku salut sama ka orange yang mampu membantu ka ungu dan ka biru menghabiskan semangokok TUTUT juga kuah nya. Alhasil yang tersisa hanyalah cangkang TUTUT .

Alhamdulillah, hasratku selama ini makan TUTUT terpenuhi, walaupun kalau ada kesempatan dan pilihan makanan lain aku pikirkan makanan TUTUT lagi. TUTUT…TUTUT…….

Iklan

2 pemikiran pada “TUTUT….TUTUT….

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s