Masalah Pendidikan, Masalah Kita Semua

Pada saat ini masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat berarti karena masalah semua orang bukan hanya masalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saja, bukan masalah guru dan kepala sekolah saja, tapi semua! masalahnya pun tidak hanya satu tapi beribu. Setiap saat dalam kehidupan kita dimana pun kita berada secara sadar ataupun tidak sadar lagsung ataupun tidak langsung kita sedang belajar, paling tidak belajar untuk terus bertahan hidup  dan memahami setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Maka dari itu pendidikan adalah masalah semua orang.

Pengertian pendidikan  yang banyak dianggap sebagian besar yang terlibat dalam masalah pendidikan kita dewasa ini adalah sebagai usaha orang dewasa dalam membimbing anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaan dan setelah anak tumbuh menjadi dewasa, maka pendidikan dianggap telah selesai. Tapi justru itu lah masalah terbesar dari masalah pendidikan kita.

Menurut H.T. Romly Qomaruddin, MA, dosen ‘Pendidikan Islam’ di STAI Publististik Thawalib Jakarta dalam makalahnya “ Menghadirkan Ruh Guru; Upaya Maksimal Menyentuh Aspek Spiritual Anak” (2010:7) menjelaskan bahwa pada prinsipnya pendidikan merupakan sebuah proses dalam “memanusiakan” manusia atau kembali kepada fitrahNya sebagai makhluk yang mendapatkan tugas memakmurkan bumi dengan kreativitasnya dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan berbagai aturanNya.

Pada dasarnya pendidikan adalah suatu proses pembelajaran dan pengembangan seluruh aspek kepribadian manusia dan kemampuan manusia serta aspek spiritual manusia untuk kembali kepada firahNya dan pendekatan manusia terhadap Allah, yang telah menciptakannya. Pendidikan ini berlangsung sepanjang hayat, artinya sedari kita lahir, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang dewasa hingga sampai akhir hayat. Sebagaimana yang terkandung dalam sabda Nabi ini menunjukkan bahwa secara pedagogi manusia berkembang melalui proses pendidikan.

Berkata Anas, “Bersabda  Nabi saw.; “ Anak setelah hari ketujuh dari kelahirannya disembelihkan ‘aqiqah dan diberi nama setelah dicukur rambutnya, setelah usia enam tahun ia dididik untuk berperilaku sopan santun; setelah 9 tahun tempat tidurnya dipisah dari orang tuanya; setelah 13 tahun ia harus dipukul bila tidak menjalankan shalat, setelah berusia 16 tahun ia harus dikawinkan oleh ayahnya, lalu ayahnya berjabatan tangan dengannya seraya mengatakan : “Saya telah mendidik kamu, mengajar dan mengawinkan kamu, saya memohon kepada Tuhan supaya saya dijauhkan dari fitnahmu di dunia dan siksamu di akhirat.”

Pendidikan itu, dari buayan sampai liang lahat! bukan hanya terbatas pada jenjang waktu tertentu saja. Jadi, selama kita masih hidup sudah semestinya kita terus belajar. Berhenti belajar sama hal nya berhenti menjadi manusia, dan jangan pernah mempersempit pengertian kita terhadap pendidikan. Karena dengan memahami bahwa hidup ini adalah sebuah usaha untuk menjadi manusia yang lebih baik, itu juga termasuk dalam proses pendidikan. Untuk memecahkan masalah pendidikan, mari mulai dari diri sendiri, pikiran kita dan arah tujuan kita sebagia manusia yang selalu mencoba memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Iklan

Satu pemikiran pada “Masalah Pendidikan, Masalah Kita Semua

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s