Ceroboh Membawa Hikmah

Langit biru. Pagi selalu membawa semangat baru!

Tiba – tiba gadis berkerudung merah tertawa renyah dihadapanku? Membuatku mengeryitkan alis tinggi – tinggi, kelamaan membuatku ikut tertawa riuh. Belum sempat aku bertanya karena masih sibuk melihatnya tertawa dengan seribu kebingungan kelabu dihatiku, dia berkata,

“Loe tahu?” seperti banyaknya orang yang ditanya begitu padahal GUE sama sekali gak tahu. Hanya diam terpaku memasang wajah polos setengah OON.

‘Waktu w di dalam angkot!” doi mulai bercerita,

“W ngerasa tas gue kok enteng banget?” Okeh aku dengerin dhe cerita gadis ini, yang tak lain tak bukan adalah sahabatku neng Vita!

“w lupa masukin dompet ke tas w! w kan baru ganti tas. Terus, w langsung inget lo mes?!”

“Lho..?” respon ku.

“w inget lo juga sering lupa bawa dompet, terus apa yang lo lakuin? W lupa? Masa minta uang sama orang? Minta sama supir? Kabur? Aduh w bingung?”

“Terus?”

“Ya, w rasa muka w waktu itu kelihatan begitu panik dan akhirnya,,”

Dia menggantung ceritanya. Memberi jeda pada diriku mengingat pada kejadian atau lebih tepatnya kecerobohanku yang seringkali bukan satu dua kali saja meninggalkan dompet. Dan berbagai hal pun terjadi sampai pernah rasanya hanya ingin menangis! Tepatnya kejadian beberapa bulan yang lalu dimana pada saat itu dipertengahan perjalanan antara kantor dan kampus di dalam metromini 03 jurusan senen-rawamangun dengan supir yang terlihat garang lagi sangar, aku tersadar seperti ada sesuatu yang hilang! Aku buru – buru mengaduk – ngaduk tasku, Benar saja! Dompetnya ketinggalan di kantor! Seketika mobil berhenti! Aku terperanga ketika sang sopir ada dihadapanku dengan mata terbelalak. Aku gemetar! “Bayar mba!!!” perintahnya dengan suara melengking. Aku terdesak, sesak! Berkali – kali aku dibentak galak!  “Bayar mba..!!” Penumpang lainnya hanya diam. Aku…

“Mba..! mba..!”

“Iya!” Aku tergesikap seseorang disebelahku menepuk lenganku lembut,

“Mba kenapa? Kok gemeter?”

Aku masih terdiam! Lamunan ku rupanya melompat jauh.

“Eehm, dompet saya ketinggalan mbak!” Kata ku menahan pilu pada mba berkerudung abu – abu disebelahku,

“Mbak turun dimana? Tanyanya lagi

“Turun di lampu merah senen mba,”

“Bentar lagi. Yaudah pake uang saya saja dulu!”

Tawaran itu ibarat angin surga yang menyejukan hatiku, ku tatap dalam – dalam wajahnya yang putih bersih. Namun mbak nya nampak tersipu, dan ia menangkap rasa gusar yang masih enggan untuk menerima bantuanya, benar saja bagaimana nanti aku mengemembalikannya?

“Gak usah dikembalikan mbak, gak apa – apa. Insya’allah saya lillahi ta’ala,” mbak nya menyodorkan uang ke tanganku, dan kemudian ia pamit duluan, meninggalkan ku dengan uang yang lebih untuk membayar ongkos 2 ribu rupiah.

Yang sangat disayangkan adalah tidak berkesempatan mengenal mbak nya bahkan hanya sekedar nama? Well, Alhamdulillah bayangan saya diomelin supir angkot tidak benar – benar terjadi.

Dan Vita melanjutkan kisahnya,

“ Akhirnya, seorang nenek – nenek yang gak w kenal bayarin w! ya, w duluan sich yang bilang bahwa dompet w ketinggalan. Rasanya tuh.. W.O.W..!”

Aku tersenyum mendengarnya, mungkin sama seperti senyumanku waktu aku menceritakan pengalaman yang serupa padanya.

“Semoga kejadian ini gak akan terjadi lagi, terutama loe mes!” aku hanya bisa nyingir kuda!

“W tahu perasaan loe waktu itu!” Vita menutup dengan kalimat yang pas! Karena seorang sahabat pasti memahami dan saling menginspirasi.

Jadi teringat kata Rasulullah SAW ; “Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah.” (HR. Tirmidzi). Selalu ada hikmah dalam setiap pristiwa

Iklan

4 pemikiran pada “Ceroboh Membawa Hikmah

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s