Bekerja dengan Hati, Hidup Jadi Berarti

“Aku tidak menemukan diriku selamat, kecuali ku mulai hari ini dengan ‘Basmalah’ dan semangat.”

Saya belum pernah melihat mentari murung?sinarnya selalu bersinar, sekalipun mendung. Tapi kalau pagi – pagi kita udah manyun? Gimana mewarnai hari – hari dengan senyum?.  

Sekarang ini orang – orang pandai menghibur diri sediri, saya sering melihat jargon I LOVE MONDAY pada sablonan baju atau berkali – kali orang mengatakan itu bahkan menjadi salah satu judul buku karya penulis sekaligus motivator se-kenama-an Arvan Pradiansyah, jargon seperti itu untuk menyakinkan diri mereka atau orang lain bahwa hari senin itu sungguh menyenangkan. Sedangkan sebagian orang lainnya mengatakan, “Senin lagi – senin lagi…” lanjutnya, “kenapa weekand itu begitu cepet berlalu?”  ooh, orang seperti itu rupanya harus mengambil cahaya matahari untuk menyinari hatinya yang mendung!.

Menghadapi hari senin itu perlu semangat tinggi untuk meng-connect–kan hati dan pikirann agar siap menghadapi semua pekerjaan! Laporan kantor yang sudah masuk date line ataupun setumpuk kerjaan yang harus diselesaikan lainnya. Bukankah pekerjaan kita ini adalah salah satu jalan hidup yang kita pilih? terlepas dari sebuah keterpaksaan.  Memulai pekerjaan dengan basmillah dan semangat patut di coba untuk menumbuhkan rasa cinta dalam pekerjaan! Hati yang lapang dan ikhlas dalam bekerja menjadi salah satu faktor pendukung hasil yang akan kita dapat kelak, bukan semata dapat menyelesaikan pekerjaan dengan maksimal akan tetapi membuat hati damai dan tenang! Kontrak panjang antara kita dan perusahaan adalah jalinan membina cinta. Cinta dengan apa yang kita kerjaan sama hal nya dengan cinta pada diri sendiri dan cinta pada Rabb nya! Sebagaimana tutur Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam tercinta bersabda; “Innallaha yahibbul muhtarif (Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang bekerja untuk mendapatkan penghasilan).”

Pada malam senin di bawah bintang pertengahn bulan yang acapkali sedikit tertekan melihat dompet menipis, J.P.Vaswani berkisah pada diriku, tentang sebuah hal yang kemarin – kemarin sering ku tanya kan pada diriku sendiri. Pekerjaan! Apa kah aku sungguh – sungguh menginginkan pekerjaanku? Begitu susahkah mencintai pekerjaan! Aku bisa menemukan kebahagiaan dalam pekerjaan!. Dan ia mulai bercerita, Robert Smith adalah staf di sebuah klinik. Dia mengunjungi pusat layanan sosial di Kolkata. Fasilitas di pusat layanan ini minimal hanya barisan – barisan panjang bangku kayu dengan orang  – orang sekarat yang dibaringkan bersisian. Namun pasien – pasien itu dimandikan dan mengenakan pakaian bersih; dan para sukarelawan serta biarawati yang peduli dan penuh kasih bergerak di sekitar mereka. Salah satu sukarelawan sedang mengepel muntahan di lantai. Setelah dia selesai, Mr. Smith mengajaknya berbicara.

            “Beritahu saya, Bu,” dia berkata. “Apa yang membuat anda sanggup bertahan melakukan pekerjaan anda?

            “Pekerjaan apa?” Tanya sukarelawan itu, tersenyum.

Robert Smith terkesiap. Wanita itu sudah mengepel muntahan tapi dia malah berkata, ‘Pekerjaan apa?” Sekonyong –konyongnya Robert Smith melihat ekspresi di mata wanita itu. Matanya jernih dan bersinar – sinar. Dia berkata pada dirinya sendiri; “wanita ini sunguh – sungguh hidup!”

Sang sukarelawan tersenyum padanya dan bertanya, “Ketika anda mengganti popok anak anda, apakah itu ada sebut bekerja?”

Segaris senyum mungkin juga menghiasi siapapun yang membaca kisah ini, juga saya. Terutama pas dibagian “Ketika anda mengganti popok anak anda, apakah itu ada sebut bekerja?” Tek! Kalimat tanya yang menghujam jantungku, membuatku merenung ke dasar jiwa paling dasar dari samudra terdalam. Bagaimana dengan pekerjaan anda? Jawablah dengan menggunakan hati, nilailah sendiri pekerjaan yang selama  ini anda jalani! Temukanlah kebahagian sejati?! Sudahkah berarti? Dan karena Allah Rabbul ‘izzati?

Iklan

3 pemikiran pada “Bekerja dengan Hati, Hidup Jadi Berarti

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s