Tunjukan Rasa Syukurmu! Perhatikan Adab Makanmu # Part 2

Sahabatku yang berakhlak baik, kali ini masih seputar adab makan! Islam adalah agama sempurna yang mengajarkan kita tata krama. Baiknya kita mengikuti agama rahmatanlil’alamin, bukan  malah mengikuti langkah – langkah syatan yang malah akan menjerumuskan kita pada dasar neraka. Baiknya kita tunduk pada ajaan agama termasuk tata cara makan ala rasulullah saw yang wajib kita teladani,

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah – langkah setan. Sungguh, setan itu langkah yang nyata bagimu” (Q.S. Al-Baqarah ayat 168)

Mari kita apersepsi sejenak pembahasan kemaren, makan untuk hidup bukan hidup untuk makan!. Karena hidup begitu berharga, anugrah Sang Kuasa. Wajib dijaga dan ditata sedemikian rupa agar baik adanya. Oleh karena itu segalanya patut kita syukuri. Alhamdulillah,

Mungkin kita pernah merasakan kenikmatan sepiring orek tempe or tempe orek, perkedel kentang atau perkedel jagung, cah kangkung atau cah lainnya atau makan kesukaan anda? Saat sendiri kah atau bahkan makan beramai – ramai. Dan saya yakin seringkali kelezatan yang begitu mak nyoss adalah ketika menyantap makanan beramai – ramai, entah dengan keluarga kah atau teman – teman. Karena pada saat itu, makanan yang ada akan bertambah nikmat dengan kebersamaan. Makan bersama keluarga juga merupakan kegiatan yang sangat sayang untuk dilewatkan  terlebih lagi saat bulan puasa ramadhan tiba, buka puasa di rumah menjadi agenda wajib bagi sebagian orang betapa pun sibuknya, tak jarang acara reonian saat bulan ramadhan pun jadi kegiatan yang ditunggu – tunggu, ini menujukan bahwa kasih sayang dapat dirasakan di moment makan bersama hingga kelezatan suatu makanan akan benar – benar terasa.  Sedangkan jika hanya seorang diri saja makan, sekalipun dengan lauk supermewah atau super enak pasti ada rasa yang hilang, hingga membuat kita lama menyantap makanan yang tersedia, sampai tidak dapat menghabiskan makanan tersebut. Atau ada orang yang tidak merasakan kenyang ketika makan hanya seorang diri, waktu pun terasa lama saat menikmati makanan, atau sebaliknya membuat kita tergesa – gesa menyantap makanan. Saya jadi teringat sebuah kisah di zaman rasululllah. Suatu ketika rasulullah pernah ditanyai oleh beberapa orang sahabat, “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami ini makan, tetapi tidak merasa kenyang. Beliau saw, bersabda ; Barangkali kalian makan dengan berpencar (sendiri – sendiri). Mereka menjawab; Ya, benar. Beliau saw, bersabda lagi: ’maka dari itu berkumpullah kalian semua atas makanan itu dan sebutlah nama Allah, niscaya akan diberkahi makanan itu  untuk kalan.’(HR.Abu Daud). Jika demikian sahabatku yang senantiasa berhati damai, akan kah kita lebih memilih makan seorang diri? Saya rasa tidak, kecuali jika kita benar – benar seorang diri (jauh dari keluarga atau tengah dalam perjalanan seorang diri).

Saya termasuk orang yang amat menikmati makan bersama. Pernah suatu kali, saya makan bersama kawan – kawan saya dalam suatu acara, makanan yang disediakan sangat sederhana, orek tempe, telur rebus yang telah dibelah menjadi dua bagian, daun singkong dan sambal terasi, biasa saja bukan?, uniknya makanan itu disajikan bukan memakai piring beling, pelastik atau pun milamin melainkan selembar daun pisang yang terlihat hijau menggelar. Lauk yang disediakan memang tidak lah begitu istimewa akan tetapi didalam kebersamaan saya dan kawan – kawan malah sangat antusias dan lahap menyantapnya dengan menggunakan tangan kanan dan didahului basmallah, awalnya saya kira dengan porsi segitu tidak mencungkupi untuk 8 orang akan tetapi benar kata Rasulullah, “ Makanan untuk satu orang itu dapat mencukupi dua orang dan makanan untuk dua orang itu dapat mencukupi empat orang, sedang makanan empat orang itu dapat mencungkupi delapan orang.”(H.R. Muslim). Sungguh indah bukan sebuah kebersamaan? Ada keberkahan insya’allah yang Allah Azza wa Jalla berikan.

Saat makan bersama – sama ada hal – hal yang juga harus kita perhatikan, seringkali saat makanan tersedia di depan mata kita dengan berbagai macam jenis dan laukannya kita mengambil makanan yang letaknya jauh dari kita dan meminta bantuan orang lain  mengambilkannya, ini karena makanan favorite kita letaknya agak jauh. Mungkin pada saat itu kita belum mendengar perkataan Rasulullah, yang mengatakan, “Dan makanlah dari apa – apa yang ada di dekatmu.” Dan yang sekiranya menjadi perhatian kita pula, ketika makanan diatas piring tengah meledek – ledek kita untuk segera dimakan, kita pun makan dari bagian tengahnya baru lari kepinggiran. Hal ini perlu diluruskan, Nabi Muhammad saw bersabda: “Keberkahan itu turun di tengah – tengah makanan. Maka, makanlah kalian dari kedua tepi makanan itu dan janganlah makan dari tengahnya.”(H.R. Abu Daud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih.).

Sahabatku,  saya juga tidak tahu persis kapan sendok atau garpu itu dibuat sebagai alat bantu untuk makan akan tetapi jauh sebelum itu Allah swt telah menganugrahi kita tangan. Dengan menggunakan tangan saya sendiri merasa benar – benar menikmati makan, dan saya bisa melaksanakan sunnah yang sekarang ini banyak ditinggalkan yaitu perintah Rasulullah untuk menjilati jari – jari dan membersihkan piring, lalu menjilatinya dan beliau bersabda: Sesungguhnya kalian tidak tahu di bagian makanan manakah keberkahan itu terletak.” (H.R. Muslim). Sebagian besar orang menilai hal seperti ini memang tidak baik dilakukan atau dianggap kurang sopan, akan tetapi  paling tidak kita bisa mencoba nya kala kita sendiri.  Saya pernah mendengar  bahwa menurut catatan medis ruas-ruas jari tangan ketika digunakan untuk makan itu mengeluarkan sejenis cairan, ketika kita menjilatiya enzim – enzim itu akan yang membantu proses pencernaan makan dalam lambung. Inilah manfaat mengamalkan sunnah di atas bukan?!

Sahabatku yang selalu berlari kearah kebaikan, bukankah agama kita ini betul – betul sempurna dan tak ada keraguan didalamnya. Sampai tata cara makan pun diarahkan, hingga kita meraih kenikmatan. Allah adalah Tuhan Yang Maha Penyayang yang sayangnya tak terbilang, Allah Maha Pengasih yang kasihnya tak pilih – pilih. Semoga kita termasuk dalam golongan orang – orang selalu dalam rahmatNya. Aamiin.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s