Tunjukan Rasa Syukurmu! Perhatikan Adab Makanmu! #Part1

Saya pernah dilemparkan pertanyaan, begini tanyanya;

“Kita hidup untuk makan? Atau makan untuk hidup?” Saya yakin jika pertanyaan ini dilontarkan kepada sahabatku sekalian jawabannya pasti,

            “Makan untuk hidup!” Terimakasih untuk senyum sahabatku sekalian pertanda membenarkan. Bahwa hidup ini memang bukan hanya sekedar makan! Kita makan memang hanya untuk bertahan hidup. Hidup itu sendiri begitu sempurna dengan rasa syukur yang tak terhingga karena nikmat yang begitu luas tak terbatas dari Sang Kuasa pemilik diri kita, maka wajarlah bila Ia berkata dalam kitab suciNya;

            “ Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S.Ar-Rahman ayat 13)

Sahabatku yang selalu diliputi kebahagian, kita mungkin memang terlalu sibuk untung menghitung nikmat tapi sekalipun kita menyempatkan diri, rasanya tak kan sanggup kita hitung segalanya. Paling tidak kita patut BERSYUKUR! Agar tak KUFUR.

            “ Wahai manusia!Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah  pencipta selain Allah yang dapat memeberikan Rezki kepadamu dari langit dan bumi?Tidak ada Tuhan selain Dia; maka kenapa kamu berpaling?(dari ketauhidan) ” (Q.S. Fatir ayat 3)

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi dengan sahabatku yang selalu penuh senyum syukur untuk melakukan hal kecil sebagai tanda kita bersyukur. Yaitu; Adap Makan! Bukankah hidup kita tak terlepas dari kegiatan makan? Maka wajarlah bila kita patutnya memperhatikan adap makan! Dari kegiatan makan kita belajar bersyukur! Yang bukan hanya diucapkan akan tetapi teraplikasi rasa syukur dengan lebih memperhatikan adab – adab makan yang telah diajarkan Rasulullah saw.

Sahabatku yang begitu mulia dengan akhlaknya, hal pertama ketika makanan telah tersaji dihadapaan kita pastinya BERSyukur, karena Allah sangat menyayangi kita, diberikannya kita nikmat untuk makan. Akan tetapi, mungkin jika makanan yang ada dihadapan kita tak sesuai dengan keinginan ataupun tak menggugah selera, kita mengeluh, atau bahkan kita mencela makan tersebut ‘tidak enak!’, ‘weeak!’(memuntahkan yang telah masuk ke dalam mulut kita, atau cela-an lainnya,  jika begitu ingatlah wahai sahabatku pesan Rasullulah dari Abu Hurairah ra, dia berkata: “Rasullulah saw, tidak pernah mencela suatu makanan sama sekali. Jika beliau menyukai suatu makanan beliupun memakannya dan jika tidak meyukainya, beliau meninggalkannya.:  (Muttafaq’alaih) HR. al Bukhari (3563) dan muslim (2054).

Kita pun harus ingat bahwa ada orang yang mungkin keadaannya jauh lebih sulit dibanding kita, bahkan untuk makanannya mereka tak punya. Mungkin sekalinya ada itu adalah makanan sisa yang entah masih berasa atau tidak. Betapa banyak dari rakyat Indonesia yang tak berpunya yang untuk makan saja tak ada! Hingga ada orang yang rela makan makanan dari tempat sampah. Sungguh tak bersyukurnya kita bila dengan teganya kita masih mengeluh dengan apa yang ada. Sahabatku yang penuh kebaikan dalam dirimu, Insya’allah jika kita dapat qanaa’ah (menerima dengan ikhlas) makanan yang tersaji dihadapan kita sebagaimana Rasulullah, itu telah termsuk dari bagian bersyukur, dan jika memang kita tak menyukai makanan itu, baiknya kita mengikuti Nabi tercinta yang  meninggalkan makannya akan tetapi tidak mencelanya.

Pada dasarnya, kebaikan memenuhi hati kita. Dan kita condong pada segala kebaikan, sahabatku yang dimuliakan Allah SWT, entah itu dengan ayam bakar, rendang, capcay, balado udang atau tempe doang! Makanlah makanan yang ada dihadapaan kita yang telah kita ketahui kehalalannya dengan penuh rasa syukur, ucapkanlah bismillah setiap kali kau sentuh makananmu, sebagaimana Rasulullah berujar dengan cinta pada umatnya. Dari Umar bin Abu Salamah radiyallahu’anhuma, di berkata: “Raulullah saw bersabda kepadaku: ‘Ucapkanlah Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah dari makanan yang ada di dekatmu.” (muttafaq’alaih) “

Langkah yang sempurna untuk mensyukuri  makanan yang akan kita makan yaitu mengucap bismillah, makan dengan tangan kanan serta mengambil makanan yang terdekat dari kita. Tapi terkadang mungkin kita sering lupa mengawali ucapan  bismillah saat makan, tidak perlu risau, galau, khwatir berlebihan ataupun menghentikan kegiatan makan kita, dari Aisyah radiyallahu’anha, dia berkata: “Rasulullah saw bersabda; Apabila seseorang dari kalian makan, maka hendaklah menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah Ta’ala pada permulaan makanannya, maka hendaklah mengucapkan: Bismillah awwalahu wa akhirahu: (Dengan nama Allah pada permulaan makan dan pada penghabisannya). (HR. Abu Dawud(3767) dan At-Tirmidzi(1858) . Dan At-Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih. Dishahihkan oleh al-bani dalam Shahih al-jami’(380).

Bukankan islam itu adalah agama yang sempurna, agama yang lengkap dengan segala kebaikan didalamnya, namun sangat disayangkan pabila ada yang mengatakan bahwa agama ini membatasi, tidak bebas, mengekang atau apalah yang menyudutkan. Sungguh, itu tudahan yang tak mendasar! Bukankah kita tahu dan sadar bahwa agama ini begitu bernilai dan berarti agar hidup kita teratur dan terarah sampai kita berhasil bertemu dengan Allah Yang Maha mulia.

Selamat menikmati rasa syukur saudaraku yang selalu berbahagia full barakah, agar Allah yang KasihNya tiada pilih – pilih menambahkan nikmatnya padamu sekalian. Maha Suci Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s