Wanita, antara karir dan Ibu Rumah Tangga

 Tuntutan zaman saat ini, membuat banyak wanita memilih jalan berkarir untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Peluang yang tersedia diranah publik pun memberi banyak keleluasaan wanita dalam menentukan posisi kerja sesuai dengan potensi masing – masing. Tak jarang kita dapat melihat seorang wanita yang menjadi supir taksi atau bahkan seorang wanita yang menjadi satpam atau pun profesi lainnya. Bisa dikatakan ini lah wujud emansipasi dimana setiap wanita diposisikan sejajar dalam kemampuan berkarir dengan seorang pria. Wanita mempunyai kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi karirnya dengan tidak mendapatkan diskriminasi gender.

Wanita yang berkarir atau bekerja di luar rumah menjadi fenomena tersendiri yang mengundang kontroversi atau penilaian yang berbeda – beda dari sisi negative atau sisi positive dari berbagaikalangan, terlepas dari hal itu seorang wanita pada dasarnya telah memiliki tugas utama yaitu, sebagai seorang wanita yang  mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh dan mendidik anak “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapanya; Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.” (QS. Luqman: 14). Tugas tersebut pastinya tidak dapat digantikan oleh seorang laki – laki. Oleh karena itu wanita yang berkarir memiliki tantangan tersendiri yang tidak dapat diremehkan, dimana wanita karir harus mampu me-managemen dirinya terhadap tugas utamanya sebagai seorang wanita dengan fitrahnya dan seorang wanita yang berkarir dengan profesionalitas atau tanggung jawab pekerjaan. Dua sisi yang tidak dapat dikatakan mudah ditengah tuntutan keduanya.

Wanita yang memilih jalan karir di sebuah perusahaan yang menuntut kekuatan otak atau pun otot nya menjadi hal menarik lainnya yang harus diperhatiaan terlebih lagi bagi seorang wanita yang telah berkeluarga atau pun bahkan telah dikaruniai buah hati  pasalnya mereka terikat pada jam kerja yang telah ditentukan perusahaan, segala problematika pekerjaan dan permasalahan rumah harus dihadapi tanpa memecah konsertasi keduanya. Artinya menjalani keduanya ibarat sebuah timbangan yang harus seimbang dikedua sisinya. Salah satu masalah terberat bagi seorang wanita karir adalah menciptakan quality time  bersama keluarga walbil khusus bagi anak – anaknya. Pada umumnya pekerjaan menuntut waktu 8 jam sehari artinya wanita lebih banyak menghabiskan waktunya di luar untuk bekerja. Wanita karir yang bekerja di sebuah perusahaan hanya menyisakan waktu yang lebih sedikit untuk anak – anak mereka. Dan dalam waktu yang singkat tersebut seorang wanita karir dituntut untuk mampu membangun komunikasi edukatif yang efektif dengan anak – anak mereka. Ironisnya bahkan seorang  wanita yang berkarir membebankan tugas mereka untuk memelihara atau mengasuh anak mereka pada seorang baby sister ada pula yang lebih mempercayakan anak nya diasuh oleh nenek dari ibu atau pun ayah mereka sehingga wanita yang berkarir dapat lebih focus ketika bekerja. Bukan berarti seorang wanita karir melepas begitu saja tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu yang mendidik dan mengasuh anak – anaknya akan tetapi seharusnya perlu diperhatikan bahwa kemampuan mengasuh yang paling baik adalah dibawah asuhan orang tua khususnya seorang ibu.

Anggaplah sebuah keterpaksaan seorang wanita  yang berkarir dan telah menikah serta dikarunia anak menitipkan anaknya pada seseorang yang dipercaya dan lebih memutuskan berkarir terlepas dari sebuah kondisi ataupun keadaan, bagaimana dengan pola asuh seorang ibu sendiri dalam mendidik anak – anak mereka? Apakah dapat sejalan dengan asuhan sang baby sister atau nenek – nenek mereka?  Belum lagi ada masa dimana seorang anak sangat memerlukan orang tua mereka khususnya ibu untuk membantu tumbuh kembang yang baik bagi anak. Ini menjadi PR ibu – ibu wanita karir!!???

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s