Aksi! Boikot Film Innconce Of Muslims

Di ujung bulan ini tepat tanggal 30 september 2012, jam 1 siang. Saat dimana matahari terlihat gagah menebar pesona aura panasnya, tepat berada di atas kepala. Lapangan monas mejadi lautan manusia. Di depan kedubes Amerika, suara takbir bergema, Allahu’akbar…! Allahu’akbar…! Jari jemari mengepal, mengangkat tangan, lalu teriakan Allahu’akbar…! kembali menggelegar. Pembawa bendera berdera mengibarkan sang saka serta panji kebanggaan Partai Keadilan Sejahtera,  kemudian saat angin utara memberikan sedikit hembusan yang terasa membasmi peluh, Izzatul Islam datang membakar semangat, memanggil, menghentak dan membuat setiap dada bergejolak.

Hai mujahit muda maju kehadapan….

sibakkan penghalang…..
satukan tujuan…..
kibarkan panji Islam dalam satu barisan….
Bersama berjuang kita junjung keadilan…..
Jangan bimbang ragu……
Tetaplah melaju……
Hapus bayang semu…….
Di lubuk hatimu………
Bergerak kedepan bagai gelombang samudra……..
Lantakkan tirani runtuhkan angkara murka…..
Majulah wahai mujahid muda…….
Dalam satu cita tegak keadilan……
Singkirkan batas satukan kata…..
Kebangkitan Islam telah datang……

Membara!. Izzis berhasil membuat masa membucahkan asa dan tekat kuat membela islam. Semua mata berbinar, memperdengarkan jantung masing – masing yang berdetak kencang berpacu semangat. Masih terik, namun bukan penghalang. Payung – payung mekar, melindungi beberapa wanita dari paparan langsung radiasi sinar matahari. Sebagian besar lainnya memilih mengenakan masker atau topi sebagai pelindung. Setelah Izzis turun panggung, seorang orator dengan lantang meneriakan,

 “Amerika!”

serentak semua membalas “Teroris!”

“Yahudi!”  kata orator itu dengan nada kesinisan paling sinis,

“Hancurkan… Hancurkan…!!!” jawab masa dengan gertakan.

“Indonesia..!”

 Tak ada yang tidak menjawab “MERDEKA!”

Kalau ada groub band  GIGI pasti teriak, panas….panassss…, tidak begitu dengan masa aksi hari ini, semuanya bersatu diatas kepentingan bersama membela sang pembawa risalah kebenaran, keadaan ini menggolak jiwa  jiwa berdetup kagum penuh haru ketika shalwat bergetar, riuh riak suara masa melantunkan salam kepada nabi Muhammad tercinta,

Yaaa nabi, salaam alaika….

Yaaa rasul salaam, salaam alaika….

Yaa habib salam alaika….

……………………..

Lantunan itu begitu syahdu, menggetarkan asa, merasuk dalam kalbu menyuburkan rasa cinta pada nabi mulia. Muhammad saw,

Wahai nabi kami,

Saat kau dihina

Kami ikut terluka

Sakit hati ini

Atas tuduhan keji para yahudi

Ingat kami wahai nabi

Kau sebut kami

Ummatii…ummati… ummati

Lantas bila nabi Muhammad dihina, dibuat rekayasa kehidupannya olehNakoula Basseley Nakoula alias Sam Bacile laknatullah, kita hanya diam? Atau sekedar berkomentar datar!? Kalau begitu, cek lagi kadar keimanan kita? Hitung lagi seberapa besar rasa cinta kita pada nabi yang amat mencintai kita?.  Mungkin sebagian orang menganggap bahwa aksi kami siang ini hanyalah sekedar demo. Tapi berbeda dengan apa yang kami rasakan, hal ini menjadi bentuk pembelaan kami, cinta kami kepada nabi Muhammad yang mana namanya disebut telah membuat hati kami bergetar penuh haru, terlebih lagi saat dirinya dihina, sakit tak terkira rasanya.

Sebagaimana yang dikutip oleh ustadjah Widya Ningsih dalam orasinya, Al – Maidah ayat 59 Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik ?”

Sungguh mereka mempunyai kedengkian yang dalam terhadap kami ummat islam, maka dari itu hendaklah kita ummat yang mencinta sang pembawa kebenaran membela kehormatan nya dengan bersikap tak apatis ataupun bersikap masa bodo.

Setelah usai, aksi ini berakhir damai. Para orator seperti, Bpk. Hidayat Nurwahid, Bpk. Selamet Efendi, Ali ahmadi Ma, Makmur Hasan Nurdin dan lain-lain siang ini, begitu berkesan dan berarti. Kami cinta sang nabi, Muhammad saw, nabi berbudi dengan akhlak mulia. Kita tahu, semua tahu bahwa nabi Muhammad saw adalah seorang manusia pilihan yang maksum dimana akhlaknya sebagaimana dikatakan oleh ibunda Aisyah ra, “akhlaknya seperti al-qur’an berjalan”.

Aksi pun bubar! Tanpa keributan, semoga bertambah keimanan kami, dan rasa cinta kami terhadap sang nabi.

 

Iklan

6 pemikiran pada “Aksi! Boikot Film Innconce Of Muslims

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s