Penikmat Musik Cerdas Gak Bikin Galau

Sekarang ini, musik sudah jadi bagian dari hidup kebanyakan orang. Saat senang bernyanyi, saat sedih apalagi, bisa secara tiba – tiba berubah jadi orang yang melankolis. Sungguh luar biasa sebenarnya pengaruf dari sebuah music. Sebuah lagu, sering kali di pahami sesuai dengan diri dan keadaan setiap penikmatnya.  Itulah mengapa banyak diantara kita yang begitu terlena dan terkadang mendramtisir keadaan lewat lagu, khususnya untuk orang – orang yang tengah dilanda cinta, seperti jatuh cinta ataupun patah hati. Ini dibuktikan dengan lagu – lagu terpopuler di tangga lagu permusikan Indonesia khususnya diduduki oleh lagu – lagu yang ber-tema-kan cinta.

Terlepas dari itu semua, setiap hari aku pun diperdengarkan musik. Aku bekerja di salah satu supermarket di Jakarta Timur sebagai Inventory Control, dan dari jam 8 teng! Sampai jarum jam terus bergerak ke angka 11 tugasku meng-cek- beberapa stock di toko!. Supermarket atau mall mana yang tidak melantunkan music?, kecuali sebagian kecil mini market, begitupun di tempat ku bekerja, yang membuat perbedaannya dibandingkan tempat perbelanjaan lain adalah selalu memutarkan music – music religi. Aku pun terkadang sama seperti kebanyakan dari mereka yang menikmati music, walaupun jarang meluangkan waktu untuk hanya sekedar mendengarkan music dan lebih selektif memilih lagu yang akan ku dengar. Akan tetapi di supermarket tempat ku bekerja, aku cukup menikmati music yang menjadi backsound di tengah kesibukanku stock opname! Dan lagu yang acapkali membuatku tertegun adalah lagu sang pelangi (NIDJI), setiap kali reff itu, “Perangi neraka didalam hatimu……”  aku berhenti sejenak atau aku memasang telinga lebar – lebar! Dan membuka pintu hatiku, untuk dapat selalu memaknai lagu yang berjudul Tuhan Maha Cinta. menurut ku itu adalah lagu terbaik dari group band yang digawangi giring sang fokalis beranak 2 itu.

“Tahukah Tuhanmu selalu hidup di dalam hatimu….!” Begitu awal liriknya, Tuhan lirih ku dalam hati. Rasanya kalimat itu membuat ku melihat hatiku! Adakah ku isi hati ku ini dengan keberadaan Nya? Selalu?
Cinta dari-Nya menjawab semua masalahmu….!” Kalimat kedua tertata, membuatku menelisik setiap masalahku. Bukankah masalah adalah bentuk kasih sayangNya?
“Dia mendengar melihat dan selalu berfirman. Perangi neraka di dalam hatimu. Damaikan jiwamu dengan cinta Dia……!” Selanjutnya membuat lidah ku kelu, betapa malu diriku? mungkin aku yang buta tak mampu merasakan keberadaanNya.
“Memberi yang ikhlas kepada yang butuh….” Keikhlasan memang sulit bukan berarti kita tak mampu! Memberi kepada yang butuh akan melatih kita sebuah kata yang hanya kita dan Tuhan yang tahu! Ikhlas.
“Bersyukurlah terus tanpa kenal waktu…..” Rasanya kebanyakan diri ini lebih pandai mengelu dibandingkan bersyukur.
Dan, lirik – lirik itu terus berputar,
………“Serukan, ikhlaskan, pasrahkanlah hanya kepada-Nya
Cinta-Nya adalah jawaban-Nya karena Tuhanlah Maha Cinta
Karena Tuhanlah Maha Cinta”

Aku manaruh harap pada daun – daun kering, walaupun sesekali angin membawa pergi selembar daun,  agar setiap diri kita tak lantas hanya menjadikan lagu sebagai backsound kehidupan kita yang dramatis?! Akan tetapi lebih cerdas mendengar music dan lebih selektif memilih music, agar yang kita dengar kan adalah lirik – lirik yang memotivasi yang membuat kita menjadi pribadi penuh semangat dan optimistic bukan malah membuat kita makin galau.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s